SAINS & LINGKUNGAN

PERESMIAN KAMPUNG RAMAH BURUNG PERTAMA DI KEBUMEN: Kang Ebod Lepasliarkan 55 ekor Kacer dan Perkutut

Kamis, 07 Februari 2019

Desa Sidogede Kecamatan Prembun, menjadi desa RAMAH BURUNG pertama di Kabupaten Kebumen, setelah menerbitkan Perdes No. 1 Tahun 2019 tentang Lingkungan Hidup. Peresmian ditandai dengan pelepasliaran 50 ekor kacer dan 5 ekor perkutut. ...

Berita Lain

LOVE BIRD BEAUTY – RED LOVE BIRD: Hasil Mutasi, Modifikasi, Pengaruh Makanan, atau Penyakit?

Masih ingat dengan popularitas love bird yang sekujur tubuhnya atau sebagian berwarna merah? Beberapa tahun, warna ini dianggap unik dan banyak dicari. Harganya pun mahal. Kini mulai rame dan dicari lagi, mau tahu cara ternaknya?


TASYAKURAN DAN SARASEHAN AP2BK KLATEN: Burung di Alam Perlu Dilindungi, Kreativitas Bisa Meningkatkan Nilai Jual Burung Hasil Ternak

Asosiasi Penangkar dan Penghobi Burung Klaten (AP2BK) menggelar Tasyakuran dan Sarasehan atas terbitnya Permen 92 sebagai revisi atau pengganti Permen 20, yang mengeluarkan jalak suren, murai batu, dan cucak rawa dari daftar dilindungi.


DESA RAMAH BURUNG JATIMULYO, KULONPROGO: Pegiatnya Dulu Pemburu, Sekarang di Garis Depan Menjaga Alam

Anda yang berwisata di pegunungan Menoreh, melalui jalan lebar dan mulus di sekitar gua Kiskendo, Sungai Mudal, Kedung Pedut, dan sekitarnya, akan menjumpai banyak papan nama bertuliskan “Desa Ramah Burung”, atau “Kawasan Pelestarian Burung”.


AKTIVIS FLIGHT / YTI MEMPROTES MURAI BATU, CUCAK RAWA, & JALAK SUREN DIKELUARKAN DARI DAFTAR DILINDUNGI: Ini Penjelasan KLHK, Serta Tanggapan Wakil Penangkar dan Organisasi Penghobi

Senin 10 September, halaman depan KLHK di Manggala Wanabakti didatangi puluhan orang yang membawa spanduk dan poster. Mereka menuntut agar KLHK membatalkan rencana mengeluarkan murai batu, jalak suren, dan cucak rawa dari daftar dilindungi.


Dr. MADE SRI PRANA TENTANG PERMEN 2018: Penangkar & Penghobi Makin Resah dan Susah, Mungkin Hanya Oknum Pejabat/Petugas Tertentu yang Diuntungkan

Meski sudah tidak menjabat sebagai Ketua PBI lagi, nama Dr. Made Sri Prana sering dikait-kaitkan dengan keluarnya Permen 20/2018. Selain karena sikap resmi PBI yang menyatakan mendukung (meski dengan revisi), Made kebetulan pernah bekerja di LIPI.


SUGIYARTO KLATEN: Kalau Tak Ada Peternak, Jalak Suren Tinggal Nama Saja

Elemen peternak jalak paling mendominasi peserta aksi 148 di Klaten. Jumlahnya memang banyak, dan mereka secara langsung sudah merasakan dampak Permen 20/2018. Wajar bila saat ini mereka siap berteriak paling keras untuk menyuarakan penolakan.


AKSI DAMAI 148 SRAGEN : Kicaumania Tolak Permen 20/2018 dan Galang Bantuan Bagi Korban Gempa Bumi Lombok

Selain menyampaikan aspirasinya menolak Permen LHK No. 20/2018, massa Aksi Damai 148 di Sragen juga melakukan aksi menggalang bantuan untuk korban bencana gempa di Lombok.


AKSI DAMAI 148 BANDUNG: Kicaumania Tolak Permen 20/2018, BBKSDA Jabar Jamin Tak Akan Ada Razia

Ratusan kicaumania dari Bandung dan sekitarnya, melakukan Aksi Damai 148 yang menuntut dicabutnya Permen LHK No. 20/2018, di halaman depan gedung Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Jl. Gedebage Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018.


DAMPAK PERMEN 20/2018: BKSDA Jateng Jamin Siap Melakukan Pembelaan Bila Kejadian di Banyuwangi Terulang di Wilayahnya

Dalam beberapa hari ini, pemerintah terus berusaha menenangkan keresahan masyarakat karena Permen 20/2018, yang dalam lampirannya memasukan beberapa jenis burung dalam status perlindungan. Termasuk jalak suren, yang banyak ditangkar dan dipelihara.


AKSI 148 SOLO #1 : Resah dan Omzet Menurun, Pedagang Pasar Depok Tolak Permen 20/2018

Para pedagang burung yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pedagang Burung Surakarta (IKPBS) melakukan aksi damai menolak Permen 20/2018 di halaman depan Pasar Burung Depok, Solo, pada hari Selasa, 14 Agustus 2018.



AKSI DAMAI 148 TOLAK PERMEN 20/2018 DI KLATEN : Dikawal Polisi Bersepeda, Peserta Aksi Mengular 1 KM Lebih

Ribuan massa yang menamakan diri Gerakan Aksi Damai 148 Tolak Permen 20/2018 sejak Selasa pagi (14/8) mulai bergerak menuju alun-alun Klaten. Ada yang datang dengan kendaraan bak terbuka, truk, dan juga ada naik sepeda motor.


SURAT EDARAN DIRJEN KSDAE: Menunggu Turunnya Revisi, Pelayanan Dipermudah dan Gratis

Cerita tidak terbitnya surat angkut/karantina untuk murai batu milik Dedy Jaya Ban yang hendak dibawa dari Jambi ke Jakarta untuk lomba seharusnya tidak akan terjadi lagi. Hal ini termaktup dalam surat edaran dari Dirjen KSDAE yang diterima hari ini.


AKSI DAMAI 148 DI DAERAH #2: Solo Raya dan Jogja Gelar Aksi Akbar, Puluhan Bus Siap Berangkat ke Jakarta

Para peternak, penghobi, dan pedagang burung di Solo Raya dan Yogyakarta akhirnya akan menggelar aksi damai menolak Permen LHK 20/2018 pada Selasa, 14 Oktober. Mereka memusatkan titik aksi di beberapa titik. Ada yang di pasar. Ada yang ke BKSDA, dll.


DIALOG KM & KLHK: Pemerintah Sepakat Tidak Akan Menangkap Pemelihara Burung

Peternak dan penghobi burung boleh lega. Dalam dialog dengan Organisasi Kicaumania (KM), perwakilan pemerintah berjanji tidak akan melakukan tindakan hukum seperti penangkapan terhadap pemelihara burung. KM siap mendampingi bila ada urusan dengan petugas.


Mr. BAGYA & SIKAP RESMI PBI TERHADAP PERMEN 20/2018: Kami Terkejut, Permen Ini Terkesan Terburu-Buru, Revisi Jadi Target Kami.

Keluarnya Permen LHK 20/2018 mengejutkan banyak pihak. Ada sejumlah gejolak di masyarakat, ada yang menolak. PBI, salah satu organisasi yang sejak awal mengklaim konsen dengan pelestaruan pun mengaku terkejut, tetapi memilih jalan mediasi untuk revisi.


AKSI DAMAI 148 DI DAERAH #1: Ribuan Peternak dan Penghobi Klaten Siap Longmarch

Ribuan orang yang tergabung dalam Asosiasi Penangkar dan Penghobi Burung Klaten (APPBK) siap menggelar aksi damai pada Selasa, 14 Agustus 2018. Mereka akan berkumpul di alun-alun Klaten, sebelum bergerak menuju Kantor DPRD/ Pemda Klaten.


SEGERA TERBIT REVISI PERMEN 20/2018: Murai Batu, Cucak Hijau, Jalak Suren, dan Cucakrawa yang Sudah Dipelihara Sebelum Keluar Permen, Tidak Termasuk Dilindungi!

Keluarnya Permen nomor 20/2018 langsung menimbulkan reaksi pro kontra dari para kicaumania, terutama terkait jenis burung yang selama ini populer jadi peliharaan dan banyak dilombakan, ternyata dimasukkan dalam kategori dilindungi.


DI NEGARA-NEGARA INI TIDAK ADA LOMBA BURUNG: Toh Kepunahan Tetap Mengancam, Haruskah Pemelihara Burung Jadi Kambing Hitam?

Laporan yang dirilis IUCN Redlist tahun 2015, ada 5 besar negara yang tingkat kepunahan burungnya tertinggi di dunia. Indonesia masuk di dalamnya. Ternyata, 4 negara yang lain tidak punya tradisi memelihara, apalagi melombakan burung layaknya di sini.


BKSDA JAMBI AMANKAN 340 BURUNG KOLIBRI: Penyitaan & Pelepasliaran Saja Belum Cukup Jadi Solusi

Sebuah berita tentang disitanya 340 kolibri di Jambi dengan cepat tersebar luas. Baik link online maupun foto dari media cetak, kemudian viral di media sosial. Berita ini cukup meresahkan bagi sebagian kicaumania yang memiliki kolibri.


BENARKAN PEMERINTAH MELARANG MEMELIHARA BURUNG NON RING PADA 2020?: Baca Dulu Yang Satu ini

Dalam beberapa hari terakhir, beredar luas kabar bila pemerintah akan mengeluarkan larangan memelihara dan melombakan burung non ring atau hasil tangkapan alam. Penelusuran burungnews.com, Surat Keputusan (SK) terkait hal itu belum ada.


  • 1

  • 2

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp