PAK GINO (KIRI), KACER PANGERAN KEMBALI JUARA DI SRAGEN


MENUJU NEW NORMAL SRAGEN, #2

Kacer Pangeran Nyeri Lagi, Ada yang Meragukan Kemenangannya? Lihat Vidionya

Kacer Pangeran milik Pak Gino dari Jogja kembali menjadi buah bibir usai menyapu bersih dua kelas kacer di gelaran Menuju New Normal Sragen, Minggu 5 Juli 2020. Ini melanjutkan trend positif dari 3 event sebelumnya.

Pekan lalu, Pangeran juga tampil mengesankan di Launching KHI Klaten (28/6), demikian juga dalam dua event sebelumnya pada hari yang sama Minggu 21 Juni, Siang di D’Niten dan sorenya di HQ Brother Yogyakarta. Di D’Niten merebut juara 1 dan 4, di HQ Brother juara 1 dan 1.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Pada penampilan terbaiknya, orang memang memuji performa dan kualitas materi Pangeran. Seperti ditunjukkan di Sragen saat sesi pertama kacer. Ketika baru berjalan tiga perempat waktu penilaian, banyak yang menjagokan burung yang berada di gantangan 30 itu bakal meraih juara.

Burungnews sempat keliling pagar arena, dan secara acak menanyakan mana yang dijagokan bakal juara. Sebagian besar menunjuk nomor 30. Salah satunya dari Wisnu Jarwanto, juri senior RGN yang kebetulan sedang tidak bertugas, datang hanya buat melihat-lihat dan pengin nyambangi banyak teman kicaumania terutama yang dari luar kota.

 

 

“Kalau secara performa ada beberapa burung yang tampilnya cukup menonjol. Tapi kalau secara materi lagu, saya paling suka nomor 30, itu harus saya akui. Kalau saya akan milih itu. Tapi siapa yang nanti akan dipilih jadi juara, itu ya wewenang para juri yang ada di lapangan,” ujarnya diplomatis.

Pada akhirnya, koncer A memang mutlak dijatuhkan di bawah gantangan 30. Tampak Pak Gino tersenyum lebar sambil memegang tropi supremasi juara. Pujian pada penampilannya pun berdatangan, sambil memberikan ucapan selamat kepadanya.

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

Sesi kedua kacer yang dimainkan sudah sore menjelang gelap, Pangeran kembali diturunkan. Masih tetap di gantangan yang sama, nomor 30. Peserta tetap ramai, kendati tidak sampai sepenuh di sesi pertama.

 

YUDHI MENYAN. JAGOKAN ADIPATI DI SESI KEDUA

 

Setelah penilaian berjalan separuh lebih, burungnews mencoba memantau bagaimana tanggapan para penonton, siapa yang dijagokan bakal menang. Yudi Menyan misalnya, salah satu pengorbit kacer handal asal Sragen, menunjuk nomor 21 dan burung yang berada di sangkar kuning (dari tempatnya berdiri kurang jelas nomornya), ia jagokan bakal menang.

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Tak jauh, seorang penonton juga nyeletuk. “Nomor 30 kurang tampil, jauh menurun ketimbang yang pertama tadi. Terlihat sekali kalau itu burung kurang kerja, menurut saya tidak akan menang lagi,” ujarnya.

Waktu penilaian pun akhirnya rampung. Setelah bendera nominasi ditancapkan, giliran para juri menancapkan bendera koncer.

Prediksi sebagian penonton tentang unggulan juara kali ini, ternyata meleset. Sebagian besar juri masih memberikan koncer A pada nomor gantangan 30, kacer Pangeran, yang oleh sebagian penonton dianggap menurun penampilannya. Sementara kacer di sangkar kuning kebagian sebagian kecil koncer A, sisanya koncer B, masih masuk juara 2. Ada pun gantangan 21 masuk juara ke-3.

 

 

Burungnews pun mengkonfirmasi kepada Mardi, salah satu juri senior dari Solo yang bertugas. Menurut Mardi, dibanding yang sesi pertama, penampilannya memang menurun, tetapi secara umum masih lebih baik dari lawan-lawannya.

“Di sesi kedua, saingannya kan memang dari yang di sangkar kuning dan nomor 21. Yang nomor 21 belakangnya juga menurun, sementara kalau yang di sangkar kuning secara show tampak bagus, tapi ada “nipu”-nya. Maksudnya, secara penampilan atau show memang tampak bagus sekali, terutama dilihat dari kejauhan, tapi pas nyeklek volumenya malah melemah sekali. Itu kondisi riel yang terpantau juri di dalam lapangan.”

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Belakangan, burung dengan sangkar kuning diketahui milik Herdi / Ferry yang ikut dikawal oleh ayahnya Pak Anto Kalasan, salah satu juri senior dan tokoh perburungan Yogyakarta, sementara nomor gantangan 21 adalah Adipati, jago gaek milik Mr. Deco dari Samarinda.

Pak Anto terlihat sempat menanyakan hasil penilaian. Keluar dari ruang juri, burungnews mencoba meminta  tanggapannya. Pak Anto hanya menjawab pendek “Tetap kalah je, he he,” ujarnya sembari tetap berusahas tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

 

PAK ANTOK MENDAMPINGI HERDI DAN FERRY

 

Tentu pak Anto paham, protes tidak akan mengubah hasil. Setidaknya bisa tahu alasan juri tidak berani memenangkan jagoannya.

Biar ada gambaran bagaimana penampilan Pangeran, di bawah ini bisa ditonton nukilan vidionya, dari sesi 1, lanjut ke sesi 2.[heri, asept, maltimbus]

DATA JUARA MENUJU NEW NORMAL SRAGEN, KLIK DI SINI

 

NUKILAN VIDIO KACER PANGERAN DI MENUJU NEW NORMAL SRAGEN (SESI 1 DAN 2)

KATA KUNCI: menuju new normal sragen kacer pangeran pak gino mardi juri senior solo anto kalasan kacer adipati

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp