PANITIA & JURI. TERIMAKASIH ATAS SEMUA PARTISIPASI KAWAN-KAWAN MOHON MAAF BILA ADA KEKURANGAN

PIALA KETUA MUDA BERKARYA + DATA JUARA

MB Tanah Jowo dan Gavi Jadi Bintang, Parikesit Tuai Pujian + Vidio

Gelaran Piala Ketua Muda Berkarya pada Minggu 26 Mei 2024 di Taman Kuliner Yogyakarta, berjalan meriah. Murai batu Tanah Jowo, come back langsung melesat, ada pun Slamet dan Gavi berbagi juara. Sementara itu, aksi Parikesit menuai banjir pujian.

Murai batu Tanah Jowo milik Bang Jack dari Patangpuluhan come back, setelah rehat mabung. Begitu digantang, langsung tancap gas. Aksinya kencang terus menekan lawan, sambil melontarkan suara kecilan yang cukup memekakan telinga.

Aksi mewah ini diperlihatkan di kelas utama Murai Batu 24-G 1.100K. Para juri Muda Berkarya yang bertugas terlihat mantap dan kompak, meski tanpa koordinasi, memberikan koncer A persis di bawah sangkar Tanah Jowo.

 

JACK BIRD FARM 40AN. TANAH JOWO COME BACK LANGSUNG SIKAT JUARA 1 KELAS UTAMA

 

Tanah Jowo adalah burung hasil kebun sendiri dari Jack Bird Farm. Sebelum mabung, Tanah Jowo sudah kerap meraih prestasi membanggakan. Selain Tanah Jowo, Jack Bird Farm juga mengorbitkan beberapa yang lainnya, seperti Radikal yang kerap juara di event prestis dan mengharumkan nama Bang Jack di dunia kicau mania Tanah Air.

“Alhamdulillah Tanah Jowo paska mabung langung mau jalan, doakan ya semoga ke depan makin stabil. Radikal sebentar lagi juga sudah siap turun ke lapangan,” ungkap Bang Jack kepada burungnews.

 

RONALD OWEN KRU. BORONG JUARA LWAT GAVI DAN SLAMET

 

Sementara itu, Rinja yang dipercaya oleh Ronald Owen, berhasil borong juara lewat dua jagoan handal murai batu Slamet dan Gavi. Gavi tampil mengesankan di kelas Murai Batu 24-G 500 K, Slamet memimpin di kelas Murai Batu 220 K.

Gavi adalah burung dari H. Nendra Jakarta. Burung ini dikirim ke Jogja belum ada 1 satu bulan. Rinja baru 3 kali mencoba ke lapangan, pertama di event PBI Sleman Vaganza, SMM Featruring GMI, dan Piala Muda Berkarya.

Di 3 event tersebut, semua meraih juara 1. Kehadiran Gavi, tak pelak membuat persaingan murai batu di Jogja semakin ketat. Rinja bersiap melanjutkan kiprah Slamet dan Gavi ke Anniversary SMM, sebelum balik ke event Piala Pakualam 10.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Masih di kelas Murai Batu, Parikesit milik Sulthan Grup juga tampil memukau. Durasinya yang hampir tanpa jeda, terlihat seperti konslet. Gayanya macul-macul, sambil melontarkan lagunya dengan lantang, buka paruh lebar. Berada di gantangan agak pingir, membuat aksinya terlihat jelas oleh penonton, hingga mendapat banyak pujian.

Parikesit yang semula ngotot mengempur lawan sebelah kanan, saat berbalik menghadap sebelah kiri kakinya “terpeleset” tangkringan, hingga jatuh ke bawah beberapa detik. Burung kembali bangkit dan terus memberikan perlawakan sengit, vidio aksinya bisa dilihat pada vidio di bawah berita.

“Waduh, terjun ke bawah. Sayang banget, kalau tidak saya kira bisa masuk 3 besar,” celetuk salah satu peserta di pinggir lapangan.

 

SULTHAN GRUP. PUAS MELIHAT PENAMPILAN PARIKESIT

 

Ini merupakan penampilan ke dua bagi Parikesit paska mbabung. Sebelumnya, sudah lebih dulu dicoba kontes bulanan Garasi Arena beberapa waktu lalu, juara. Penampilannya kini terlihat makin ganas dalam membawakan lagu, paruhnya makin membuka lebar. Pertanda memiliki volume keras.

“Sangkar digantang miring, tidak mengahadap lawan, posisi tangkringan tidak berhadapan dengan lawan. Saat narung burung sebelah kiri, posisinya burung miring, nah begitu sebelah narung dan burung balik langsung terpeleset, posisi tangkringan miring dengan lawan,” jelas Joko bersama Gilang yang merasa cukup puas melihat penampilannya.

 

 

Di kelas Anis Merah, Kliwon milik AJP dari Anugerah Jaya Press berhasil merebut sekali juara 1, kelas Anis Merah C. Kliwon memiliki gaya eksotik, saat teler sesekali jalan tangkringan, dibarengi ekor mengembang.

Kehadiran komunitas love bird, makin menambah meriah gelaran ini. Kelas Love Bird dibuka hingga tiga kelas, semua terlihat meriah.

Di akhir lomba, Arung selaku Ketua Panitia, didampingi Hisyam menyebutkan cukup puas. “Terimakasih atas semua dukungan kawan-kawan kicau mania. Mohon maaf bila masih ada kekurangan. Muda Berkarya yang merupakan karya dari juri-juri muda Yogyakarta yang memiliki semangat juang tinggi memajukan dunia perburungan,” ujarnya.

Sebelumnya, Muda Berkarya sempat vakum dari event semasa covid 19. “Insya Allah, Piala Ketua Muda Berkarya bakal jadi event rutin tahunan. Mohon doa dan dukungannya,” tambah Arung yang diamini Hisyam. [busro]

 

KATA KUNCI: piala ketua muda berkarya mb tanah jowo mb gavi mb parikesit

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp