MADOS DAN PENILAIAN LB DI BLA CUP, KAKI NEMPEL JERUJI HANYA DI KELAS BEBAS


BANDUNG LAUTAN API CUP IV, #9: Durasi Tembus 4 Menit, Kenapa LB Amel Tidak Bisa Juara di Kelas Fighter dan Umum?

Amel milik Agung Cempreng dari 69 SF Karawang, adalah salah satu lovebird yang ditakuti lawan saat ini. Keunggulan yang sulit dibendung adalah, pada penampilan terbaiknya, ia bisa ngekek hingga 4 menit dengan volume yang keras.

Amel sesungguhnya termasuk kategori fighter. Namun dengan durasinya yang panjang bak kereta itu, Amel juga kerap turun di kelas umum dan bisa juara, menyisihkan lawan-lawannya yang burung konslet.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

“Amel pada penampilan terbaiknya memang bisa tembus sampai 4 menit. Tapi kalau dirata-rata, sekali ngekek bisa 2 menitan. Jeda istirahatnya juga pendek. Amel bisa unggul di kelas umum dan mengalahkan konslet di lomba-lomba yang memberikan poin lebih atau bobot lebih pada burung yang berdurasi panjang, ketimbang burung yang rajin bunyi tapi relatif pendek-pendek,” ujar Agung kepada burungnews.com beberapa saat setelah mengikuti gelaran KLI di Yogyakarta.

Agung kembali menurunkan Amel ke Bandung Lautan Api Cup IV, 25 Oktober 2020, yang berlokasi di lapang Pusdikajen Lembang. Salah satu tokoh kicaumania muda yang juga dikenal sebagai pengorbit lovebird, Mados, bahkan ikut mengawalnya.

 

PHOENIX Makanan Love Bird Multivitamin. Berikan yang terbaik untuk love bird kesayangan Anda, menjadik burung selalu sehat dan rajin bunyi. Mudah diperoleh di kios-kios terdekat.

 

Seperti sebelum-sebelumnya, Amel pun diturunkan di semua kategori kelas dewasa. Mulai kelas Fighter, Umum, hingga Bebas Fighter. Memang di kelas tertentu ada yang kurang tampil.

Toh meski penampilannya bagus dan bisa dikatakan memukau, kenapa di kelas Fighter dan Umum Amel tidak bisa juara?

 

AMEL DAN KRU 69 SF KARAWANG, AMEL 2X JUARA 1 DI KELAS BEBAS FIGHTER

 

Raut muka Mados tampak cemberut. Di tengah hujan rintik-rintik, Ia merapat ke Bang Boy, tampaknya ingin menanyakan pakem penilaian di kelas Umum dan Fighter. Lebih tepatnya, komplain sebenarnya. Mados mengaku bingung, burung yang ia kawal ngekeknya bisa sampai 4 menit, kenapa bisa lolos dari nominasi.

“Be, kenapa be, itu edan sekali burung be, ngekeknya bisa 4 menit lebih, ngomong kualitas sudahlah lewat itu lawan-lawannya, kenapa bisa lepas dari kontrol juri be. Itu kan hanya satu kakinya saja yang nempel ke jeruji be. Masa di sini tidak boleh be, tidak kepakai be.”

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Bang Boy pun menjawab lugas. “Ya tidak boleh. Di kelas Fighter dan Umum burung yang salah satu kaki nempel di jeruji tidak boleh. Paruhnya keluar di antara jeruji juga tidak boleh. Dua kaki harus berdiri di tangkringan, paruh juga tidak boleh masuk di antara jeruji. Kalau yang model begitu kan sudah kita sediakan di kelas Bebas. Dari dulu pakem BnR memang begitu, jangan kura-kura dalam perahu lah kamu,” jawab Bang Boy.

“Aduh be, masah segitunya be. Di tempat lain juga tidak masalah be kalau hanya salah satu kaki nempel di jeruji. Kalau sampai dua kaki, itu namanya baru merambat be,” Mados masih mencoba merengek.

“Ya di BnR ya tetap tidak bisa. Di tempat lain boleh, ya silakan itu hak mereka. Kalau di BnR ya suka-suka saya,” imbuh Bang Boy.

 

 

Jangan salah paham, penggunaan frasa “suka-suka saya”, tentunya dalam kerangka sambil bercanda. Mados dan Bang Boy sudah sangat sering bercanda, baik ketika bertemu langsung, maupun di obrolan media sosial.

Belum mau menyerah, Mados mencoba kembali melobi Bang Boy agar di event akbar berikutnya seperti BnR Satoe dan Presiden Cup, pakemnya bisa diperbaharui. Mados berharap di kelas Fighter dan Umum, bisa memberikan ruang buat lovebird yang salah satu kakinya, hanya satu kakinya saja, nempel di jeruji.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Namun Boy juga tetap bergeming, menegaskan tidak bisa. “Kan aku sudah bilang, yang model begitu sudah aku buatkan kelas Bebas. Mau burungmu punya gaya jungkir balik seperti apa pun tetap dinilai asal bunyi.”

Saat dimintai tanggapannya oleh burungnews, raut muka Mados masih tampak bersungut-sungut. “Ya babe, sebegitunya, kaku amat sih. Masa di Presiden Cup juga tetap tidak bisa masuk kelas Fighter dan Umum. Kalau hanya kelas Bebas saja kan cuma sedikit kelasnya.”

 

 

Sambil ngeloyor pergi, Mados sudah bisa melemparkan senyum, meski masih tampak berat dan pelit. Sementara Bang Boy menatapnya sambil nyengir.

Begitulah yang terjadi di Bandung Lautan Api Cup IV. Dengan pakem lovebird yang berlaku, Amel hanya bisa menang di dua kelas Bebas Fighter saja. Namanya sama sekali tidak muncul di daftar juara kelas Fighter dan Umum.

 

PIALA KOTA KEMBANG 3 (8/11). Satu-satunya event yang menerapkan "JURI NAKAL PECAT DI TEMPAT". Rebut mobil, 3 motor, dan hadiah menarik lainnya. Hubungi GUGUN 0823-1518-4497. BROSUR DAN JADWAL PIALA KOTA KEMBANG 3KLIK DI SINI

 

Bandung Lautan Api Cup adalah event yang digagas oleh H. Mungin, Ketua BnR Jawa Barat. Event yang kemudian jadi rutin digelar setiap tahun, tidak hanya jadi ikon Jawa Barat tapi juga sudah menasional.

Gelaran tahun ini atau yang ke empat sempat tertunda sebulan karena pandemi. “Alhamdulillah, akhirnya bisa terlaksana juga, bisa tuntas menyelesaikan semua sesi yang berjumlah 35 di lapang A dan 34 di lapang B.”

 

 

Mengantisipasi situasi pandemi, lomba dimulai lebih awal, jam 08.10, dan bisa menuntaskan semua sesi pada jam 20.30. Menurut H. Mungin, dari tahun ke tahun gelaran ini selalu meningkat dan mengalami kemajuan, baik dari segi penyelenggaraan, penjurian, hingga partisipasi peserta.

“Terima kasih sekali atas dukungan dan partisipasinya. Mohon maaf bilamana masih ada kekurangan. Cuaca ekstrim setelah memasuki tengah hari, juga pengamanan yang cukup ketat, memang membuat kita sedikit kurang nyaman. Tapi semua itu memang demi menjaga kita semua tetap sehat, karena situasi saat ini kan masih pandemi. Mohon maaf dan harap maklum.” [maltimbus]

 

DATA JUARA BANDUNG LAUTAN API CUP IV, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: bandung lautan api cup 4 love bird amel sistem penilaian love bird

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp