SUASANA DIKLAT ANGKATAN 35 OJI


ORIQ JAYA INDONESIA (OJI): Gelar Diklat Angkatan 35, Kini Memiliki 804 Juri

Oriq Jaya Indonesia (OJI) baru saja menggelar Diklat Angkatan ke-35 pada Sabtu 5 September. Berlokasi di Banjarpatroman, Jawa Barat, dilanjutkan gelaran Piala Priangan Timur pada hari Minggu 6 September. Saat ini OJI memiliki 804 orang juri.

Peserta Diklat sebanyak 43 orang yang berasal Lampung, Purwakarta, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Majenang, dan Yogyakarta. Di saat yang sama, sekaligus dilakukan pengesahan DPC Kabupaten Cilacap.

 

PARA MENTOR SEDANG MENGISI DIKLAT JURI OJI

 

Bertindak sebagai pengisi atau mentor diklat, adalah bapak Suryono selaku Ketua Umum yang berasal dari Lampung, H. Engkus selaku Ketua I Juri Oriq Jaya yang berasal dari Cianjur, Adang selaku Ketua 2 Juri Oriq, dan Anton selaku Sekjen Oriq Jaya dari Cikarang Bekasi yang khusus menjadi mentor penilaian love bird.

“Gelaran Diklat ini untuk mengikuti permintaan dari daerah-daerah yang semakin membutuhkan SDM juri, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan organisasi. Alhamdulillah, keberadaan EO OJI semakin bisa diterima oleh kicaumania di berbagai daerah, sehingga meskipun pelan, tetapi cabang-cabang baru akan terus bermunculan,” jelas Suryono kepada burungnews.com.

 

 

Para peserta juga tidak asal daftar, bayar, lalu lulus. “Para peserta diklat hampir semuanya sudah punya jam terbang dan berpengalaman menjadi juri, umumnya independen. Jadi pada dasarnya sudah punya kemampuan dasar dalam menilai burung berkicau, termasuk love bird. Di diklat, kami banyak diskusi untuk mendekatkan pemahaman, sekaligus menyesuaikan dengan pakem yang berlaku di Oriq,” jelas H. Engkus.

Ya, untuk bisa mengikuti diklat, wajib membawa rekomendasi dari DPC atau DPW setempat, serta sedang tidak bergabung dengan EO Nasional. Rekomendasi DPC atau DPW itu, tentu saja susah melalui pemantauan dan menjadi screening awal, baik dari sisi kecakapan teknis, integritas, hingga kondisi sedang tidak bergabung dengan EO Nasional lainnya.

 

ANTOK PETIR, SALAH SATU PESERTA DARI JOGJA

 

Hasil dari Diklat, kemudian langsung diterapkan saat dicoba untuk bertugas di event Piala Priangan Timur, sehari sesudahnya. “Jadi kami beri kesempatan, tentu saja ada catatan dan rapor dari team mentor dan pengawas lomba, yang setelah lomba rampung juga ada forum evaluasi,” imbuh Suryono.

Salah satu sosok peserta diklat adalah Antok Petir dari Yogyakarta. Meski masih cukup muda, Antok sebelumnya sudah malang melintang menjadi juri di berbagai gelaran di Jogja dan sekitarnya, bahkan sesekali juga dipanggil ke luar daerah.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Para kicaumania di Jogja dan sekitarnya juga segan pada Antok. Sebelum aktif menjadi juri, Antok memang sudah terlebih dahulu menjadi kicaumania sejak awal dekade 2000an. Selain pemahamannya pada burung bagus, pergaulannya juga luas.

“Tapi kalau sudah berada di lapangan, mau teman dekat atau yang kebetulan belum kenal, sama saja. Perhatian kita pada burung tetap kita upayakan seteliti dan seadil mungkin. Pokoknya ikuti hati nurani,” tandasnya.

 

PESERTA DIKLAT JURI OJI, BERSAMA PANITIA DAN MENTOR

 

Semakin banyaknya team juri sekaligus juga cabang, membuat kerja organisasi menjadi semakin berat. “Karena setelah lulus dan disahkan jadi juri, kami tentu saja tidak bisa lepas begitu saja. Harus tetap dipantau, dijaga, dan dikelola dengan baik agar tetap solid dalam kesatuan wadah OJI. Tapi ini adalah tantangan bagi kami kalau memang ingin maju dan berkembang,” tandas Suryono lagi.

Saat ini, OJI memiliki 53 Cabang atau DPC, yang berada di bawah koordinasi 16 DPW. Jumlah yang cukup besar untuk EO yang masih relatif baru.

 

 

Di OJI sendiri, para juri masih diijinkan bertugas di luar Oriq, lebih tepatnya event-event independen, sejauh dalam satu pekan baru bertugas satu kali di event-event Oriq. Namun bila dalam sepekan sudah bertugas dua kali atau lebih, maka sudah tidak diijinkan lagi bertugas di EO Independen.

Gelaran Piala Priangan Timur juga berlangsung ramai dan meriah. Para peserta tidak hanya datang dari wilayah Priangan Timur saja, datang juga dari wilayah Jawa Tengah seperti Majenang, Sidareja, Cilacap, serta wilayah Kabupaten Banyumas.

 

PIALA PRIANGAN TIMUR, KEMERIAHANNYA BERLANJUT DI PIALA KOTA KEMBANG 3

 

Saat ini, keluar besar OJI sedang mempersiapkan gelaran akbar yang sudah rutin digelar tiap tahun, yaitu Piala Kota Kembang. Rencananya, event yang ke-3 akan digelar pada 8 November 2020 di Lapang Gold Lanud Sulaiman itu membuka kemasan fantastis dengan hadiah utama satu unit mobil selain menyiapkan tropi yang benar-benar eksklusif.

“Sudah banyak sekali yang bertanya-tanya. Dalam waktu dekat brosur beredar, Anda yang akan ikut event ini mesti segera memesan tiketnya kalau mau kebagian,” kali ini dijelaskan oleh Sekjen Oriq Jaya Indonesia Mr. Anton. [maltimbus]

 

WASPADA dengan produk yang logonya MIRIP, dibaca/dilafalkan dengan cara yang SAMA, tetapi BUKAN produk yang dikeluarkan TOPSONG. Lihat selengkapnya DI SINI.

 

 

KATA KUNCI: oriq jaya indonesia diklat angkatan ke-35 piala priangan timur piala kota kembang 3

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp