JUVENTUS IN ACTION


KHOFIFAH CUP, 7

Setelah Tiga Kali Beruntun Zonk di Even PBI, Kacer Juventus Akhirnya Tembus Tiga Besar

Setelah tiga kali beruntun zonk di even PBI (Piala Pakualam 7, Piala Raja XX, dan Piala Walikota Jogja V), kacer Juventus milik Hendi Dewa Sakti SF akhirnya pecah telur dengan meraih juara ketiga kelas Grahadi B di Piala Gubernur Jatim - Khofifah Cup. Bagaimana ceritanya?

Di kalangan hitam putih mania blok barat, nama kacer Juventus milik Hendi - Dewa Sakti mungkin sudah tak asing lagi. Berbagai prestasi sudah diraih oleh gaco yang dibeli dari Agus Nasa ini seperti Ronggolawe Award 2019 (23/6), Anni Bakery Bird Champion (14/7), Piala Indonesia 3 (12/8), dan Bandung Lautan Api (30/9).

“Dulu beli dari Agus Nasa di Piala Mataram 2018, Mei 2018. Habis dibeli, sempat nggak jalan satu tahun lebih. Mungkin karena perbedaanan cuaca sama mabungnya telat. Ambrol-brol, cuma dicoba lagi nggak mau jalan. Dalam setahun itu, dia ambrol dua kali. Setelah ambrol kedua, langsung turun di Ronggolawe Award, juara satu empat kali. Performnya sudah balik lagi, malah lebih dari yang dulu,” ungkapnya.

 

MR. HENDI - DEWA SAKTI. KACER JUVENTUS MASUK 3 BESAR DI KHOFIFAH CUP

 

Datang ke Piala Gubernur Jatim - Khofifah Cup, Hendi - Dewa Sakti ingin membuktikan kualitas Juventus sebagai salah satu kacer papan atas, lintas blok dan lintas EO. Tiga kali zonk di tiga even PBI sebelumnya (Piala Pakualam 7, Piala Raja XX, dan Wakil Walikota Jogja 2) rupanya membuat Hendi makin tertantang.

“Tiga kali kita diundang itu amsyong, karena dia lemes. kemarin di Walikota Jogja, dia juga lemes, kecapekan. Pas Pakualam yang sebelum Piala Raja itu dia juga kecapekan, jadi lemes. Faktor istirahatnya yang kurang, jadi benar-benar harus istirahat,” lanjutnya.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai  TOPSONG.

 

Berawal dari pengalaman main luar kota yang mana Juventus tampil kurang maksimal, Ia meminta kruw Dewa Sakti SF berangkat hari Selasa dari Jakarta. “Selasa berangkat dari Jakarta, sampai di Surabaya hari   Rabu. Juventus ini istirahatnya harus benar-benar ekstra, selama ini saya nurunin Juve nggak pernah tiap minggu, kadang dua minggu sekali atau tiga minggu sekali.”

Istirahat ekstra dan adaptasi dengan cuaca Surabaya rupanya membuat penampilan Juventus lebih baik dari tiga even sebelumnya. Setelah menempati podium ketujuh di kelas Grahadi A, Juventus pecah telur dan berhasil menembus tiga besar di kelas Grahadi B. Di kelas Provinsi Hijau, Juventus kembali berhasil menempati urutan kesepuluh.

 

 

Untuk rawatan sendiri, Hendi mengakui sudah berubah dari rawatan lama. “Untuk perawatannya sudah berubah total, udah nggak pakai rawatan yang dari salatiga itu. Pertama karena perbedaan cuaca, kedua mungkin settingan lama memang sudah nggak cocok dipakai di Jakarta yang panas, Salatiga kan terkenal dingin. Umbaran udah nggak pakai sama sekali, maunya hanya jemur kenceng aja itu.”.

Meski belum menjadi yang terbaik, berhasil menembus tiga besar even sekaliber Khofifah Cup membuat Hendi senang sekaligus bangga. “Senang sekali, akhirnya Juventus bisa bawa pulang piala. Insyaallah kita akan turun ke berbagai gelaran bergengsi di blok barat, tengah, maupun timur,” pungkasnya.

 

JUARA KHOFIFAH CUP, LAP A,  KLIK DI SINI

JUARA KHOFIFAH CUP, LAP B,  KLIK DI SINI

BROSUR BALEKAMBANG KUMANDANG,  KLIK DI SINI

KATA KUNCI: khofifah cup juventus hendi dewa sakti

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp