BINTORO (TENGAH) & REKAN-REKAN. KACER ADIPATI MASIH TANGGUH


TRIBUTE TO HELMY SUYUTI AJIBARANG-BANYUMAS, #2: Lagi, “Kakek” Adipati Raih Double Winner + Vidio

Julukan si tua-tua keladi tampaknya makin absah disematkan pada kacer Adipati. Penampilan memukaunya di Klaten Vaganza (RGN), Radja Cup (RGN), Anniversary Sobat DF Surabaya (BnR), Piala Bung Karno Blitar (NZR), kembali ditunjukkan di Tribute to Helmy Suyuti Banyumas (RI)

Kendati usia jauh lebih tua, namun performanya mengendur, tidak kalah dibanding puluhan lawan yang secara usia jauh lebih muda. Bahkan, Adipati masih dan makin menjadi momok menakutkan di kalangan kacer mania.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Gelaran Tribute to Helmy Suyuti yang diusung Radjawali Indonesia DPC Banyumas pada Minggu, 13 September 2020 benar-benar menghadirkan burung-burung papan atas tanah air. Salah satunya kacer Adipati milik Mr. Deko Samarinda.

Adipati, boleh jadi petarung kacer paling senior saat ini. Jago-jago sebayanya sudah menyingkir dari gantangan, entah hanya jadi burung klangenan di rumah, masuk kandang breeding, bahkan banyak juga yang sudah mati.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Sebelumnya pada laga akbar di Sobat DF Surabaya (BnR, 23/8) dan Piala Bung Karno 2 Blitar (NZR, 30 Agustus) masih tampil prima bahkan merebut juara 1. Pada Radja Cup di Cibubur (RGN), Adipati juga masih meraih juara 2, dengan satu kesempatan meraih juara 1 tapi terbuang gegara sedikit kesalahan teknis.

Dengan demikian, meski sudah seumur kakek-kakek, Adipati masih mampu menjadi juara lintas EO dan lintas Blok. Sesuatu yang tentunya sangat memuaskan dan membanggakan pemilik, Mr. Deko.

 

 

Penampilan di dua kelas gelaran Tribute to Helmy Suyuti, performa Adipati benar-benar stabil baik dari materi lagu, durasi kerja, dan volume. Di sini, kelas kacer ibarat menjadi partai nerakanya, salah atau kendor sedikit saja, bisa tersingkir dari persaingan juara.

Pada kelas Radjawali yang menjadi partai utama tiket 200 ribu, gantangan terisi penuh oleh kacermania. Adipati yang mendapat nomor di gantangan baris ketiga, tampil impresif.

 

 

Rol tembak dengan speed rapat, volume tembus dan nancep satu titik dibawakan Adipati dari awal hingga akhir. Banding-banding juri, akhirnnya diganjar dengan bendera koncer A hingga dianugerahi gelar juara 1.

Kehadiran Adipati, awalnya banyak diketahui publik yang hadir ke event ini. Wajar bila banyak yang penasaran, burung siapakah yang meraih juara 1 kelas utamanya. Kelas ini memang dipenuhi burung-burung berlabel jawara.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

“Wah ternyata Adipati itu, salut mainnya masih mumpuni walaupun sudah berumur. Mainnya nagen satu titik, rol tembak pula. Kapan ya bisa punya burung seperti itu,” celetuk kacer mania yang hadir.

Kedigdayaan Adipati pun berlanjut pada kelas DPC Banyumas. Adipati kembali mempertontonkan kualitasnya dengan gaya khasnya yang nagen satu titik. Alhasil bendera koncer A pun berhasil diraihnya.

 

 

Hasil akhir double winner alias nyeri menjadi bukti betapa dahsyatnya perfoma dan kualitas yang dimiliki Adipati.

Harus diakui, penampilan Adipati selama ini memang tak lepas dari tangan dingin Joko Bintoro, sang mekanik. Bintoro yang kerap menggunakan siulan khasnya untuk memancing semangat tempur Adipati.

BACA JUGA: Meski Sudah Kakek-Kakek, Adipati Mampu Singkirkan Cucu-Cucunya + Vidio

 

 

Om Deko, juga para penggemar kacer lainnya, tentu berharap Adipati masih bisa terus berpartisipasi lebih lama lagi di event-event berikutnya, dan bisa mewarnai dunia kacer nasional. Selain meramaikan, juga bisa menjadi penyemangat dan inspirasi buat jago-jago yang lebih muda agar terus mengasah dirinya baik secara materi maupun perfoma.

Banyak yang memprediski Adipati masih bisa berbicara banyak pada event-event akbar yang akan kembali digelar setelah ini. Seperti Piala JnJ Cup 2 di Cirebon (20/9), Piala Pasundan Bandung (11/10), BnR Satoe Cup Cibubur (15/11), hingga Piala Raja Yogyakarta (22/11). [anton kendor, maltimbus]

Berikut vidio aksi Adipati pada gelaran Tribute to Helmy Suyuti:

 

KATA KUNCI: tribute to helmy suyuti kacer adipati

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp