(ILUSTRASI) TANPA BENDERA STAR, UPIN JADI JUARA TANPA MAHKOTA


SUPREMASI JOGJA ISTIMEWA #3 + VIDEO

Kacer Upin Juara Tanpa Mahkota, WW Salut Ketegasan Panitia Terapkan Bendera Star

WW Angga tampak tegang saat menyaksikan langsung penampilan kacer Upin yang lagi garang-garangnya. Ia juga mengamati lawan-lawannya juga. Menjelang akhir penilaian, beberapa temannya menyalami sambil membisikkan ucapan selamat. Ia dibuat melongo saat Upin tak dapat koncer sama sekali.

Mukanya langsung memerah. Bersama Waqi, Ia tampak sekali menahan geram. Setelah ditanyakan team juri, ternyata karena Upin tidak dapat bendera star, alias dianggap terlambat menggantang. “Jujur, awalnya rasanya campur aduk antara marah, jengkel, kecewa, sakit hati, sedih, sampai pengin nangis.”

 

 

 

Setelah dilihat duduk masalahnya, ternyata Upin yang sudah digantang sempat diturunkan lagi dan pindah ke gantangan kosong di dekatnya yang dianggap lebih ideal. “Nah saat memindahkan ke gantangan itulah hitungan dinyatakan selesai, terus petugas sudah meninggalkan arena.”

Secara teknis, ini memang bisa disebut kesalahan pihak WW sendiri. “Memang secara formal kami yang salah. Seharusnya pindahnya nunggu bendera star dulu.Tapi situasinya saat itu kan memang tergesa-gesa, ada kekawatiran gantangan itu diisi oleh burung lainnya, ada ketegangan juga pada kru. Jadi, saya juga tak bisa menyalahkan kru juga. Ini buat pengalaman bagi kita dan yang lain, kalau turun di even-even yang menerapkan bendera star dengan ketat.”

 

MESKI TANPA MAHKOTA, WW MASIH MENYIMPAN KEBANGGAAN PADA UPIN

 

Kalau sudah tidak ada bendera star di bawahnya, juri memang akan melewatinya begitu saja, dianggap tidak ada burungnya. Itulah yang dialami Upin di sesi awal Kacer pada gelaran prestis Supremasi Jogja Istimewa, Minggu 17 Februari 2019 di Lapangan Pemda Sleman.

Meski sempat jengkel dan kecewa, pada akhirnya WW Angga mengaku harus bisa menerima kenyataan ini. “Ya aturan mainnya memang begitu, mau komplain seperti apa juga tidak bisa mengubah hasil. Semoga ketegasan seperti ini juga diterapkan di semua kelas dan sesi, bahkan di semua even PBI lainnya, tanpa pilih-pilih itu burung siapa.”

 

 

Meskipun begitu, WW sebenarnya pantas bangga dan puas, bila melihat fakta Upin mau tampil garang dan maksi. Lepas dari soal bendera star, banyak kacer mania yang melihat langsung memberikan apresiasi. Yang tidak datang kemudian juga memuji penampilannya setelah melihat video yang diambil oleh Panji Wiguna, yang atas ijinnya kemudian ditayang ulang oleh burungnews.

 

NUKILAN VIDEO UPIN DI JOGJA ISTIMEWA:

 

“Video itu hanya buat show saja sih, hanya untuk melihat penampilan yang bersifat tunggal. Kita bisa mengatakan penampilannya sangat bagus, atau kurang, dan semacamnya, tapi jangan ditambahi layak juara dan semacamnya, karena kita tidak bisa melihat video lawan-lawannya sebagai pembanding,” ujar WW.

Apresiasi dan pujian yang terus datang silih berganti ini diakuinya sedikit bisa menghibur hatinya. “Di sesi berikutnya penampilan Upin memang sudah tidak lagi sesangar yang pertama. Mungkin rasa gundah kami juga nyetrum ke dia. Tapi ya tidak apa-apa. Inilah lomba burung. Kita harus segera melupakan peristiwa yang kurang enak ini, harus segera move on untuk bersiap ke even berikutnya.” [maltimbus]

 

 

Siapa tak mengenal H. Suwadi dari Klaten. Namanya sangat disegani sebagai breeder dan pengorbit murai batu jawara. Simak bagaimana ia mendongkrak perfoma jagoannya, sekaligus juga melindungi burung dari beragam penyakit.

[Dapatkan QUATRICK di kios terdekat atau hubungi 0813.2799.2345 (eks karesidenan Banyumas-Kedu), 0817.0251.279 (DIY dan sekitarnya), 0815.7833.9142 (Boyolali, Semarang, dan sekitarnya), 0853.2521.6660 (Solo Raya), 0811.3010.789 (Jombang dan sekitarnya), 0857.3383.2888 (Surabaya dan sekitarnya), 082242605493 (Banyuwangi dan sekitarrnya)].

 

 

KATA KUNCI: kacer upin ww angga

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp