GUS IBAD, CH NAWANG WULAN PEMBELIAN TERBAIK


PIALA KERAJAAN KEDIRI, #15: Take Over Terbaik Gus Ibad Malang, Turun Perdana Langsung Hatrik

Masih tampak belia, tapi nyalinya dalam memburu jago dan melomakan burung tak kalah dengan para senior. Ia, secara mengejutkan pernah meraih juara SF di Klaten Vaganza. Di event akbar Piala Kerajaan Kediri, kembali bikin kejutan. Meski tak diungulkan, jagoannya meraih hatrik, bahkan sebenarnya bisa lebih.

Kemenangan cucak hijau Nawang Wulan sampai 3 kali atau hatrik, harus diakui mengejutkan banyak pihak. Harap maklum, di event-event besar, jam terbang Nawang Wulan memang masih minim.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Kehadirannya pun tak disadari lawan-lawannya, sama sekali belum masuk unggulan. Apalagi, di sesi pertama penampilannya belum tampak begitu menonjol. Banyak yang memandang sebelah mata, bahkan menganggap Gus Ibad mungkin “terpeleset” karena berani membeli burung ini.

Prestasinya selama ini memang sudah cukup banyak, namun masih sebatas di event-event lokal seputar Solo Raya. Piala Kerajaan Kediri menjadi pengalaman pertama bagi Nawang Wulan turun di gelaran akbar.

 

 

Gus Ibad dari pondok pesantren Baitur Rohman Malang baru sekitar sepekan sebelumnya memutuskan untuk take over Nawang Wulan dari Oktavian Andi, kicaumania asal Palur, Karanganyar, Solo Raya. Ia mengaku sudah mendapat informasi munculnya jago prospek Nawang Wulan cukup lama, lalu lewat sejumlah kier masternya meminta untuk terus memantau perkembangannya.

“Ternyata laporannya menggembirakan, burung ini tidak hanya unggul secara materi lagu dan gaya yang mendukung saja, tapi juga luar biasa stabil. Setelah terakhir juara sampai 4 kali di salah satu gantangan yang saat ini paling ramai dan jadi acuan di Solo Raya, saya putuskan untuk ambil,” jelas Gus Ibad kepada burungnews.com, di sela-sela gelaran Piala Kerajaan Kediri, Taman Tirtoyoso, Minggu 22 November 2020.

 

GUS IBAD DKK, USAI NAWANG WULAN JUARA 1 KE-3 KALINYA

 

Nilai transaksinya disebut-sebut cukup fantastis, untuk seekor jago dengan jam terbang lokal. Namun, baik Gus Ibad maupun Oktavian Andi menolak menyebutkan angka pastinya. “Kalau harga menurut saya sesuai dengan kualitasnya. Secara nominal bisa saja disebut besar, bisa saja cukupan. Kalau saya bilang, kenapa saya mau, karena merasa sudah sesuai dengan kualitas dan perfomanya.”

Keyakinan Gus Ibad terbukti tidak sia-sia. Penampilannya di Piala Kerajaan Kediri secara umum membuat banyak cucak hijau mania terpana. Ini bukan event sembarangan, musuhnya burung-burung papan atas yang sudah kenyang pengalaman bertanding bahkan pelanggan juara event-event nasional.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Pada 4 sesi pertama yang diikutinya, sudah mengantongi posisi 6, lalu 3 sesi berikutnya memborong juara 1. “Sebenarnya sudah pegang tiket untuk 6 kelas. Tapi setelah diskusi dengan anak-anak lainnya, diputuskan untuk dua kelas tersisa tidak usah diturunkan. Biar istirahat, selain sudah sore ternyata kemudian juga turun hujan deras,” imbuh Gus Ibad.

Secara jujur, Gus Ibad mengaku ini adalah pembelian terbaik yang pernah ia lakukan. “Saya senang dan bangga sekali. Puas pokoknya. Selain karena ini event akbar dan prestis, dua lapang, Anda lihat peserta penuh-penuh terus, kebanggaan juga terasa lebih karena ini bukan event sembarangan. Bagaimana pun, tanpa bermaksud mengecilkan lainnya, orang mengakui juara di event PBI memang lebih prestis dan bikin bangga. Standar penilainnya dianggap lebih ketat dari yang lain. Secara teknis, kalau sudah bisa juara di event akbar PBI, di tempat lain lebih mudah masuk, semoga. Mohon doa dan dukungannya.”

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Rencananya, Gus Ibad akan menurunkan lagi Nawang Wulan di kotanya sendiri, pada event Malang Satu Titik, 6 Desember 2020, sebelum bertolak ke Denpasar mengikuti event akbar Bali Vaganza. “Di Bali juga banyak cucak hijau bagus-bagus. Jadi merasa tertantang juga untuk merasakan kerasnya persaingan di sana.”

Piala Kerajaan Kediri digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. MC Samuri yang juga asli Kediri, tak henti-hentinya selalu mengingatkan kepada semua yang ada di lokasi lomba, Taman Tirtoyoso, untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

 

 

Panitia juga bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid dari Kota Kediri. Ada team yang melakukan rapid tes secara acak / sampling kepada yang hadir, sedangkan dalam menjaga kedisiplinan kicaumania dibantu pegutas dari Polri, TNI, Satpol PP, bahkan juga ada team khusus dari panitia.

“Terimakasih atas dukungan dan partisipasi kicaumania yang datang dari berbagai blok. Terimakasih berkenan bekerjasama untuk mentaati protokol kesehatan, sehingga gelaran ini tetap bisa berlangsung lancar sampai selesai,” ujar Erick LM, Ketua PBI Cabang Kediri, yang didampingi Dwi Jalu selaku Wakil Ketua PBI Cabang Kediri.

Berkenan hadir Bapak H. Bagya Rakhmadi selaku Ketua Umum PBI Pusat, yang pada pertengaha hari kemudian disusul oleh Bapak Hery Sugihono selaku Ketua PBI Pengda Jawa Timur.  [maltimbus]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

DATA JUARA PIALA KERAJAAN KEDIRI, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: piala kerajaan kediri gus ibad malang

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp