SERAH TERIMA MB SUPERMAN, DARI ALEX KE H.M. HIDAYAT BATUBARA


PIALA RAJA KE-21, #1

Siapa yang Dorong-Dorong untuk Beli Superman, H. Muh. Hidayat Bicara Blak-Blakan + VIDIO

Mega transfer murai batu senilai 1 milyar memang begitu mencuri perhatikan kicaumania. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pun sudah memeriksa kebenaran informasi ini, hingga memutuskan mencatatkan sebagai pemecah rekor transaksi murai batu termahal.

Pertanyaan yang ada di benak banyak kicaumania pun bukan lagi apakah transaksi ini benar atau hanya gimik untuk cari sensasi, tetapi pada bebera hal lain yang lebih rinci. Sebagian besar kicaumania tanah air memang baru mengenal sosok si penerima sertifikat MURI, H. Muh. Hidayat Batubara (H. MHB). Beliau terkesan orang baru di dunia burung berkicau.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Sesuatu yang sangat disadari dan dimaklumi oleh beliau. “Iya saya bisa memaklumi, banyak sekali kicaumania yang sebelumnya tidak mengenal, lalu menganggap saya ini orang baru. Tidak sepenuhnya salah, tapi perlu dilengkapi informasinya, orang baru stok lama, ha ha ha,” ujarnya sambil tertawa.

Menyandang label “baru”, tentu membawa sejumlah konsekuensi. Melekat anggapan bila beliau belum begitu paham tentang dunia burung berkicau, terutama terkait tentang kualitas burung, standar burung bisa juara, dan semacamnya.

 

H. MUH. HIDAYAT BATUBARA BERBINCANG DENGAN H. BAGYA RAKHMADI

 

Bagaimana bisa “orang baru” kok sampai berani merogoh kocek hingga 1 milyar untuk membayar seekor burung murai batu? Banyak yang berpikir pasti ada orang di sekitarnya yang mendorong-dorong, mengkondisikan, dan meyakinkan bila Superman memang burung yang paling layak dibeli. Siapa dia?

Burungnews.com mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mengorek informasi langsung dari H. MHB. Obrolan santai itu berlangsung Minggu 28 November pagi, dalam perjalanan dari hotel Marriot tempat beliau menginap menuju lokasi lomba Piala Raja, Taman Candi Prambanan.

“Sesungguhnya saya itu stok lama, tapi memang baru belakangan ini muncul lagi dan kemudian jadi lebih terlihat. Mungkin orang sekarang menyebutnya reborn, yang terlahir kembali. Wajar banyak yang berpikir saya ini orang baru di dunia berkicau. Kiprah saya sebelumnya, memang bisa dikatakan senyap, jauh dari publikasi media hobi. Waktu itu belum ada perkembangan teknologi media baru (new media) seperti sekarang. Akses terhadap media hobi burung buat banyak kicaumania seperti kami di Sumatera itu terbatas.”

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

H. MHB sesungguhnya mulai berkecimpung memelihara burung berkicau sejak tahun 97-an, awalnya memang sebatas memelihara untuk dinikmati suaranya di rumah. Ditelisik lagi, jauh sebelum itu, H.MHB sudah menyukai binatang piaraan.

“Sejak kecil, sejak masih anak-anak, hidup saya memang tidak bisa dipisahkan dengan binatang piaraan. Saya penggemar binatang piaraan, juga hal-hal yang berada di alam. Sejak kecil saya sudah mulai bisa memilih dan memutuskan mana yang saya sukai. Seiring bertambahnya “jam terbang”, kesukaan itu muncul berbarengan dengan kualitas yang bagus. Apa yang saya sukai, secara tidak langsung menunjuk pada sesuatu yang secara kualitas bagus.”

 

MERAYAKAN KEMENANGAN. JUARA 1, 1, 1, 2, MENYEMPURNAKAN SERAH TERIMA BURUNG DAN PIAGAM MURI

 

H. MHB mulai beli burung, beli, beli, dan beli lagi. “Lama-lama rumah jadi penuh burung. Anak saya pernah juga berkomentar, katanya kok rumah kita seperti kebun binatang. Kami tertawa menanggapinya. Iya juga, mungkin dia benar. Merawatnya mulai repot juga. Tapi namanya hobi, senang, ya sulit dihindari.”

Mulai dekade 2000-an akhir, lomba burung mulai merambah daerah-daerah di Sumatera Utara. Hal ini juga membuat H. MHB mulai tertarik juga, lalu mulailah beli burung yang sesuai standar lomba. Nyatanya memang mulai sering juara di lomba-lomba setempat.

Pada tahun 2010, H. MHB dipercaya menjadi Ketua BNR Sumatra Utara yang pertama. Waktu itu ditunjuk langsung oleh Bang Boy dan pak Sutiyoso. Pada saat awal kepemimpinannya itulah, digelar lomba akbar Piala Raja Sumatera di kampus USU Medan.

“Karena kesibukan yang semakin padat, pada 2011 dan seterusnya saya memang harus pelan-pelan menepi dari aktivitas lomba burung. Secara formal, tampaknya cukup lama ya tidak tampak di lapangan-lapangan burung.”

 

 

Kesukaan pada burung yang sudah begitu dalam, sudah merasuk ke dalam jiwa, membuat H. MHB tidak bisa meninggalkan hobi ini begitu saja. “Kalau orang sudah jatuh cinta pada sesuatu, hingga mendarah daging, meskipun kita sempat lama meninggalkannya, pasti pengin kembali lagi. Kita tidak akan bisa melupakan begitu saja. Sebenarnya selama masa itu, masa saya tidak turun lomba, saya masih tetap kumpul-kumpul dengan teman kicaumania, tetap sering nongkrong ke kios-kios burung, ngopi, ngobrol lah terkait burung. Relatif masih terus update perkembangan, masih update ilmu perburungan, ha ha ha.”

Selalu ada momen yang membuat kita teringat, terkenang, dan ingin kembali pada dunia yang benar-benar disukainya. “Itulah yang belakangan terjadi lagi pada saya hingga akhirnya kembali mencebur pada hobi burung berkicau. Bukan sebatas kumpul, ngobrol, ngopi, dengan teman-teman burung berkicau ya. Saya mau mencebur serius, tidak tanggung-tanggung.”

 

 

H. MHB merasa perlu melakukan semacam lompatan. Jaman sudah berubah, demikian juga umur. Beliau tidak mau habis waktu hanya untuk mencoba dan mencoba sampai ketemu burung yang benar-benar disukainya.

“Saya sempat diskusi dengan teman-teman sehobi, termasuk ada yang dari Jawa. Kesimpulannya, standar burung yang bagus, juga trend yang pada sekitar 8 tahun lalu saat kami masih lomba, dengan yang berlaku saat ini, sudah berkembang dan berubah. Lalu teman-teman ya ada semacam nantang, terus burung macam apa yang akan dicari. Saya pun jawab, burung saya cari harus yang bergelar MSI, bukan Magister Science yah, tetapi Maha Super Istimewa, ha ha ha.”

Sebagai gambaran sejauh mana pemahaman H. MHB pada kualitas burung, pada saat masih aktif lomba tahun 2010an, di hadapan Bang Boy dan Sutiyoso, pernah memilih burung yang sedang bertanding. “Waktu itu sudah lebih separuh jalan penilaiannya, juri belum membuat keputusan. Saya tunjuk ada satu burung yang menurut saya bagus dan mau saya beli. Ternyata masuk 3 besar. Artinya standar mata dan telinga saya sudah mendekati lah dengan standar para juri, yang ilmunya tentunya kita anggap sudah pakar dalam hal menilai dan memilih burung yang bagus dan layak juara.”

Menurut H. MHB, ada beberapa teman yang kemudian mencoba memberikan usulan, memberikan masukan, burung-burung yang sekiranya masuk sesuai dengan yang sedang saya cari. “Sekarang kan beda dengan dulu, ada teknologi yang sangat membantu. Jadi untuk memeriksa burung sesuai kriteria yang saya cari, tidak harus melihat langsung di lapangan, atau membawa burung ke tempat saya buat ditampilkan. Dengan teknologi media saat ini, kita bisa melihat burung-burung yang berada jauh, yang kita bahkan tidak tahu itu burung milik siapa, dari mana, dan di mananya.”

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon/voucher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER (burung berkicau, lovebird, perkutut, merpati) dan/atau NICE (anjing, kucing). Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda MOTOR, hingga MOBIL baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021. (Kupon yang baru diterima setelah 31 Desember, tetap berlaku, hadiah bisa diurus lewat kios/agen tempat membeli pakan tersebut)

 

Singkat cerita, H. MHB mulai banyak melihat vidio-vidio burung murai batu. Dari sekian banyak vidio yang ditonton, beliau mengaku begitu terhenyak saat melihat aksi Superman. Beliau pun terus mencari vidio-vidio Superman lainnya, termasuk pada aksi-aksi yang terakhir. Salah satu yang menjadi penentu, vidio di Balekambang Kumandang (14/11) yang tertaut dengan berita di burungnews.com.

“Dari Vidio Superman, saya merasa langsung masuk, saya langsung bilang pada diri sendiri, nah ini dia burung yang saya cari-cari, yang paling memenuhi kriteria MSI. Lalu kami mencoba mencari-cari kontak siapa pemilik dan seterusnya. Keyakinan semakin bertambah, semakin merasa teguh dan mantap untuk mengambilnya, setelah melakukan komunikasi langsung dengan pak Alex. Saya langsung merasa adem, langsung mencul trust. Padahal kita baru kenal, belum pernah ketemu.”

Setelah basa-basi dan kemudian terjadi semacam kesepakatan awal, H. MHB menceritakan bila Alex pun merasa seperti tidak sadar sudah menyerahkan Superman kepadanya. “Setelah kami sepakat, pak Alex berkata kalau dia merasa seperti tidak sadar sudah deal menyerahkan Superman pada saya. Saya bilang, itu yang namanya jodoh.”

 

 

Apakah selama proses “penting” itu ada yang mendorong-dorong, mencoba meyakinkan, meneguhkan, mengkondisikan, bahwa Superman memang burung yang tepat untuk dibeli, dengan harga yang fantastis itu?

“Tidak ada, itu proses yang saya putuskan sendiri, itu murni pilihan sendiri. Saya merasa membayar sesuatu sesuai dengan kualitas, mungkin orang Jawa bilang ada ada harga ada rupa. Ini pembelian yang bagus, saya puas. Prosesnya juga tidak panjang dan bertele-tele, hanya sekitar 20 menitan. Itu terjadi kalau tak salah pada 16 November, dua hari setelah penampilan terakhir di kota Solo. Selain nonton di youtube, saya sempat minta tolong dimintakan file asli ke burungnews.”

Sebagai penggemar burung lawas, H. MHB tentu saja sadar namanya burung punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, alias tidak ada yang benar-benar sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik yang di atas. Demikian pula Superman, ia adalah makhluk yang bernyawa, bukan robot. Adakalanya akan tampil sangat baik, pada saat yang lain bisa kurang, meski menurut kita sedang dalam kondisi. 

 

 

“Itu burung yang paling memenuhi kriteria MSI, saya sangat menyukai dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Suatu saat, kalau ketemu lagi ada Superman 2, Superman 3, dan seterusnya, kenapa tidak. Sebenarnya saya suka pada burung berkicau secara umum, seperti anis merah misalnya. Untuk saat ini, sementara fokus pada murai batu dulu, burung yang juga menjadi ikon Sumatera, tempat saya lahir dan dibesarkan. Apa yang saya lakukan ini saya harapkan bukan sekadar menjadi kebanggaan kicaumania di Sumut khususnya dan Sumatera pada umumnya, tetapi juga menadi pemicu semangat dan motivasi para kicaumania di seluruh tanah air, sedikit banyak bisa memajukan dunia hobi burung.”

Beberapa lomba pun sudah dibidik untuk diikuti. “Bila tidak ada halangan, burung kondisi, Superman ingin turun lagi di Presiden Cup. Semoga saya juga bisa ikut mengawal langsung. Oh ya, awal tahun kami juga mau bikin event besar, Insya Allah hadiah mobil. Saya juga akan undang teman-teman Jawa buat datang ke Medan. Saya juga sudah umumkan kepada teman-teman kicaumania khususnya di Sumatera, kalau saya buat lomba, burung saya termasuk Superman, saya pastikan tidak akan turun. Kalau saya yang buat lomba, ya juara atau hadiah buat para kicaumania semuanya, bukan mau saya ambil lagi buat sendiri. Insya Allah itu pasti.” [maltimbus]

DATA JUARA PIALA RAJA 2021, KLIK DI SINI

BROSUR DAN AGENDA LOMBA BERIKUTNYA, KLIK DI SINI

 

VIDIO WAWANCARA DENGAN H. MUH. HIDAYAT BATUBARA:

 

VIDIO REKOR MURI, MURAI BATU TERMAHAL 1 MILYAR:

 

VIDIO SERAH TERIMA MB SUPERMAN:

 

PENASARAN PENGIN LIHAT SUPERMAN SAAT PERTAMA TURUN DI LOMBA BESAR?

 

SALAH SATU AKSI TERBAIK MB SUPERMAN:

 

KATA KUNCI: h. mhd batubara h. mhb h. muh hidayat batu bara murai batu superman piala raja 2021

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp