PAK DAYAT DI KPU CUP. HUJAN TETAP SEMANGAT


SERI SOLUSI CENDET #2

Menjaga Burung Tetap Sehat dan Tampil Maksi di Musim Hujan + Video

Musim hujan masih berlangsung, bahkan intensitasnya cenderung meningkat dan sering ekstrim. Kicaumania perlu lebih waspada. Kondisi lingkungan yang basah atau setidaknya lembab, menjadi tempat berkembangnya sumber penyakit.

Di musim hujan, potensi burung menjadi sakit atau setidaknya menurun kondisinya menjadi lebih besar. Hal ini juga sangat disadari oleh Pak Dayat, cendet mania kawakan dari kota Yogyakarta. Itu sebabnya, sejumlah antisipasi sudah dilakukan olehnya sejak awal musim hujan hendak tiba.

“Bahkan awal-awal musim hujan, karena belum menentu kadang panas kadang tiba-tiba hujan, atau orang memberi istilah masa peralihan itu sebagai musim pancaroba, menjadi lebih rentan. Kita harus lebih teliti dan seksama, dalam menjaga burung peliharaan kita,” jelasnya saat disambangi ke kediamannya di sebelah utara komplek Balaikota Yogyakarta, Timoho.

 

 

Dalam hal cendet, sebagai burung yang dikenal kuat dalam jemur, jadi problem karena di musim hujan intensitas menjemurnya jadi kurang. “Kadang bahkan tidak bisa menjemur karena seharian tidak ada sinar matahari. Kalau itu terjadi menjelang lomba, tentu saja kita mesti cari akal bagaimana nyeting burung agar tetap fighter pada saatnya.”

Beragam cara membuat setingan alternatif bisa saja dicoba. Namun hal yang paling mendasar menurut pak Dayat adalah, bagaimana menjaga kondisi burung supaya  tetap sehat dan bugar. “Sebab mau kita seting seperti apa kalau kondisinya kurang fit, ya tetap saja tidak mau tampil bagus. Maka pondasi utama menyiapkan burung adalah menjaga supaya kondisinya  tetap sehat dan fit.”

Salah satu kunci menjaga kesehatan burung adalah dari asupan pakan dan minumnya. Keduanya mesti bersih, sehat, dan memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung. “Air minum misalnya, harus benar-benar sehat. Jangan biasakan kasih air mentah, baik itu sumbernya air sumur apalagi air hujan. Seperti buat minum kita, air minum sebaiknya dimasak dulu, kecuali kalau kita beli air kemasan, secara teknis itu air yang bersih dan sehat untuk diminum. Karena air kalau tidak hati-hati juga jadi tempat masuk favorit beragam bibit penyakit.”

 

TUTORIAL PERLAKUAN JANGKRIK SEBELUM DIBERIKAN KE BURUNG:

 

Pakan kalau itu voer, sepanjang kita menyimpan dan menjaga dengan baik, seharusnya juga bersih dan sehat. “Kalau kemasan sudah kita buka, sebaiknya masukkan ke toples dan tutup rapat, jadi kondisinya tetap kering. Kalau voer sudah lembab, tampak tidak segar, apalagi sudah berkutu atau berjamur, jangan digunakan.”

Demikian pula pada EF, baik itu jangkrik atau kroto, atau serangga lainnya seperti ulat hongkong. Kroto harus yang kondisinya segar, kalau mulai layu jangan pernah dipakai. “Kroto penangannya relatif lebih mudah, setelah beli, kita bersihkan, disimpan di kulkas.”

Menurut Dayat, salah satu hal yang  sering salah kaprah adalah jangkrik. “Banyak dari kita masih terbiasa memberikan jangkrik begitu saja ke burung setelah beli, hanya karena melihat kondisinya yang segar saja. Padahal kita tidak pernah tahu apa yang dimakan jangkrik sebelumnya saat belum kita beli. Dia mungkin dikasih sayur bekas yang tidak sehat, dikasih voer sisa yang tercecer atau yang sudah rusak, atau bahkan berhari-hari tidak dikasih makan sehingga memakan “rumah” dari bekas tempat telur yang berbahan asbes. Jadi wajar bila ada sejumlah kasus burung seakan sakit tiba-tiba hanya beberapa saat setelah mengkonsumsi jangkrik, kadang berakibat fatal sampai burung mati.”

Selama bertahun-tahun pak Dayat mengaku bisa “menyimpan” dulu jangkrik yang ia beli selama setidaknya sehari. “Selama itu, kita kasih pakan yang bersih dan sehat, entah itu sayur, buah, atau voer yang masih bagus. Kandangnya juga harus bersih dan kering.”

 

CERITA PAK DAYAT MENJAGA CENDET-NYA TETAP SEHAT DI MUSIM HUJAN:

 

Belakangan ini, pak Dayat dikenalkan dengan pakan yang disebutkan khusus untuk jangkrik yang hendak diberikan untuk burung. “Saya pikir ini hal yang bagus, karena jadi praktis, tak perlu ribet menyiapkan sendiri entah itu sayur, buah, dan lainnya. Saya cium aromanya wangi rempah-rempah. Jadi saya pikir ini memang bagus sekali. Kalau buat kita, ini semacam ada kandungan jamu herbalnya.”

Dayat kemudian mulai mencoba menaburkan beberapa sendok pada jangkriknya, tanpa perlu lagi memberikan sayuran. “Besuknya saya lihat kondisi jangkriknya begitu menyenangkan. Tampak montok, kalau dipencet padat dan keras, dipecah perutnya juga penuh, kering. Kalau sebelumnya kan dipencet empuk dan gembur, dipecah perutnya lebih banyak berisi air bahkan kadang kosong.”

Saat diberikan ke burung, tampak lebih disukai. Langsung telan dengan lahapnya. Tidak dieker-eker dulu. “Nah yang paling melegakan karena burung memang tampak lebih sehat, lebih bugar, lebih responsif. Lalu saat digantang juga lebih fighter, garang, terus bertempur dari awal sampai akhir seperti tidak punya lelah. Benar-benar tampak beda dari sebelumnya. Ini saya jujur harus mengakui bila pakan yang dilabelnya tertulis Maximum memang luar biasa manfaatnya bagi burung-burung kita, bahkan di saat musim hujan sekali pun. Burung tetap terjaga kesehatan dan kebugarannya, dan tetap mau tampil maksi meski kurang kena sinar matahari.”

 

CENDET CIAK EKOR? LIHAT SOLUSI MUDAH DAN MURAH ALA Mr. JOMBANG:

 

Pak Dayat tak hanya ngomong saja, tapi benar-benar membuktikan. Ia dan kawan-kawan Gerobak Team turun ke KPU Cup Purworejo, Minggu 17 Maret. Tak sesuai harapan semua pihak, hujan mengguyur deras sejak awal, bahkan saat lomba berakhir pun hujan belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Pak Dayat mesti menenteng burung ke gantangan di tengah-tengah hujan, dengan sebagian lapang tergenan yang lumayan dalam. Masih untung lokasi lomba di halaman sekolah SMPN 25 masih menyediakan banyak ruang untuk beristirahat dan menyiapkan burung, di lorong-lorong dan ruang kelas.

Tiga burung yang dibawa pak Dayat dan kawan-kawan nyatan tetap tampil. Mandala merebut juara 1, sementara di sesi lainnya Ilusi dan Danger tetap bisa nangkring di posisi ke-2 dan ke-4. “Peserta memang tidak penuh, tapi secara kualitas dan materi bagus-bagus. Banyak cendet mania Jogja yang turun ke sini.”

 

 

 

KATA KUNCI: pak dayat solusi cendet sehat solusi burung sehat cendet mandala cendet danger cendet ilusi cendet sadis kpu cup purrworejo solusi cendet ciak ekor jangkrik sehat pakan jangkrik menjaga burung sehat di musim hujan

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp