Mr. TITO DS & Mr. KING. DUKUNG PENUH PIALA CISADANE 1


Mr. TITO DREAM SENGON

Kicaumania Bisa Akur, Apa Kabar dengan EO?

Mr. Tito memang masih relatif baru di kancah kicaumania, khususnya keikutsertaannya dalam berbagai lomba burung. Namun, tak perlu waktu lama baginya untuk memahami peta perburungan tanah air. Merasa makin betah dan nyaman karena semakin banyak teman.

Hal ini terungkap saat burungnews berkesempatan ngobrol dengannya di sela-sela event Radjawali Indonesia Cup, 7 April 2019 yang lalu, yang dilanjutkan di Piala Kajari Temanggung pada 14 Juli 2019. Ia juga menceritakan tujuannya secara umum dalam mengikuti berbagai lomba.

“Kalau saya hadir ke lomba, atau mengirimkan kru berikut beberapa jagoan mengikuti lomba,  tujuan utamanya untuk silaturahmi. Ketemu dengan banyak teman, atau karena saya masih relatif baru ya ingin mencari teman sebanyak-banyaknya. Bukan mentang-mentang kebetulan mau bikin lomba, terus hadir ke banyak lomba semata untuk menggalang dukungan,” ujarnya.

 

Mr. TITO. LOMBA BURUNG UNTUK SILATURAHMI, MAKIN BANYAK TEMAN

 

Salah satu buktinya, adalah bahwa di setiap lomba yang diikutinya, sesungguhnya tidak mengejar juara umum. “Di RI Cup misalnya, kami sempat tanya-tanya lebih dulu. Adakah lainnya yang hendak mengambil juara umum. Seandainya ada, kami Duta Dream Sengon tidak akan ambil. Setelah mencoba memetakan situasi, bertanya ke sana ke mari, disebutkan SF tidak pada ambil, malah mereka pada siap mendukung kami. Kalau sudah begitu, ya kami sangat berterimakasih. Ini mungkin salah satu “balasan” dari atas sana, karena kami punya niat ikhlas untuk silaturahmi, sehingga malah dapat bonus dukungan.”

Dari situ Tito pun berani menyimpulkan, banyaknya dukungan yang ia terima dari kicaumania yang berasal dari daerah berbeda, latar belakang berbeda, menunjukkan bila dari sisi para kicaumania sendiri, sesungguhnya sangat rukun, sangat akur, saling terbuka. Seperti tidak ada sekat yang menghalangi.

 

 

“Saya kira, ini salah satu hal yang membuat saya merasa nyaman terjun ke lomba burung. Hal seperti ini bakal membuat saya jadi semakin semangat dan betah untuk terus berkiprah, syukur-syukur bisa ikut andil memajukan dunia kicaumania.”

Tito lantas menyuarakan pertanyaan retoris. “Jadi, kenapa para EO justru sering bersitegang. Di media sosial sering mempertontonkan saling sindir-menyindir, bahkan beberapa juga secara vulgar.”

Lomba yang digelar secara bersamaan waktunya dalam jarak berdekatan, menurut Tito seharusnya bisa dihindari. “Lomba berbenturan, eh bersamaan, yang jadi korban juga kicaumania. Jadi bingung memilih harus ke mana. Keputusan datang ke lomba biasanya tak semata dengan pertimbangan akal, misal melihat kemasan yang lebih bagus. Hubungan baik dengan penyelenggara juga besar pengaruhnya."

 

NIATNYA SILATURAHMI, BUKAN MENGEJAR JUARA UMUM.

 

Padahal sering kali EO-EO tersebut sama-sama teman, kan membuat bingung. Beberapa yang punya banyak gaco dengan kru memadai, bisa saja membagi jagoannya ke beberapa event sekaligus. "Tapi itu hanya sebagian kecil saja yang kebetulan punya kemampuan mengirim gaco ke beberapa event sekaligus. Sebagian lainnya, saya kira jumlahnya lebih banyak, karena serba tidak enak, akhirnya malah memilih tidak datang ke semuanya.”

Ia mencontohkan event Dream Sengon Cup, yang awalnya juga ada event lainnya di waktu yang sama. “Lalu saya ambil inisiatif menggelar pertemuan, masa sih tidak bisa dirembug baik-baik. Nyatanya bisa kok. Kalau kita punya niat baik untuk membicarakannya, dengan cara yang baik-baik pula, pasti akan ketemu solusi, salah satu bisa mengalah. Kami juga siap memberikan dukungan untuk event-event lainnya itu.”

 

 

Tito mengaku tidak memilih-milih EO saat memutuskan hadir ke suatu lomba. “Yang kami utamakan adalah yang mengundang. Undangan itu pertanda kami dihargai, itu penghormatan. Jadi sebisa mungkin kami penuhi. “

Salah satu event yang jauh-jauh hari sudah menjalin komunikasi adalah Piala Cisadane 1. Meski pun cukup jauh di Tangerang, Tito mengaku berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan secara penuh.

“Sekali lagi, ke sana pun tujuan utama adalah untuk silaturahmi. Dukungan itu akan muncul dengan sendirinya kalau kita rajin silaturahmi. Sejauh ini, sudah banyak sekali teman-teman dari blok barat, bahkan juga dari luar pulau seperti Sumatera, siap merapat ke Dream Sengon. Kehadiran kami ke Tangerang diyakin bakal semakin menguatkan dan meneguhkan dukungan tersebut.”

 

 

Dukugan dari para kicaumania, kembali hadir saat Duta Dream Sengon merapat ke Piala Kajari Temanggung, Minggu 14 Juli. Poinnya pun tak terkejar oleh lainnya, sehingga menempatkan Duta Dream Sengon meraih Juara Umum BC. Sebelum menuju Tangerang, Mr. Tito akan kembali mengirimkan jagoannya untuk bersilaturahmi di Bupati Cup Kulonprogo (21/7), dan Bupati Cup Kebumen di kawasan wisata Goa Jatijajar.

Di balik rencana-rencana di atas, hari ini keluarga besar Dream Sengon juga berduka. Jago yang baru saja di-take over, murai batu Barracuda, mati hari ini (Senin 15/7). “Kami sangat berduka, sebab jagoan ini sangat diharapkan bisa memperkuat amunisi dan semakin menambah daya gedor."

Meski begitu, pihaknya tidak ingin terus larut dalam kesedihan. "Hidup harus jalan terus, demikian pula hobi. Kami percaya, seperti kata pepatah lama, mati satu akan tumbuh seribu. Pasti akan ketemu lagi jago-jago baru yang lebih mumpuni. Semoga itu tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, sebab selama ini kami terus memasang mata dan telinga lebar-lebar, agar bisa mendapatkan koleksi jagoan yang benar-benar sesuai dengan harapan besar kami.”

 

BROSUR BUPATI CUP KULONPROGO, KLIK DI SINI

BROSUR PIALA CISADANE 1, KLIK DI SINI

BROSUR TWISTER CUP SEMARNAG, KLIK DI SINI

KATA KUNCI: mr tito dream sengon dream sengon cup kicau mania itu pada dasarnya akur kenapa eo sering bersitegang

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp