Hipnotis kembali menunjukkan dominasinya dengan dua kali meraih juara 1 di even prestise Piala Raja 2016. Bambang Honda, sang pemilik, memastikan bila Hipnotis kembali disiapkan untuk Presiden Cup 2 Oktober yang akan datang, sebelum Pakde Karwo.
Borobudur Bird Lovers Community, tiap hari Senin menggelar latber, dan latpresnya setiap Senin Pon. Harian tiket 10 ribu, sementara latpres tiket 60 ribu hadiah 1 juta. Datang pula peserta dari Jogja, Temanggung, Purworejo, dan sekitarnya.
Di even sebesar Piala Raja, pertarungan seru merata di setiap kelas dan jenis burung. Demikian pula dengan kelas cucak hijau, yang diikuti oleh Judika, milik Arifin Botak. Meski yakin dengan materi dan perfoma, Arifin tak menduga juara 1 Prameswari A.
Latpres rutin tiap Sabtu sore yang digelar BnR Surya Yudha Banjarnegara dengan gantangan 36 pada 3 September 2016 berlangsung cukup meriah. Peserta yang hadir kisaran 450. Love Bird Alivia dan Murai Batu Jhalitheng tampil menawan, dua kali juara 1.
Piala Raja 2016 penuh dengan banyak kejutan. Jumlah pesertanya mencatatkan rekor tersendiri, mencapai lebih dari 5.500 peserta. Satu klub burung, bisa mendatangkan dengan ratusan personel. Seperti Duta Pakde Karwo, yang datang dengan lebih 250 personil.
Kemeriahan even Brotherhood Bandung (4/9) semakin gemerlap dengan torehan hatrik oleh jago mapan anis merah Rindu milik Kimpen dan LB Panglima milik Reza Koploba. Murai Zombie berbagi juara dengan Patimura dan Mahadewa.
Banyak hal luar biasa terjadi di lomba yang luar biasa seperti Piala Raja. Pada even paling akbar sejagad lomba burung ini, memang mencatatkan sejumlah rekor. Misalnya, jumlah peserta yang tembus 5.500an, hingga seekor kenari yang juara 1 sampai 4 kali.
Lebih dari 5.500 tiket Piala Raja terjual pada gelaran di Taman Candi Prambanan, Minggu 4 September 2016. Ini memang bak "Piala Dunia" di jagad lomba burung, peserta pun berasal dari seluruh penjuru tanah air.
Dua jago murai batu yang diunggulkan di Piala Raja, akhirnya benar-benar meraih hasil terbaik. Ohara yang di burungnews.com diprediksi menang, benar-benar juara 1 kelas Maharaja. Demikian pula dengan Rancak Bana, meraih 3 kali juara 1.
Piala Raja ibarat Piala Dunia-nya kontes burung, lumrah bila hampir semua burung terbaik ingin ke sini. Ada yang sudah "establish" dan sering juara, termasuk di even gelaran PBI. Ada yang bisa disebut baru, tapi materi dan perfomanya sedang melesat tinggi
Tiap Rabu malam, sekarang ada kontes malam hari mulai 18.30 di gantangan Penny Jaya, jalan Gedong Kuning Selatan. Sudah cukup ramai, meskipun belum full gantangan. Tentu bisa dimaklumi, baru dua pekan yang lalu dimulai.
Launching Radjawali Indonesia Indramayu, Minggu 28 Agustus, diikuti sejumlah burung mapan. Jadi pemanasan dan pemantapan menjelang berangkat ke Piala Raja Jogja, 4 September besok.
Tak bisa dipungkiri, Piala Raja memang menjadi even lomba burung berkicau paling prestise sejagad. Tak heran bila hampir semua kicaumania di tanah air juga ingin berpartisipasi di sini. Salah satunya, tokoh lawas dengan jagoan handalnya, Robert Pemburu.
Joleno 99, salah satu murai andalan Mr. Imbar Brebes, kini disegani di Pantura tengah ke Barat, di mana Mr. Imbar biasa menurunkannya. Begitu diturunkan, Joleno 99 langsung meraih juara 1 di latpres Jati Agung BC.
Sampai hari Jumat 2 September, 4.600an tiket sudah terpesan. Pemesannnya sekitar 1.008 nama. Tiket sudah bisa diambil pada Sabtu 3 September di Apartemen Sejahtera mulai jam 15.00. Cek nama dan nomor pesanan Anda di sini.
Launching Radjawali Indonesia DPW Banten, Minggu 28 Agustus tembus 1.000 peserta. Kontes yang berlangsung di Lapangan Kopassus, Serang Barat, dikomandani H. Endang. Banyak burung handal baik dari Banteng dan daerah sekitarnya, Jabodetabek bahkan juga Lam
Achun Owen dalam debut come back-nya di Piala Raja, ingin all out, tapi juga ingin menjaga semangat kebersamaan. Itu sebabnya, berkibarlah bendera Team Tempo Doeloe. 300 Kaus Uniform sudah disiapkan, gratis dan terbuka bagi yang ingin gabung.
Kontes Anniversary Mahesa Jenar BC Sragen, Minggu 28 Agustus, cukup ramai dikunjungi peserta. Sebagian besar dari Solo Raya dan Jatimbar atau Jalaratu, selain DIY dan Jateng lainnya. Banyak juara dari kalangan pemula.
Piala Raja bukan sekadar lomba burung. Piala Raja sudah jadi momen paling indah bagi para penggemar burung berkicau di tanah air. Perlu ada penanda untuk selalu mengingatnya. Salah satunya adalah oleh-oleh berupa kaos resmi Piala Raja.
Tri Ubaya dan kawan-kawan sukses menggelar kontes Camat Cup Guyangan, di Lapangan Sepak Bola Guyangan, Nganjuk, pada Minggu 28 Agustus. Kicaumania dari berbagai daerah membanjiri even ini. Sejumlah jago berhasil nyeri, kenari Roda Gila melesat.