AMIEN MSF BERSAMA MASCOT DAN TROPI BLA CUP IV


BANDUNG LAUTAN API CUP IV, #5: MB Mascot Kembali Hebohkan Bandung

Dua pekan yang lalu, jago yang awalnya sama sekali tidak diperhitungkan itu menghebohkan Bandung saat turun di kelas utama tiket 5 juta Piala Pasundan 4 (11/10). Di Bandung Lautan Api Cup IV (25/10) Mascot kembali menyengat lawan-lawannya di kelas utama harga diri tiket 5 juta.

Dibanding lawan-lawannya yang sudah tenar karena sering juara di kelas-kelas prestis event akbar, Mascot bak jago dari negeri antah berantah. Sejarah pertarungan dan prestasinya seakan masih gelap.

Gaco yang berasal dari hasil breeding sendiri itu memang baru pertama kali merasakan event akbar di Piala Pasundan 4. “Sebelumnya baru dicoba di event-event level Latpres dan lokalan Malang saja,” jelas Amien MSF, kru kepercayaan Cahyo Matrix, sang pemilik.

 

 

Karena umur masih muda, Amien memang tidak berani menurunkan di laga akbar yang keras. “Cukuplah sebatas buat mengetahui apakah materi yang selama ini kami didik sudah bisa masuk apa belum, sudah bisa dimainkan dengan baik apa belum, selain juga mencari stelan yang pas.”

Setelah dirasa cukup umur, barulah berani mencoba membawa ke event akbar. Itu pun awalnya dibawa sebagai pelapis, bukan untuk diturunkan di kelas utama. Bagi Amien, posisinya yang seakan hanya menjadi anak bawang atau kuda hitam malah cukup menguntungkan.

“Dengan posisi yang tidak dikenali apalagi diunggulkan, justru membuat keberadaannya bisa membuat kejutan. Faktanya memang begitu kan, orang benar-benar dibuat terpana oleh penampilan Mascot yang sungguh tak terduga-duga.”

 

MASCOT, VOLUME DAHSYAT, MATERI LAGU CIAMIK

 

Mascot adalah anak dari Garuda Sakti, jago lawas yang sempat menghiasi kejuaraan event-event akbar tanah air lintas blok dan lintas EO. Garuda Sakti didadapat dari Ari Sri Bintang Lampung. Beberapa tahun kemudian, Ari menghibahkan betina yang disebut berjenis Lampung super, yang oleh Cahyo kemudian dijodohkan dengan Garuda Sakti.

Sebagaimana banyak terjadi pada breeding yang indukannya eks burung-burung jawara, Garuda Sakti pun tidak bisa produksi lancar secara periodik. Beruntung sempat mempunyai anak, salah satunya adalah Mascot, serta dua saudaranya yang berkelamin betina.

“Banyak kendalanya, beragam lah. Selama ini baru punya anak tiga, satu jantan Mascot, dua lainnya betina,” imbuh Amien.

Rupanya, darah fighter dan jawara juga menetes pada Mascot dari sang bapak, Garuda Sakti. Mascot tak ciut nyali meski beru pertama kali merasakan aura lomba besar yang memperebutkan hadiah utama mobil di Piala Pasundan 4.

 

 

Padahal, mulanya Mascot tidak akan diturunkan di kelas utama. “Kami waktu itu membawa dua jago. Yang diandalkan sebenarnya Branjang Kawat, tetapi sampai Bandung malah ngedrop. Sepertinya dehidrasi karena air minum tumpah di perjalanan. Ya sudah, akhirnya kami nekat menurunkan Mascot.”

Penampilan yang memuaskan di Piala Pasundan, membuat Amien kembali diutus oleh Cahyo Matrix kembali melawat ke Bandung. Kali ini dalam gelaran yang tak kalah prestis, Bandung Lautan Api Cup IV bersama BnR Indonesia.

Tidak mau tanggung-tanggung, Mascot kembali diturunkan di kelas paling mahal, kelas Harga Diri dengan tiket 5 juta, kuota peserta 20 ekor saja. Peserta penuh, bisa dikatakan sebagai partai ulangan di kelas utama Piala Pasundan.

 

 

Selain Amien yang menurunkan Mascot, Umi Kasum dan H. Sadat juga tampak menurunkan jago-jago andalannya. Mascot yang berada di gantangan 28, berada satu deret dan berdampingan langsung dengan jago yang digantang Umi Kasum di gantangan 27.

Lagi-lagi, penemapilan Mascot mengundang decak kagum. Mascot tampil prima sejak awal digantang hingga akhir penilaian. Puluhan pasang mata yang menjadi sakti pertarungan di seputar gantangan benar-benar dibuat terkesima.

Kelas ini, hanya mengambil 3 kejuaraan. Saat-saat menegangkan pun terjadi ketika bendera nominasi mulai ditancapkan. Ternyata, Mascot masih termasuk di dalamnya, selain burung yang berada di gantangan 27 dan 29.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Akhirnya, team juri lebih banyak menjatuhkan koncer A ke gantangan 27, kemudian gantangan 29, sementara gantangan 28 yang ditempati Mascot hanya kebagian beberapa koncer B. Jadilah Mascot menempati urutan ke – 3.

Gantangan 27 adalah Semar Sakti (SS) jago milik Mr. Olix Joss Lampung dengan manajer lapangan Umi Kasum, sementara berada di gantangan 29 adalah Putra Mandala, jago milik Herry IP, pemain lawas yang kembali menurunkan jagoannya. Herry IP sebelumnya tidak menurunkan jagonya di Piala Pasundan.

Meski sempat kecewa, pada akhirnya Amien harus legawa dan bisa menerima hasil ini. “Ya, kami harus legawa dengan keputusan juri yang bertugas. Inilah pertandingan, ada kemenangan dan ada kekalahan. Dunia belum berakhir, masih banyak lomba berikut yang bisa kami coba untuk kembali menguji kualitas dan keberuntungan,” ungkap Amien MSF.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Kekecewaan Amien sesungguhnya bukannya tanpa alasan. Ia tak hanya mengandalkan hasil pengamatan atau pantauan sendiri saja. “Banyak teman-teman muraimania yang menyaksikan jalannya pertandingan saat itu mengatakan, Mascot sangat layak sekali meraih hasil yang lebih baik. Opini seperti itu juga sempat dinyatakan oleh beberapa rekan yeng mengenakan seragam panitia dan media. Tapi ya sudahlah, inilah pertandingan. Kami tetap harus tenang dan legawa dengan hasil ini,” imbuh Amien.

Amien mengaku tetap bangga dengan penampilan Mascot, meski harus puas berada di urutan ke-3. “Ya belum beruntung mungkin, tapi kami tetap bangga dan bisa berjalan dengan kepala tegak, kami kalah secara terhomat di event Bandung Lautan Api Cup IV, sebagaimana juga di Piala Pasundan 4.”

Amien juga mengaku puas dan nyaman dengan situasi jalannya lomba di kelas Harga DIri. “Peserta hanya 20, terus kami para pemegang tiket boleh masuk dan menyaksikan dari dekat. Ada juga puluhan media yang ikut memantau jalannya lomba. Peserta di kelas ini juga tenang, tidak ada teriakan, sehingga semua bisa memantau dan ikut membandingkan satu persatu jagoan yang bertarung.”

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Amien yang jauh-jauh datang dari Malang ke Bandung seorang diri hanya membawa 1 burung saja, merasa tidak sia-sia dengan hasil ini. “Dalam dua pekan berturut-turut menempuh perjalanan darat 11 jam, demi bisa ikut di kelas utama Piala Pasundan dan Bandung Lautan Api. Saya datang jauh ke Bandung, sepenuhnya hanya mengandalkan kinerja dan kualitas burung, tanpa pengkondisian atau pengawalan. Itu sebabnya saya tetap legawa, sebab apa pun hasil akhirnya, semua itu kami peroleh dengan cara yang terhormat.”

Di Piala Pasundan, selain meraih posisi runner up di kelas utama tiket 5 juta, juga berada di rangking 8 tiket 3,5 juta. Sementara di Bandung Lautan Api Cup IV, Mascot hanya meraih posisi ke-3 di kelas Harga Diri, karena sesi berikutnya penampilannya kurang menggigit. Seperti biasanya, setelah pertengahan lomba, cuaca di Lembang  berubah menjadi extrim, dingin, serta hujan deras mengguyur lokasi lomba.

Kini, Amien merasa lega, karena eksistensi Mascot semakin diakui dan diperhitungkan oleh lawan di blok barat, yang nota bene menjadi domisili banyak jago-jago murai papan atas. Sudah banyak tokoh murai yang menjadi saksi performa dan materi Mascot. “Insya Allah siap kembali melurug ke blok barat mengikuti gelaran akbar berikutnya.”

Tak menunggu lama setelah Amien sampai kembali di kota Malang, dapat kabar dari sang bos Cahyo Matrix. Sudah ada yang berminat dan pengin meminang Mascot, bahkan langsung membuka penawaran 350 juta, tetapi sejauh ini belum mau dilepas oleh Cahyo. [maltimbus]

 

DATA JUARA BANDUNG LAUTAN API CUP IV, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: murai batu mascot cahyo matrix amien msf bandung lautan api cup iv

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp