ASOSIASI PENANGKAR BURUNG NUSANTARA (APBN)


ASOSIASI PENANGKAR BURUNG NUSANTARA (APBN)

Terbesar dengan Anggota Hampir 15 Ribu, Apa yang Sudah dan Akan Diperbuat?

“Para penangkar diundang dan dikumpulkan untuk makan-makan di hotel, dikasih seragam, terus foto-foto, ya banyak yang mau.” Begitu sejumlah tanggapan “nyinyir” di awal-awal berdirinya APBN yang diprakarsai H. Makhfud Solaiman, atau lebih akrab dipanggil sebagai H. Ebod.

Kini, hanya dalam waktu setahun, terhitung sejak Deklarasi Nasional pada 15 Desember 2018, APBN sudah memiliki hampir 15 ribu anggota para penangkar, tepatnya di angka 14.824. Jelas dan pasti bila ini adalah perkumpulan para penangkar terbesar di Indonesia, bahkan mungkin juga di dunia untuk organisasi skup satu negara.

 

DEKLARASI NASIONAL APBN, TAMAN WILADATIKA CIBUBUR 15 DES 2018

 

Kenapa begitu banyak penangkar yang tertarik bergabung APBN, apakah ada nilai tambah yang nyata setelah berada di dalamnya? Burungnews akan mengulasnya secara bersambung sepanjang tahun 2020 ini.

Keberadaan APBN secara resmi sudah ada sejak deklarasi pertama di Bandung pada 25 Agustus. Setelah itu, segera bermunculan deklarasi di banyak daerah yang lain. Dalam waktu sekitar sebulan saja, sudah bergabung ribuan penangkar.

 

 

Tentu bisa dimaklumi bila ada sebagian orang yang baper melihat perkembangan yang sangat pesat itu. Apalagi, kiprah dan arah APBN saat itu belum terlihat jelas. Namanya juga sesuatu yang baru berdiri. Bahkan, ada yang berpikiran ini akan jadi semacam ormas untuk menggalang massa, agar bisa menjadi salah satu kelompok penekan.

Setelah melewati satu tahun, beragam dugaan miring itu tidak terbukti. APBN mulai menunjukkan jati dirinya. Sejumlah burung hasil tangkarannya mulai unjuk gigi, mulai lomba trotol hingga lomba suara (kendati masih level pemula).

 

 

Beragam inovasi juga sudah dilakukan, termasuk memanfaatkan IT sesuai kemajuan jaman yang makin modern. APBN, satu-satunya organisasi penangkar di tanah air yang sudah memanfaatkan QR Code untuk memverifikasi dan mendeteksi burung yang mengenakan ring APBN. Tentu bukan sembarang ring, harus ring khusus yang ada kode barcode-nya.

Meski lahirnya APBN disebutkan oleh H. Ebod sebagai reaksi atas keluarnya Permen LHK 20/2018, tetapi idenya ternyata sudah ada sebelumnya.

 

Jangan sampai ketinggalan sama yang lain. Segera dapatkan TWISTER di kios-kios terdekat. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Menurut Koordinator Nasional APBN Dody Naga, hal itu bermula saat pelepasliaran Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat. Sejumlah tokoh kicaumania nasional yang hadir waktu itu, di antaranya Bapak Teten Masduki, Bapak H. Lukmanul Hakim, Bapak Wowo, Bapak Joni, Bapak Hany Faroko, selain H. Ebod serta dihadiri oleh Bapak Ir. Wiratno dari Dirjen KSDAE kementrian LHK.

Saat itu muncullah usul dari Pak Teten Masduki untuk dibentuk Asosiasi Penangkar Burung Nusantara. Usulan ini langsung sambut oleh Bapak H. Makhfudz Solaiman, dengan menjadi inisiator untuk membentuk APBN.

 

 

Hampir bersamaan dengan itu terbit Peraturan Menteri LHK nomor 20/2018 (ditetapkan pada 29 Juni oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, diundangkan pada 11 Juli 2018) yang isinya memasukkan 3 jenis burung yang banyak dipelihara, dilombakan, bahkan terbukti sudah bisa dibreeding secara massif, seperti Murai Batu, Cucak Rawa, dan Jalak Suren ke dalam daftar burung yang dilindungi.

Hal ini sangat meresahkan para penangkar burung dan kicau mania pada umumnya. “Kita kemudian mendata dan membuktikan kepada pemerintah bahwa ketiga jenis burung tersebut sudah mampu ditangkarkan secara massif oleh para penangkar di negeri kita. Kita menggelar demo menolak permen secara serentak di berbagai daerah,” ujar Dody Naga.

 

DODY NAGA, H EBOD, BREWOK

 

Embrio APBN lainnya adalah terbentuknya FKMI (Forum Kicau Mania Indonesia) yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh kicaumania di Jakarta pada 9 Agustus 2019. Pada sambutannya saat itu, H. Ebod juga sudah menyebutkan nama APBN.

Begitu dideklarasikan, Visi dan Misi APBN tentunya sudah ditetapkan. Isinya adalah, perlunya membentuk suatu wadah Asosiasi bagi para penangkar burung Endemik Indonesia yang berbadan hukum resmi dan didaftarkan ke Kemenkumham. APBN akan menjadi wadah silaturahmi penangkar, saling memberikan informasi dan solusi masalah penangkaran di intern dan ekstern APBN.

 

Jangan lewatkan event legendaris ini. Segera pesan tiketnya, atau ketinggalan kereta karena tiket akan segera habisss... SWEET VALENTINE (17th From Jogja Istimewa with love). Gelaran tahunan kebanggaan PBI dan kicaumania tanah air, semua kelas HADIAH UTUH TANPA POTONGAN. Semua kelas murai batu, anis kembang, cucak rawa, branjangan, WAJIB HASIL TANGKARAN / RING. Lomba rampung jam 18.00. Selengkapnya, KLIK DI SINI.

 

Ke depan, APBN juga akan dan siap menjadi partner pemerintah atau pihak terkait yang akan duduk bersama bilamana pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan hukum yang berkaitan dengan penangkaran burung berkicau endemik Indonesia. [bersambung, konfirmasi berita 08170251279].

 

BACA: FKMI, TOLAK PERMEN, SIAPKAN CLASS ACTION DAN DEMO BESAR 

BACA: APBN, BEGITU CEPAT TUMBUH DAN BESAR, KE MANA ARAHNYA?

BACA: JELANG DEKLARASI NASIONAL, 2.200 PENANGKAR BERGABUNG, SIAP JADI MITRA LHK

BACA: H EBOD, TARGET 2020, SUDAH BISA GELAR LOMBA MURAI BATU KHUSUS RING APBN

BACA: PERESMIAN KAMPUNG RAMAH BURUNG PERTAMA DI KEBUMEN

KATA KUNCI: asosiasi penangkar burung nusantara apbn h ebod

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp