TIDAK PILIH-PILIH EO, SELALU MASUK PODIUM


PIALA KERAJAAN KEDIRI, #3: Masih Stabil dengan Materi Mempesona, LB Barkis Nyaris Hatrik

Lion SF dari Jambi makin dalam menancapkan kukunya di kelas-kelas love bird yang mengijinkan burung konslet bertarung di dalamnya. Di Piala Kerajaan Kediri yang pesertanya selalu full dengan lawan-lawan burung terbaik tanah air, Barkis berhasil mempersembahkan juara 1, 1, 3, 5, dan 6.

Piala Kerajaan Kediri adalah event akbar yang begitu prestis. Ini adalah event akbar pertama PBI yang menggunakan dua lapang di masa pandemi. Begitu brosur dibagikan, orang langsung berebut tiket. Tidak butuh waktu lama, semua kelas yang dimainkan langsung full book.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Untungnya, para kru Lion SF cukup sigap menyikapi gelaran ini. Tiket segera dipesan dan diamankan. “Kalau terlambat pasti tidak kebagian. Tadi di lapangan, betapa banyak orang mencari tiket cancel. Satu dua ada yang melepas lewat MC, langsung jadi rebutan. Itu terjadi tidak hanya di kelas lovebird, tapi juga semua kelas lainnya,” terang Agil, salah satu kru Lion SF.

Kelas-kelas reguler yang diikuti oleh Barkis juga selalu penuh. Di event lain, istilah kelas yang memberikan ruang untuk lovebird konslet ada yang menyebut kelas Umum, atau yang cakupannya lebih luas adalah kelas Bebas Aksi.

 

 

Satu dua kelas ada yang kosong satu dua gantangan, tetapi tiket sebenarnya sudah terbeli dan ada yang pegang, mungkin pemiliknya kurang teliti memperhatikan jadwal atau tidak mendengar pengumuman MC.

Itu semua menunjukkan, betapa banyak kicaumania yang sudah sangat merindukan hadirnya event-event resmi dari PBI, EO tertua di negeri ini. Apalagi salah satu event andalan yang dikenal sebagai “Piala Dunia”-nya lomba burung berkicau, Piala Raja di Taman Candi Prambanan, sudah diputuskan tidak digelar tahun ini, baru dijadwalkan ulang tahun depan apabila kondisi memang sudah kondusif dan memungkinkan.

 

PHOENIX Makanan Love Bird Multivitamin. Berikan yang terbaik untuk love bird kesayangan Anda, menjadik burung selalu sehat dan rajin bunyi. Mudah diperoleh di kios-kios terdekat.

 

Barkis kembali menunjukkan perfoma dan kestabilan yang luar biasa sebagai lovebird konslet. Sangat rajin dengan jede pendek bahkan sekilas terlihat seperti tanpa jeda, durasi panjang, serta volume yang lebih dari memadai, terdengar sangat jelas hingga ke luar pagar penonton.

Tak heran bila kelas utama pun berhasil disabet Barkis. Lalu berturut-turut juga kelas-kelas lain yang tak kalah prestisnya. Semua kelas lovebird reguler diikuti jago-jago terbaik lintas blok. Artinya, Barkis bukan meraih prestasi tersebut dengan mudah.

 

KRU LION SF DI PIALA KERAJAAN KEDIRI, MERAYAKAN KEMENANGAN

 

Celvin Oktariyadi, sang manajer yang kali ini tidak bisa mendampingi langsung pun mengaku sangat puas dan bangga dengan pencapaian ini. “Baru pekan lalu turun di BnR Satoe Cup. Di sana pun masih bisa masuk podium atas. Sekarang langsung turun lagi di event yang pesertanya lebih ramai, persaingannya lebih seru dan ketat. Hasilnya bahkan lebih bagus daripada di Cibubur. Bos Rudi Yang dan Arun Kwok juga sangat terkesan.”

Raihan juara 1, 1, 3, 5, dan 6 memang termasuk luar biasa. Kalau materinya tidak lengkap didukung perfoma mengkilap, tentu sangat sulit meraih podium atas di sini. Para juri PBI selalu konsisten menilai lovebird sebagaimana jenis oceha lainnya.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Secara periodik akan diroling atau melakukan rotasi agar bisa membandingkan satu burung dengan yang lain dengan penuh ketelitian, mulai dari kerajinan, durasi, volume, ritme/irama lagu, serta gaya. Untuk jadi juara, burung harus punya materi yang lengkap sesuai kategori yang dinilai tersebut. Barkis kebetulan memiliki semua itu.

“Maka mau turun di EO mana pun yang membuka kelas Umum atau Reguler atau Bebas Aksi, selama tampil maksimal, Barkis tak perah lepas dari podium. Ini yang membuat kami di keluarga besar Lion SF Jambi sangat sayang dengan Barkis. Kami pun menyambut baik kembalinya BnR, salah satu EO terbesar dan berpengaruh, membuka lagi kelas Umum. Apalagi, pakem penilaian lovebird di BnR juga sudah kembali memakai rekap, ya sama lah dengan yang dilakukan PBI hanya di sana memakai nominasi terbuka.”

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Celvin pun kembali menegaskan, pada prinsipnya Lion SF siap menurunkan jago-jago handalnya di EO mana pun yang membuka kelas yang memungkinkan burung konslet ikut serta. Lion SF memang dikenal sebagai “juragan”-nya lovebird konslet tidak hanya di Jambi, tapi juga meluas di Sumatera bahkan se-nusantara.

“Kami tidak pilih-pilih EO, siap turun dan mendukung gelaran EO mana pun sepanjang jadwal atau waktunya memang pas, lalu jago-jago kami juga sedang dalam kondisi siap tempur. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua terutama para kicaumania di Kediri yang telah memberikan sambutan hangat buat team Lion SF Jambi. Kami juga ingin memberikan selamat atas suksesnya event Piala Kerajaan Kediri, kepada PBI Cabang Kediri, serta kepada PBI secara umum. Semoga ke depan makin bertambah maju, semoga kita semua juga selalu dalam sehat dan bahagia,” imbuh Celvin sambil menutup pembicaraan dengan burungnews.com melalui sambungan telepon.

 

 

Piala Kerajaan Kediri digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. MC Samuri yang juga asli Kediri, tak henti-hentinya selalu mengingatkan kepada semua yang ada di lokasi lomba, Taman Tirtoyoso, untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Panitia juga bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid dari Kota Kediri. Ada team yang melakukan rapid tes secara acak / sampling kepada yang hadir, sedangkan dalam menjaga kedisiplinan kicaumania dibantu pegutas dari Polri, TNI, Satpol PP, bahkan juga ada team khusus dari panitia.

 

H BAGYA DIAPIT ERICK LM DAN DWI JALU

 

Event ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBI Pusat H. Bagiya Rakhmadi, SH, juga di tengah hari disusul oleh Ketua Pengda PBI Jawa Timur Hery Sugihono. Sempat diguyur hujan di sepertiga sesi terakhir, namun para kicaumania tetap setia mengikuti lomba sampai dinyatakan selesai.

“Terima kasih sekali atas dukungan semua pihak. Para kicaumania semuanya yang hadir dan berpartisipasi, dari team Gugus Tugas Covid, dan para pihak lain yang tidak bisa disebut satu per satu. Semoga tetap lancar baik secara penyelenggaraan lomba maupun secara penerapan protokol kesehatannya,” ujar Erick LM sambil menutup pembicaraan. [maltimbus]

 

JUARA PIALA KERAJAAN KEDIRI, KLIK DI SINI

KATA KUNCI: piala kerajaan kediri love bird barkis

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp