SAMBUTAN H. BAGIYA (KETUA PBI PUSAT) DI EVEN SWEET VALENTINE JOGJA 2020


SWEET VALENTINE JOGJA, #2

PBI Bukan Semata Penyelenggara Lomba, Tapi Juga Pengendali Lomba, Apa Maksudnya?

Dalam sambutan di pembukaan event Sweet Valentine, H. Bagya Rakhmadi selaku Ketua Umum PBI Pusat mengungkapkan, PBI sesungguhnya bukan semata penyelenggara lomba, tapi lebih pada pengendali lomba. Apa maksudnya?

Apakah pengendali yang dimaksud adalah keinginan mengendalikan dan mengatur semua lomba termasuk yang digelar oleh EO lain? Biar tidak salah paham, yuk simak penjelasan berikut ini.

Menurut H. Bagya, yang  dimaksud pengendali tidaklah terkait dengan penyelenggara atau EO yang lain. “Bukan berarti PBI itu ingin mengendalikan semua lomba termasuk yang digelar oleh yang lain, jadi mohon jangan salah paham. Pengendali yang dimaksud di sini hanya bersifat ke dalam atau internal. Salah satunya bila terkait lomba, membatasi jenis burung serta jumlah kelas atau sesi dengan target selesai jam 18.00,” ujarnya kepada burungnews di sela-sela lomba Sweet Valentine.

 

BRANJANGAN RING DIBUKA LAGI DI PBI

 

Karenanya, PBI tidak asal nambah jenis burung, hanya dengan melihat potensi peserta saja. “Yang terjadi, dalam sejarah perjalanan, PBI justru mengurangi atau menghilangkan jenis-jenis burung tertentu dengan alasan untuk menjaga kelestarian. Waktu itu populasi jenis burung tersebut sudah menyusut tajam.”

Pun ke depan, cita-cita besar PBI adalah hanya menggelar lomba burung hasil breeding, yang ditandai dengan ring di kakinya. “Saat ini yang sudah masuk wajib ring adalah cucak rawa ring, anis kembang ring, murai batu ring, dan ditambahkan lagi branjangan ring. Mulai diperkenalkan kelasnya adalah kacer ring, semoga dalam beberapa tahun ke depan juga sudah bisa menghapus kacer non ring.”

Sebelumnya, jenis burung branjangan (non ring) sudah dihapus. Setelah bisa membuktikan bisa ditangkar dan jumlah burung ring yang siap lomba cukup banyak, PBI membuka diri. Dengan catatan, yang boleh ikut lomba di event PBI harus yang memakai  ring. Tidak menutup kemungkinan untuk jenis burung lain, selama benar-benar sudah berhasil ditangkar dan anakan yang memakai ring sudah cukup banyak.

 

 

Secara khusus, H. Bagya juga menyoroti kelas cucak hijau. “Ini kelas favorit yang pesertanya selalu penuh. Namun kita tahu, cucak hijau sudah masuk dalam burung dilindungi. Sementara ini, pemerintah memulai dengan program pendataan / pendaftaran. Syarat dan aturannya sudah dipermudah. Kami dari PBI akan terus berusaha membantu baik dalam sosialisasi maupun memfasilitasi, antara lain seperti tampak dalam lomba ini ada stand BKSDA yang menerima pendataan / pendaftaran. Bahkan di sini sudah maju tak semata pendataan, tapi juga mulai memperkenalkan pembuatan SAT-DN. Teman-teman yang pengin konsultasi juga dipersilakan.”

H. Bagya pun mengajak para breedeer terutama yang sudah berada dalam binaan PBI untuk terus mencoba dan mencari cara agar cucak hijau bisa ditangkar. “Besuk kalau sudah bisa ditangkar dan jumlahnya penangkarnya sudah banyak juga anakan sampai F-2 sudah banyak, kita akan coba memberikan masukan kepada pemerintah agar bisa dikeluarkan dari daftar dilindungi.”

 

Hindari PENYITAAN dan SANKSI HUKUM lainnya!

Daftarkan CUCAK HIJAU (dan burung DILINDUNGI lain yang sudah dimiliki sebelum P/20 2018, atau bulan Agustus 2018),  MUDAH  dan  GRATIS. Cek syarat, cara, dan tempat pendaftarannya.  DI SINI

 

H. Bagya juga berharap teman-teman Lintas EO bisa melakukan gerakan yang sama kaitannya dengan dukungan untuk konservasi agar lebih cepat tercapai. “Tentu saja, bila teman-teman sesama EO bisa melakukan langkah bersama, tujuan dan cita-cita kita akan lebih cepat terwujud. Namun, ini tentu saja sebatas ajakan dan harapan saja.”

Dalam pelestarian, upaya PBI tidak hanya breeding saja, tetapi juga pelestarian burung di alam bebas. Bekerjasama dengan masyarakat setempat, PBI sudah memiliki sejumlab area konservasi binaan seperti di lereng merapi Turi Sleman, Desa Ramah Burung di Kulonprogo, Klaten, Madiun, Blitar, Lumajang.

“Di tempat itu PBI tidak hanya melepasliarkan burung, tapi juga bekerjasama dengan masyarakat setempat agar bisa menjaga serta memelihara alamnya. Burung harus merasa aman dan nyaman di alam, terutama menjaga dari para pemburu liar. Kelak pada waktunya, kalau populasinya dianggap sudah cukup, tentu saja bisa dimanfaatkan sebagian yang punya nilai ekonomi asalkan tetap secara bijak.”

 

 

Jangan sampai ketinggalan sama yang lain. Segera dapatkan  TWISTER  di  kios-kios terdekat. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline  08112663908.

 

 

 

KATA KUNCI: konservasi pbi pengendali lomba kampung ramah burung desa ramah burung

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp