ADITYA KENARI SALATIGA. CH PESONA BAWA PULANG TROPI MAHKOTA


PIALA RAJA KE-21, #6

CH Pesona Milik Aditya Kenari Bawa Pulang Tropi Mahkota, Faiz Salatiga Berikan Apresiasi Kinerja Juri PBI

Berangkat Piala Raja cuma modal tiket dan berdo’a biar burung kerja maximal aja, tanpa kenal juri. Yang kenal Mas Puryadi (Aditya Kenari) pasti tahu karakternya. Lomba di EO manapun tanpa kenal embel² juri cuma modal tiket dan burung saja. INI MEMBUKTIKAN KALO PENJURIAN PBI REAL KERJA BURUNG, TIKET 2 Juta, cucak Ijo Pesona Juara 1 mutlak.

Salam Lestari

Begitulah postingan face book Faizz Davaj-Davaj pada tanggal 28 November 2021. Sebuah apresiasi dan pujian untuk keberhasilan cucak hijau Pesona milik Mr. Puryadi (lebih dikenal sebagai Aditya Kenari, sekaligus jadi nama aku di face book-nya) meraih podium pertama di kelas utama Cucak Hijau Maharaja A.

 

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Faiz memang lebih junior ketimbang Puryadi. Berkat jam terbang dan pengalamannya mengikuti lomba burung lintas blok dan EO, membuat nama Faiz cukup familiar. Jaringan pertemanannya juga luas merasuk ke berbagai kalangan kicaumania.

Tak mengherankan bila postingannya segera mendapatkan banyak tanggapan, like, dan beragam komentar positif. Viral pokoknya. Sesama kicaumania Salatiga yang sudah berteman begitu rekat, sudah barang tentu Faiz ikut merasakan senang dan bangga, burung Salatiga "ndeso" bisa juara di Piala Dunia-nya lomba burung, kelas utama Maharaja lagi.

Faiz tahu betul bagaimana karakter Puryadi ketika mengikuti lomba. Pur memang hanya dan hanya mengandalkan tiket dan kinerja burung, tidak ada tambahan lainnya. Sama sekali tidak mengenal lobi dan semacamnya.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Jangan salah, pemain "ndeso" yang satu ini bernyali membeli tiket dengan harga mahal, atau mengikuti lomba yang cukup jauh. Padahal, Pur kerap dikadali atau digoreng juri di berbagai event yang diikuti. Toh itu tak membuatnya kapok. Tetap bandel, ngeyel, terus nyeruduk maju.

Sungguh, tak banyak pemain "biasa-biasa" saja seperti Puryadi, yang cukup bernyali turun di kelas utama tiket 2 juta Piala Raja. "Kalau urusan ikut lomba akbar, lomba jauh, dan beli tiket kelas utama atau mahal, ampun, nyalinya tidak ada yang mengalahkan. Sejujurnya, itu memang sepadan dengan kualitas burung yang ia miliki," jelas Faiz.

Itu pernah juga terjadi saat Pur dan anaknya nekad datang ke Radja Cup di Cibubur, awal pandemi ini. Tak diperhitungkan dan tidak masuk radar unggulan, jago cucak hijau yang digantang  Pur bisa merebut juara 1 kelas utama.

 

 

Faiz yang tidak bisa datang ke Piala Raja pun mengaku kaget dan setengah kurang yakin ketika mendapat kabar cucak hijau Pesona bisa juara 1 di kelas Maharaja A. "Saya paham seluk beluk lomba akbar, juga sangat paham bagaimana si Pur ini kalau lomba seperti apa. Asal maju, asal nekad, tanpa strategi seperti yang selalu dilakukan oleh lawan-lawannya, ha ha ha."

Faiz masih melanjutkan celetukannya. "Tidak bermaksud meremehkan kualitas Pesona, tapi jujur prediksi awal saya kalau pun bisa curi juara ya paling di kelas-kelas bawah."

Ternyata, Pesona benar-benar bisa juara di kelas Maharaja A. "Prediksi saya ternyata salah besar. Sekarang saya pun mulai terbuka mata dan makin yakin, setidaknya di kelas Maharaja A, penilaian di PBI berdasar fakta lapangan, bukan odengan. Harapannya, ini terus terjadi dan terulang di event-event PBI berikutnya. Kalau bisa terus dijaga, yakin gelaran PBI bakal semakin diburu, selalu penuh peserta."

 

ADITYA SALATIGA. CH PESONA JUARA CUCAK HIJAU MAHARAJA

 

Lawan yang harus dihadapi Pesona di kelas Maharaja A adalah gaco-gaco hebat dari seluruh penjuru tanah air. Kinerja Pesona terlihat sudah begitu mencolok dari awal sampai akhir penilaian. Tonjolan lagu gereja, kapas tembak, dan cucak jenggot panjang-panjang, ditopang gaya tarung ngentrok jambul hingga badan getar-getar langsung mencuri perhatian juri.

Saat gaco-gaco lain kurang maksimal karena kondisi cuaca yang berubah-ubah, Pesona tampil stabil dan konsisten dari awal sampai akhir penilaian sehingga sulit untuk ditinggalkan oleh juri. Bendera koncer A mutlak yang diberikan pada Pesona langsung disambut gembira oleh Puryadi dan kru.

Menariknya, awalnya Puryadi tidak berencana datang ke Piala Raja. Bila akhirnya "terpaksa" datang, lebih karena memenuhi desakan dan rengekan sang anak dan kru.

“Kita nggak ada rencana main ke Piala Raja. Kebetulan saya lagi sibuk sekali, ada pekerjaan tembakau di Prambanan. Anak saya dan kru terus mendesak ikut lomba. Akhirnya aku minta ke anak dan kru untuk dibawa saja burung. Sampai lapangan sudah jam 11, ya sudah jangan tanggung-tanggung, langsung main kelas utama saja, langsung pulang, karena mau ngurusi pekerjaan lagi,” ungkapnya.

 

 

Meski yakin dengan kualitas Pesona, Pur mengaku sama sekali tak punya firasat bakal juara 1 dengan koncer mutlak. "Saya optimis, modal yakin, ngandalke burung kerja saja. Dari dulu nggak pernah main nitip kepada siapa pun, dengan cara apa pun. Juri-jurinya, atau panitia, juga nggak ada yang kenal. Yang paling utama saya pikirkan adalah bagaimana burung mau kerja maksimal dulu."

Semua pemain memang berharap juara, termasuk Puryadi. "Siapa tak ingin juara, tentu semua yang ikut lomba menginginkannya, bahkan menjadikan sebagai tujuan ikut lomba. Sekali lagi, saya tetap kaget dan seperti tidak percaya, bisa juara di kelas utama Maharaja, mutlak lagi. Saya ini orang biasa-biasa saja, ndeso, itu benar adanya. Di sini bisa dibilang tidak kenal-kenal siapa, ya panitia, ya juri."

Itulah alasan Puryadi, beserta anak dan kru, kaget bukan main, campur bangga tak terperi. Ini bukan sembarang menang, ini juarai kelas Maharaja, ini Piala Dunia-nya lomba burung. "Bagi saya pribadi, ini pencapaian luar biasa, tak mungkin dilupakan. Ini kemenangan sejati, hanya modal tiket, tanpa titip, bisik-bisik, dan semacamnya. Menang lawaran, murni. Terimakasih PBI, Salam Lestari. Teriring doa yang tulus setulus-tulusnya, lomba-lomba ke depannya bisa begini terus. Pasti semua kicaumania makin semangat meramaikan gelaran PBI."

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon/voucher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER (burung berkicau, lovebird, perkutut, merpati) dan/atau NICE (anjing, kucing). Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda MOTOR, hingga MOBIL baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021. (Kupon yang baru diterima setelah 31 Desember, tetap berlaku, hadiah bisa diurus lewat kios/agen tempat membeli pakan tersebut)

 

Pur mengaku kalau Pesona memang burung bandel dan tahan banting dalam medan apa pun. "Mau panas menyengat, atau hujan badai, tetap mau tampil ngotot. Ini memang memberikan keuntungan di saat cuaca tidak kondusif. Kebanyakan cucak hijau biasanya hanya tidur kalau cuacanya mulai gelap syahdu."

Bahwa Pesona bukan burung kaleng-kaleng, itu sudah cukup diakui oleh kawan dan lawan. Prestasi lintas EO setidaknya di blok tengah sudah seabreg. Event-event besar BnR, RGN, NzR, maupun Independen sudah pernah ditembus semua.

Prestasi luar biasa di Piala Raja, kelas Maharaja dengan tropi idaman semua kicaumania berupa Mahkota Raja, semakin menasbihkan Pesona sebagai jawara lintas EO dan lintas blok. Kastanya naik sebagai jawara nasional. Sekali lagi, ini menang bukan sembarang menang, ini bukan sembarang lomba, ini Piala Dunia-nya lomba burung!

Penampilan memukau dan prestasi gemilan di Piala Raja, memunculkan sejumlah peawaran yang masuk baik melalui dirinya langsung maupun Faiz. "Kemarin Faiz bilang kalau ada bos yang mau beli Pesona, kalau harganya cocok ya bolehlah. Ada kualitas, ada harga," pungkasnya.

 

 

Puryadi jelas makin pede untuk kembali menggelandang Pesona ke laga-laga akbar, mulai dari Bupati Cup Jepara (5/120, d'Pong Bird Festival Semarang (12/12), hingga Anniversary Akaratu Klaten (19/12).

Di d'Pong Bird Festival bersama PBI Semarang, kelas cucak hijau bersama murai batu dan kacer termasuk yang paling diminati. Panitia akan membeirkan gelar burung terbaik tanpa tanding ulang, dan memberikan tambahan hadiah super menarik. Burung terbaik ditentukan dengan poin juara 1, 2, dan 3.

Panitia juga menyebutkan, salah satu tokoh dari Kalimantan, Dwi Sampit, yang lagi getol-getolnya belanja burung, juga menyatakan siap hadir untuk memantau jago-jago yang bertarung di sini.

Bagi Anda para pembaca burungnews.com, kabar gembira senantia disampaikan terus menerus. Saat ini, kesempatan semakin terbuka luas bisa meraih MOBIL, MOTOR, dan ratusan hadiah menarik lainnya, langsung tanpa diundi.

Beli terus TWISTER (burung berkicau, lovebird, merpati) dan/atau NICE (kucing, anjing). Perhatikan baik-baik saat membuka kemasan, siapa tahu Anda yang beruntung mendapatkan kuponnya. Kupon yang diterima setelah 31 Desember 2021 tetap berlaku. [asept]

 

DATA JUARA PIALA RAJA 2021, KLIK DI SINI

BROSUR DAN AGENDA LOMBA BERIKUTNYA, KLIK DI SINI

 

ARTIKEL TERKAIT:

(1) Burung Ndeso Tak Dikenal, Bisa Taklukkan Ibu Kota

(2) CH Pesona yang Mempesona, Pulang Bawa 3 Piala dari H. Wiebie Cup

KATA KUNCI: cucak hijau pesona aditya kenari salatiga faiz salatiga piala raja ke-21

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp