BENZ DKK, SERING KUNJUNGI LOMBA, SOSIALISASI DAN GALANG DUKUNGAN


BENZ WIRA CUP 2, 15 MARET 2020: Tujuh Hal yang Membuat Anda Akan Menyesal Kalau Tak Merapat ke Sini

Benz Wira Cup akan kembali digelar untuk yang ke dua kalinya. Om Benz selaku penggagas dan penanggungjawab lomba memastikan semua kebaikan yang ada di gelaran pertama, akan dipertahankan bahkan ditingkatkan. Simak sejumlah alasan kenapa Anda harus hadir ke sini.

Even Benz Wira yang pertama dikenang oleh banyak kicau mania sebagai event yang sangat asyik dan nyaman, lancar, dan bisa rampung sebelum hari gelap. Suasana seperti itulah yang ingin kembali dihadirkan, bahkan ditingkatkan, pada event ke-2 yang akan berlangsung pada 15 Maret 2020.

Apalagi, ada banyak faktor yang saat ini jauh lebih mendukung ketimbang pelaksanaan pertama. Setidaknya, ada 7 hal yang membuat gelaran ke dua ini diyakini bakal sangat menarik, meriah, dan kembali dikenang oleh para peserta.

 

PANITIA INTI BENZ WIRA CUP. (ATAS DARI KIRI: Ketua Panitia: Bayu Bata, Perlengkapan: Alif Jojon, Tiketing: Arif Pelor. BAWAH DARI KIRI: Sie Umum: Mbah Gimbal, Bendahara: Heri Konin, Sekretaris: Gara)

 

1. JURI KHI BERSIH TIDAK KOMPROMI

Saat ini Benz sudah bergabung dengan EO yang dibentuk bersama sejumlah koleganya. Semua punya komitmen serta misi dan visi yang sama. Nama resminya adalah Konservasi Hebat Indonesia (KHI)

Benz dan kawan-kawan sejauh ini sudah berhasil mendidik para juri untuk tidak mau berkompromi dengan apa yang disebut kecurangan, kolusi, dan semacamnya. Mereka didoktrin untuk berjalan pada satu paham saja: gunakan hati nurani, kedepankan fairplay.

Dari sejumlah event yang pernah digelar, sejumlah peserta memang memberikan acungan jempol pada bagaimana juri KHI menilai. Penilaian itu, antara lain diberikan oleh Ir. H. Agus Gamping, tokoh kicaumania di Jogja yang juga tokoh PBI Sleman.

“Kalau secara penilaian, harus diakui ini luar biasa bagus. Semoga bisa dipertahankan terus, dan sosialisasi lombanya mesti dimassifkan. Sayang sekali lomba sebagus ini (penilaiannya) kalau banyak kicaumania yang sampai tidak datang,” ujarnya di sela-sela Anniversary Aniser Jogja, tahun yang lalu.

 

TELO, penyakit yang sudah ada sejak kakek-nenek kita. Bisa menyerang banyak jenis burung. Benarkah selalu karena Virus ND, bagaimana mengobatinya? Baca pencerahan dari Mas Nino.

KLIK DI SINI

 

 

 2. TROPI BARU TIADA DUA

Tropi menjadi unsur yang benar-benar dianggap penting dan karenanya sejak awal disiapkan dengan sangat baik. Tropi Benz Wira Cup 2 benar-benar eksklusif, bukan semata karena bahan yang berkualitas dan pengerjaan yang teliti, tetapi juga disainnya disiapkan hanya dan hanya untuk event Benz Wira Cup 2.

“Jadi tidak akan ada duanya. Kalau pengin tropinya, ya harus datang ke event kami. Tropi kami bukan hasil kopi paste atau njiplak sehingga secara bentuk dan ukuran banyak kembarannya, misalnya hanya diganti plakatnya saja.”

Tentu ada konsekuensinya, biaya atau harga tropinya jelas lebih mahal. Menanggapi hal ini, Benz pun kembali menegaskan, “Kalau mau bikin lomba prestis, tropi jadi tolok ukur. Kalau bentuk dan ukuran ada yang serupa, namanya tidak ekslusif, tidak prestis. Memang ini makan biaya lebih. Maaf, bukan maksudnya buat ‘umuk’, tapi kalau belum apa-apa sudah takut biaya, sudah takut rugi, ya tak perlu bikin lomba.”

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

3. NO MIRAS

Mungkin ada bertanya, memang, apa hubungannya lomba dengan minuman keras dan sebangsanya. Kenapa panitia lomba mesti sibuk mengurusi miras segala. Bukankah itu urusan pribadi masing-masing?

Faktanya, pengaruh miras pada sebagian kecil peserta membuat peserta lain merasa kurang nyaman. Bahkan pada beberapa event yang viral karena ricuh, salah satu sebab awalnya juga karena pengaruh miras.

“Kita jamin event Benz Wira Cup akan bersih dari pengaruh miras. Petugas keamanan akan memeriksa saat masuk, dan secara periodik akan keliling untuk memastikan tidak ada miras yang masuk ke sekitar lokasi lomba.”

Ditambahkan oleh Benz,  kalau bilang itu masalah pribadi, itu kalau melakukannya pada tempat dan waktunya, bukan di lokasi dan saat berlangsungnya lomba.

“Dalam aturan lomba kami, akan jelas dan tegas melarang membawa dan mengkonsumsi miras di lokasi dan/atau selama lomba berlangsung.”

 

 

 

4. TERTIB AWAL SAMPAI SELESAI

Ketertiban lomba akan dijaga sejak awal sampai lomba rampung, sampai para peserta pulang meninggalkan lokasi lomba. Aturan larangan teriak, aturan tidak saling tunggu, akan diberlakukan ketat sejak awal sampai akhir.

Penjagaan dan pengawalan tidak akan mengendor apa pun yang terjadi. Mau panas, hujan, aturan tetap dijalankan. Tegas, tetapi tetap persuasif, tetap nyaman buat semuanya.

 

5. LOKASI STRATEGIS & NYAMAN

Lokasi lomba berada di tengah kota Purworejo, mudah dicari dan dijangkau. Luas, rindang, tentu juga sangat aman dan nyaman. Fasilitias lengkap, mulai mushola dan toilet yang bersih dan memadai jumlahnya, dijamin nyaman.

Banyak tempat berteduh, sehingga misalnya panas terik atau bahkan hujan, juga tetap tidak mengurangi kenyamanan peserta. Lapar dan dahaga, jangan kuatir, akan tersedia banyak kantin yang menyediakan makanan dan minuman enak, bersih, sehat dengan harga yang wajar.

 

LOKASI LUAS DAN AMAN, DIDUKUNG  FASILITAS LENGKAP

 

6. KOMITMEN SELESAI SEBELUM MALAM

Rampung sebelum malam. Panitia juga berkomitmen agar lomba bisa selesai maksimal jam 18.00, atau sebelum malam hari. Namun, semua itu tidak akan mengurangi kualitas lomba, khususnya dalam hal penilaian.

"Lomba kami itu mengejar kualitas, bukan kuantitas. Jadi kami tidak akan ngoyo menggelar sampai malam hari, misalnya hanya karena pengin menunjukkan jumlah peserta yang tampak besar. Dari yang pernah kami lihat dan amati, lomba sampai malam itu lebih banyak mudorotnya dari manfaatnya. Bagi kami, ada atau tidak ada aturan dari pemerintah, KHI akan berkomitmen untuk membatasi sesi atau kelas agar bisa rampung sebelum malam."

 

7. AJANG REUNI DAN SILATUROHMI

Event ini juga bakal menjadi ajang reuni banyak pemain kawakan / tokoh perburungan nasional. Banyak kicaumania kawakan lintas daerah / blok sudah memastikan diri akan hadir ke Purworejo.

Kenyamanan dan daya tarik lomba, antara lain juga ditentukan oleh bagaimana para peserta akan menjadikannya sebagai ajang temu kangen / silaturahmi, atau sekadar mengejar prestasi dan ambisi.

 

Hindari PENYITAAN dan SANKSI HUKUM lainnya!

Daftarkan CUCAK HIJAU (dan burung DILINDUNGI lainnya) MUDAH dan GRATIS. Cek syarat, cara, dan tempat pendaftarannya.

KLIK DI SINI

 

Tujuh (7) hal di atas akan membuat  gelaran Benz Wira Cup memiliki daya magnet yang kuat. Begitu brosur jadi dan dirilis, dilaporkan pesanan tiket langsung mengalir deras, membuat bagian tiketing langsung bekerja keras.

Pandu Bhaskara, salah satu peserta yang hadir di gelaran pertama, mengaku sudah lama menanti event ini. "Ini adalah salah satu event yang tak terlupakan. Menurut saya, itu event yang paling asyik, lomba yang suasanya begitu nyaman. Saya terus mengenangnya dan punya mimpi suatu saat pengin juga punya gelaran seperti itu. Benar-benar sudah tak sabar menantinya, ibarat orang berpuasa menunggu datangnya hari raya lebaran," tandasnya.

Jadi, kalau Anda tidak ingin menyesal, agendakan dari sekarang, segera pesan dan amankan tiketnya.

 

BROSUR BENZ WIRA CUP 2, KLIK DI SINI

 

Jangan sampai ketinggalan sama yang lain. Segera dapatkan TWISTER di kios-kios terdekat. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

KATA KUNCI: benz wira cup lomba burung tanpa miras juri fairplay tropi eksklusif tiada dua lokasi strategis dan nyaman

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp