VICKY V, YUNUS PS DAN KRU, BORONG TROPI JOGJA ISTIMEWA

JOGJA ISTIMEWA, #6

Di Tengah Cuaca Buruk, MB Singalaga Tampil Stabil dan Borong Juara, Termasuk Runner Up Kelas Utama

Aura prestis dan betapa melegenda serta pentingnya event 20th Jogja Istimewa, bergaung hingga jauh ke pulau Dewata. Di antara kesibukannya, Vicky Vijaya meluangkan waktu secara khusus melawat jauh hingga ke Jogja, Minggu 12 Februari 2023 yang lalu.

“Ini memang event yang begitu penting, prestis, legendaris. Rasanya kok kurang lengkap kalau tidak hadir. Bukan semata mengirim burung dan kru, saya juga ingin mendampingi secara langsung. Kebetulan juga ada janji ketemu dengan beberapa sahabat juga,” ujar Vicky kepada burungnews.com.

Vicky mengandalkan salah satu jago andalannya, murai batu Singalaga, jago muda usia yang baru selesai mabung. Sebelumnya, Singalaga sudah merebut juara di event-event akbar baik di Bali maupun Jawa.

 

VICKY BERSAMA YUNUS PUTRA SIRIP CILACAP

 

Di Balekambang Kumandang bersama PBI Solo (13/11/22), Singalaga dua kali meraih runner up, di bawah Bromo milik Andri Bolang dan Mandalika milik Erick LM. Singalaga waktu itu kalah tos dengan Bromo di kelas utama tiket 2 juta, sama-sama mendapatkan 3 bendera A dan 1 bendera B.

Satu gaco lainnya, Matsuro, masih belum pulih dari mabung. Pada event Jogja Istimewa tahun lalu, menurunkan Matsuro, merebut juara 1, 3, 3. Di Piala Raja tahun lalu, Matsuro juga masih bisa tembus juara 1. Sempat pindah tangan ke Rudy BFM, kemudian ditebus balik oleh Vicky.

“Matsuro masih ngurak. Kita siapkan lagi turun di Piala Pakualam, semoga mau tampil baik dan kembali mempersembahkan tropi terbaiknya.”

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Singalaga memang masih muda, baru tiga kali urakan. Di lomba Jogja Istimewa, diturunkan sebanyak 6 kali. Podium semua. Bila diurutkan sesuai sesi turun/jadwal, hasil yang diraih adalah juara 1, 2, 3, 4, 3, dan 1. Hasil menunjukkan secara power dan stabilitas luar biasa.

“Ini penampilan debut setelah mabung. Belum pada perfoma mendekati 100 persen tapi hasil akhir sudah sangtat membanggakan. Nanti setelah bulu makin kerrang, optimis bisa didongkrak lagi perfomanya. Hasilnya pun optimis akan lebih baik lagi.”

Perfoma Singalaga memang belum bisa sampai pada yang terbaik, selain karena bulu muda, juga faktor cuaca yang benar-benar kurang mendukung. Nyaris sepanjang hari, sejak sesi 4 hingga selesasi, terus diguyur hujan.

 

KRU KIKI BERSSAMA SINGALAGA. CUACA BURUNG TETAP TAMPIL STABIL

 

Paling terkena faktor cuaca, adalah jagoan lainnya, cucak hijau Vodka. Masih lumayan, bisa masuk 10 besar di salah satu kelas. Lainnya zonk, bukan karena kurang kerja, tapi memang benar-benar tidak kerja, sebagaimana juga terjadi hampir pada semua lawan.

Meraih prestasi dan tropi dari event seprestis Jogja Istimewa membang membawa kepuasaan dan kebanggaan tersendiri. “Nilai kepuasan dan kebanggaan itu kan tidak bisa dinilai dengan uang. Makanya kita mau jauh-jauh ke Jogja, itu kan harus berkorban waktu, biaya, tenagak pikiran. Tetapi semua itu rasanya terbayar lunas dengan hasil yang membanggakan ini. Kalau kita sudah merasa puas, bangga, buat bekerja besuknya kan mood juga jadi bagus, hasil kerja lebih produktif.”

Gelaran Jogja Istimewa kali ini berbeda dengan event-event PBI lainnya. Inilah yang paling “berani” dengan memasang kursi peserta hanya berjarak 2,5 meter dari burung paling pinggir di gantangan. Dengan lay out seperti ini, peserta bisa ikut menikmati, memantau, dan mendengar suara burung di semua sisi dengan cukup baik. Juri pun tidak akan berani main-maing, harus benar-benar memilih yang terbaik sesuai fakta lapangan.

 

KATA KUNCI: mb singalaga vicky vijaya vijaya sf mb matsuro 20th jogja istimewa

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp