SUASANA PROTES DI SOLO LEGEND 2


SOLO LEGEND 2

Protes Itu Hak Peserta, Tapi…

Protes, komplain, menanyakan hasil, memang bagian dari hak peserta bila kurang puas. Melakukan dengan cara yang baik dan sopan, cenderung lebih mengena. Cara yang kasar, bikin peserta lain jadi kurang nyaman. Toh, itu semua tidak mengubah hasil.

Begitu lomba selesai dan para juri menancapkan koncer di kelas utama, pendukung dan pemilik murai batu Gantangan 24 langsung bergegas masuk paddcok juri. Dari raut mukanya yang tampak emosional, mereka tampak protes kepada korp juri dan korlap.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Nada suaranya tegang dan mengeras. Merasa jawaban kurang memuaskan, mereka kemudian ngeloyor ke luar lapangan sambil melontarkan kata-kata kasar. Protes ini membuat suasana lomba secara umum jadi kurang kondusif.

Begitulah salah satu kejadian di lomba burung berkicau Solo Legend 2, Minggu 8 Mei 2022 di Gantangan Minapadi, Solo. Tokoh-tokoh perburungan lintas generasi seperti Bah Lilik, Bebe, Itok Solo, Subur Puspa, Agus Komando, Husain, Andri Bolang, Daris DF, Yudhi Menyan, Aji Wibowo, Alit, dan masih banyak lainnya, tampak berada di lokasi lomba.

 

BAH LILIK. HADIR DI SOLO LEGEND 2

 

Masih dalam suasana lebaran, lomba yang dimotori oleh Tri Hariyanto ini seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan bermaaf-maafan bagi kicaumania. Menggandeng juri-juri independen senior dan berpengalaman, lomba kali ini diharapkan bisa mengenalkan kicaumania zaman now pada suasana lomba burung di Solo tempo dulu. Sayang, minimnya publikasi dan kurangnya persiapan membuat jumlah peserta di event kali ini tak sesuai ekspektasi.

Kelas murai batu yang merupakan kelas utama memang masih terpantau terisi belasan peserta. Namun, kelas-kelas lain seperti cendet, cucak hijau, dan kacer bisa dihitung dengan jari.

Dengan jumlah peserta minimalis, otomatis juri pun dituntut mencari burung terbagus diantara burung-burung bagus lainnya.

 

DARIS DF. MB MARQUEST JUARA KELAS UTAMA

 

Di kelas utama Murai Batu Damara FX, Marquest Sr milik Daris DF keluar sebagai pemenang, disusul oleh Bima Sakti dan Arjuna. Di kelas ini, ada peserta yang melakukan protes karena mengganggap burungnya layak masuk.

Namun, keputusan juri bersifat final dan tak dapat diganggu gugat. Mengingat hanya ada belasan gaco yang digantangkan, juri memang dituntut untuk memilih tiga burung terbaik.

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

 

Pilihan juri sebenarnya memang sudah sesuai dengan pilihan sebagian besar peserta. Terkadang ada pemain yang terlalu fokus melihat burung sendiri dan tidak atau kurang memantau dan membandingkan dengan burung lain. 

Burungnews sempat bertanya ke Sandi, kicaumania muda asal Solo yang mengungkapkan apabila pilihan juri menurutnya sudah benar. “Kalau menurutku pemenangnya memang antara gantangan 28 (Marquest Sr) dan 29 (Bima Sakti), pilihannya hanya dua itu. Kalau yang kelihatan kerja ya nomor 28, 29, 33, 34, katanya sih sama 24. Aku nggak terlalu memperhatikan 24, beda sisi soalnya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Gus Pur yang menganggap kalau Gantangan 28 memang layak menjadi pemenang. "Wes bener iku jurine, Gantangan 28 memang kethok paling nonjol. Aku nonton seko awal, ncen apik maine. Musuhe endi, paling mung 29, sebelah e," tandasnya.

Lain lagi dengan Andri Bolang, kicaumania asal Ngawi yang datang untuk memantau salah satu gaco. Ia mengaku bisa nemu gantangan 24 dan 29.

 

ANDRI BOLANG. BERSAMA ITOK SOLO

 

“Kalau Aku fokus ke gantangan 29 sama 24, harusnya sih masuk. Kalau dilihat powernya, 29 lebih kenceng. Kalau yang gantangan 28, malah nggak nemu, nggak terlalu merhatiin. Kalau tadi gantangan 24 dikasih bendera koncer, kayaknya nggak bakal protes,” bisiknya kepada burungnews.

Protes keras yang dilakukan oleh Damai, Gustav, Nanta, Glen, dan Budi yang mempertanyakan mengapa gantangan 24 dan 33 tidak masuk, sah-sah saja dilakukan. Damai dan Nanta yang mempertanyakan kerja murai batu di gantangan 24, dan mengaku tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari korlap maupun juri.

“Kalau burung saya nggak kerja, saya juga nggak mungkin protes. Kalau alasannya durasi kerja, burungku dari awal sampai akhir, sujud-sujud. Kalau perlu video, kan tadi dishoot sama Mas Asep. Pas tanya ke juri katanya keputusan korlap. Pas tanya ke korlap katanya burung anglong-anglong, jeda kelamaan, pas mau dikasih bukti video, muter-muter jawabannya,” ungkap Damai ketika dihubungi burungnews. 

 

 

Terkait lontaran kata-kata kasar yang terdengar saat keluar lapangan, keduanya menyangkal kalau itu bukan mereka. Kata-kata kasar tersebut memang sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Ketika sudah berani berlomba, dituntut adanya kedewasaan untuk menahan diri, agar tidak terjadi keributan yang lebih besar lagi. Emosi yang terluapkan begitu saja, tanpa control, rentan menimbulkan salah paham yang lebih besar, baik sebagai pemilik burung, striker, maupun suporter.

 

MERAH PUTIH SF. MB ARJUNA JUARA 3 KELAS UTAMA

 

Di kelas Murai Batu Tirtonadi yang dimainkan sesi sebelumnya, bendera koncer pecah ke enam burung. Padahal, kuota pemenang yang ditetapkan panitia seharusnya hanya empat.

Untuk sistem penilaian independen yang lebih mengutamakan kerja tim, tentu hal ini seakan sebuah blunder yang bisa merugikan panitia. King Texs, amunisi milik Agus P, keluar sebagai pemenang di kelas ini.

Pecah bendera koncer di kelas Murai Batu Tirtonadi inilah yang diprediksi menjadi penyebab kuota juara di kelas utama Murai Batu Damara FX dibatasi hanya tiga burung. Protes yang terjadi di kelas Murai Batu Damara FX ini membuat satu kelas berikutnya tak dimainkan, karena hanya ada 2 peserta.

 

AGUS P. MB KING TEXT JUARA KELAS MURAI BATU TIRTONADI

 

Di kelas Murai Batu Bendungan yang harga tiketnya lebih murah, peserta yang turun tak lebih dari sepuluh.

Bagaimanapun juga, juri-juri yang bertugas di Solo Legend 2 tentu bukan juri sembarangan. Pengalaman mereka di dunia perburungan lebih dari sepuluh tahunan. Kondisi lapangan yang memaksa mereka untuk memutuskan burung mana saja yang menjadi juara tentu sudah dipertimbangkan secara matang. 

 

HARI BSR. MB BIMA SAKTI JUARA 2 DAN 1

 

Wawan Sragen mengungkapkan kalau di zaman dulu, pertimbangan awal memilih pemenang murai batu adalah suaranya yang keras. “Kalau dulu, setahu saya, pertimbangan awal itu suaranya dulu, harus keras. Kalau murai batu itu kan burung petarung, kalau suaranya keras, biasanya kerja. Setelah itu perhatikan panjang sama variasi lagunya, mbawain lagunya bagaimana.”

Dipertegas lagi, jaman dulu, murai batu yang sujud-sujud itu biasanya birahi dan ngrayu. “Kalau juri-juri sekarang mungkin pemahamannya beda. Kalau aku sendiri, kalau ada burung yang suaranya tipis, bahkan nggak kedengaran, nggak akan kumasukin. Mungkin ini perlu dipahami bersama,” terangnya.

 

MJS GROUP. MB HERCULES JUARA 1 DAN 2 DI KELAS MURAI BATU PASTOL

 

Selain kelas murai batu, suasana di kelas lainnya seperti murai batu pastol relatif lebih kondusif. Di kelas Murai Batu Pastol Tugu Keris, murai batu Hercules yang menempati Gantangan 28 keluar sebagai jawara setelah bersaing sengit dengan Trondolo dan Stars. 

Di kelas Murai Batu Pastol Pondok Boro, amunisi milik Joko Santoso MJS Group ini harus puas di podium kedua, harus mengakui keunggulan Bence. Erwin, sang mekanik mengaku apabila performa Hercules di sesi awal memang bagus. Materi lagu dan powernya terlihat menonjol, durasi kerjanya pun nutup.

 

AMS SF SOLO RAYA. JUARA UMUM SF

 

Menurunkan cucak hijau Hanoman, MJS Group juga berhasil mengunci kemenangan di kelas Cucak Hijau Bendungan. Bongkar isian dengan membawakan materi lagu panjang dan speed rapat, Hanoman terlihat menonjol dibanding gaco-gaco lainnya. 

Pencapaian tim asal Sukoharjo ini semakin lengkap setelah dinobatkan sebagai Juara Umum BC. “Hari ini kemenangan kita sebagai juara umum BC terasa lengkap, soalnya Hercules dan Anoman, amunisi andalan kita juga menang. Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah membantu MJS Group di lomba kali ini,” ungkap Erwin.

 

 

Diperkuat oleh burung-burung papan atas seperti anis merah Sarintul, anis merah Cubi Cubi, murai batu Trondolo, murai batu pastol Extrime, AMS SF Solo Raya keluar sebagai Juara Umum SF. Meski Bayu AMS tidak hadir langsung di lapangan, hasil ini melanjutkan trend positif yang diraih oleh AMS SF Solo Raya di sejumlah event bergengsi.

Banyak peserta di sini sudah memastikan akan kembali meramaikan Piala Danjen Kopassus, sebelum merapat ke Wawan BRI Cup 2 pada 22 Mei. Wawan BRI Cup, akan menerapkan konsep lomba yang diklaim “anti odengan”. Sebagian kelas dengan format G-4, empat juri tanpa korlap, ajuan koncer terbuka, direkap dengan cara terbuka pula, jarak peserta dan burung dekat, akses media dalam melibut (dan mengawasi) jalannya lomba juga dibuka seluas-luasnya. [asept, maltimbus]

 

VIDEO MURAI BATU DI GANTANGAN 24 KELAS UTAMA SOLO LEGEND 2

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

PANITIA DAN JURI SOLO LEGEND 2

 

TIM KEAMANAN SOLO LEGEND 2

 

MC WARJO. KAWAL JALANNYA LOMBA

 

PENYERAHAN JUARA UMUM BC

 

PEMENANG KELAS CUCAK HIJAU TIRTONADI

 

PEMENANG KELAS KACER BENDUNGAN

 

PEMENANG KELAS CENDET TUGU KERIS

 

PEMENANG KELAS ANIS MERAH TUGU KERIS

 

PEMENANG KELAS MURAI BATU PASTOL PONDOK BORO

 

PEMENANG KELAS MURAI BATU BORNEO TUGU KERIS

 

PEMENANG KELAS KONIN KOMUNITAS A

 

DUTA ANNIVERSARY SMS. JANGAN LUPA MINGGU, 29 MEI 2022

 

 

Khusus buat kicaumania yang tak mau juara tapi harus setor odengan, atau yang bosen kalah dari burung odengan... ke Wawan BRI Cup 2 tempat paling cocok, Minggu 22 Mei 2022. Segera Hubungi Mbah Cengoh, 0813.2923.8484.

G-24, Juri 4 orang, 4 blok, tanpa korlap, ajuan koncer A-B-C terbuka, difilter dengan rekap secara terbuka, ajuan sendirian dibuang, peserta dekat gantangan/burung, akses media bebas (ikut mengawasi lomba). Tak ada yang seberani di sini!

BROSUR LENGKAP DAN JADWAL TERBARU, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: solo legend 2 wawan bri cup 2

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp