BANG BAJIL JUARA 1 BERSAMA CENDET DUREX. KECERIAAN TERASA KEMBALI


RAMADHAN CERIA, #3

Suasana Nyaman, Bang Bajil Bangga Bisa Menang Apa Adanya

Kenyamanan dan keceriaan kembali dirasakan para kicaumania yang hadir di Ramadhan Ceria, Minggu 12 Mei 2019 di gantangan Putro Mataram Singosaren Yogyakarta. Begitu juga Bang Bajil dan banyak kawan-kawannya. Ia adalah salah satu kicaumania lawas Jogja yang dikenal sebagai spesialis cendet.

Anda khususnya cendet mania yang tinggal di Jogja dan sekitarnya, pasti mengenal sosok yang satu ini. Ia sudah eksis dan berlomba sejak awal era 2000-an. Hingga kini, masih konsisten sebagai pemain cendet.

Di gelaran ini, jagoan Bang Bajil cendet Durex menang di kelas Favorit PBI. “Senang sekali bisa menampilkan burung, dan benar-benar menang secara apa adanya, seperti pada lomba-lomba yang sebelumnya saya ikuti” ujarnya membuka pembicaraan.

 

Gunakan selalu PRODUK yang ASLI, terjamin KUALITAS dan KHASIATnya.

 

Karena kerap mengorbitkan jagoan khususnya cendet, burungnews pun memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang sesungguhnya cukup sensitif. Apakah selama ini, terutama juga di Ramadhan Ceria kemarin, Bang Bajil mengkondisikan terlebih dahulu, atau sesaat setelah menggantangkan sempat membisikkan nomor gantangan atau titip ke juri agar burungnya diperhatikan?

Ia pun menjawab tegas. “Tidak pernah sama sekali. Belasan tahun menjadi pelomba, tidak pernah saya pakai main titip-titip atau bisik-bisik, baik secara langsung atau tidak langsung. Boleh tanya ke peman-pemain lainnya. Apa adanya saja, kalau kami sepenuhnya hanya mengandalkan burung semata. Paling ya pakai teriak-teriak dari luar pagar, tapi ini kondisional saja, misalnya karena kita melihat juri pantauannya kurang merata, nggerombol dan seterusnya.”

Salah satu risiko ikut lomba secara apa-adanya, di mana pun adan apa pun EO-nya, kadang burung kerja dan kualitas bagus, tapi bisa terbuang begitu saja. “Kadang memang bingung. Kalau melihat secara umum, banyak burung di Jogja bagus-bagus. Bahkan tak berlebihan menyebut Jogja itu salah satu barometer burung berkualitas, untuk banyak jenis burung termasuk cendet. Tapi kalau ada even-even gede di Jogja, coba perhatikan data juaranya, nyaris tak ada burung Jogja yang masuk. Padahal bagi kebanyakan kita, pemain yang biasa-biasa saja, bisa masuk jajaran 10 besar saja sudah senang sekali.”

 

SESI CENDET DI RAMADHAN CERIA, FULL PESERTA

 

Nah, suasana lomba di Ramadhan Ceria itu disebut Bang Bajil seakan mengembalikan keceriaan para kicaumania, khususnya pemain kebanyakan seperti dirinya. “Jujur saja, kemarin saya dan banyak teman-teman kicaumania lainnya memang merasa senang sekali. Aura lomba yang benar-benar serasa menjadi pestanya semua kalangan kicaumania sudah mulai terasa kembali di gelaran PBI, sesuatu yang cukup lama tidak kami rasakan,” ujarnya.

Secara umum, Bang Bajil melihat jalannya lomba sudah berada di rel yang benar. “Penjurian saya kira juga sudah cukup baik. Bahwa mungkin ada satu dua kekurangan, itu sangat wajar. Kalau mau nyari-nyari kelemahan ya memang masih selalu ada. Tapi itu masih dalam batas yang bisa kita terima. Misalnya, kita terpaksa teriak-teriak saat melihat juri sering nggerombol, kurang mencar. Tapi setelah berbenah, ya kemudian mereda.”

 

 

Bajil juga mengaku mendengar atau tahu ada peserta yang menyebut ada juri di akhir-akhir penilaian seakan terlihat bingung. “Saya rasa karena itu sedang mencoba berbuat teliti, mencari burung yang benar-benar terbaik sesuai fakta lapangan. Namanya juga juri-juri muda, berusaha menjadi idealis, jauh dari kesan mencari burung yang sudah dikondisikan sebelumnya. Itu antara lain terlihat banyak kelas yang bendera koncernya juga pecah, itu bisa diartikan juri mencoba memilih sesuai yang diyakini masing-masing, bukan karena ada intruksi untuk memilih burung-burung tertentu. Kecuali kalau ada yang memang benar-benar menonjol sekali, barulah ada bendera mutlak. Itu sih kesan yang saya lihat, bukan karena burung saya menang loh. Kalau soal menang kalah saya sudah puluhan tahun merasakan, sudah biasa, tidak akan sedikit-sedikit sensi.”

Ditambahkannya, di mana pun dan kapan pun itu lomba, pasti ada satu dua yang menurut kita dari pantauan di luar pagar meleset. “Sekali lagi kalau boleh ngomong jujur, di beberapa even yang skalanya besar, bahkan lebih banyak melesetnya. Jadi kemarin kami memang sempat rasan-rasan, memang terasa sekali seperti kembali lagi mendapatkan suasana yang nyaman untuk semua kalangan, bukan hanya untuk kalangan tertentu.”

 

DUREX. USAI MABUNG PENAMPILAN MAKIN MATANG

 

Siapa Durex, jago milik Bang Bajil yang menang di gelaran ini. Jago lawas ternyata. Bajil mengaku sudah megang dua tahun lebih. “Hanya saja ini memang baru rampung mabung. Pertama kali turun di Latpres Cepoko, Ronggolawe, sudah langsung juara. Setelah itu di Perang Bintang bersama BnR di 403 juga juara 1, lalu di Fahrul Cupu Cup bersama RI di gantangan Queen, juga merebut juara 1 kelas Tali Kasih. Barulah saya bawa ke Ramadhan Ceria, dan alhamdulillah juara 1. Penampilannya memang meningkat pesat. Beberapa bulan terakhir jangkrik kita treatmen dulu dengan Maximum, baru dikasihkan burung.”

Di sini ada dua kelas cendet, satu kelas yang lain dimenangkan oleh Mustika milik Cahyo dari Gerobak SF. Cahyo juga termasuk cendet mania dari kalangan kebanyakan sebagaimana Bang Bajil. Burungnews sebelumnya memantau Mustika merebut juara 1 dan 2 di Lembusuro Cup 2 Boyolali.

 

Resep yang selama bertahun-tahun dirahasiakan, akhirnya dibuka dan bisa dirasakan khasiatnya oleh semua kicaumania. Siimak video-nya dengan KLIK gambar di bawah ini.

 

Ramadhan Ceria adalah event gelaran PBI Sleman, yang dirancang fairplay sejak awal. Hal ini benar-benar ditekankan oleh Ir. H. Agus Gamping selaku Penasehat bersama Drg. Agung, Totok Gudeg, Budiharjo. Bertindak sebagai Ketua adalah Arif Aster BF, Wakil Ketua Aditya, anggota Nur Gendut, Ronny Stiga, Gendon, dan Inu.

Penilaian mengandalkan para juri muda yang dinahkodai oleh Damar Aji Pramudya. “Ada keceriaan sepanjang hari di ruang juri, karena hanya diberi satu tugas utama, menilai secara apa adanya. Jadi tidak ada beban, lepas, kami tidak merasa punya semacam hutang budi pada siapa pun,” terang Damar.

 

 

Meski begitu, di akhir lomba H. Agus Gamping tetap meminta maaf kepada semua kicaumania bilamana masih ada kekurangan, termasuk dalam hal penilaian. “Karena kami manusia biasa, mungkin masih ada salah. Namun Kami berani jamin dan pastikan bilamana ada kesalahan bukanlah karena faktor kesengajaan. Sejak awal kami panitia dan team juri yang bertugas sudah sepakat bila di even ini benar-benar ingin fairplay, semua panitia juga tidak menurunkan burung. Sekali lagi kalau masih ada yang kurang memuaskan, kami mohon maaf. Kami tetap komit untuk terus berproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.”

Setelah sukses menjadi tuan rumah, berikutnya para punggawa PBI Sleman bersiap menjadi tamu dan peserta yang baik di sejumlah event. Seperti Kapolres Cup Sragen pada 16 Juni, Piala Pakualam pada 30 Juni, hingga Delata Cup 2 Reborn Sukoharjo pada 14 Juli 2019.

JUARA RAMADHAN CERIA PBI SLEMAN, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: ramadhan ceria ir. h. agus gamping bang bajil cendet durex cendet mustika juara di lembusuro cup 2 boyolali

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp