PARA PUNGGAWA PBI MADIUN & MBC


PELEPASLIARAN ELANG JAWA & MERAK HIJAU

Percaya dengan Komitmen PBI, BBKSDA Jawa Timur Undang PBI Madiun

Kepedulian dan komitmen tinggi yang selama ini terus diperlihatkan oleh PBI, membuat BKSA Jawa Timur merasa perlu untuk mengundangnya ketika hendak melakukan pelepasliaran salah satu satwa langka, Elang Jawa.

Hal ini terjadi pada Rabu, 20 November 2019 yang lalu. BBKSDA Jawa Timur secara khusus mengundang pengurus PBI Madiun dan Madiun Bird Conservation (MBC) yang digawangi oleh Mr. Catur Putsal dan Mr. Hendra Tandyo.

 

HENDRA TANDYO (PBI MADIUN), DUKUNG PELEPASLIARAN SATWA LANGKA

 

Keduanya mewakili keluarga besar PBI ikut serta dalam kegiatan pelepasliaran seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di hutan produksi penyangga Cagar Alam Gunung Sigogor, Ngebel, Ponorogo.

Elang Jawa jenis kelamin jantan ini adalah hasil penyerahan masyarakat pada awal Agustus yang lalu.

“Ya, ini kita hadir memenuhi undangan dari rekan-rekan BBKSDA. Mereka tahu, kami PBI Cabang Madiun dan MBC juga aktif di pelestarian, makanya kita juga diminta hadir di acara ini," terang Catur.

 

TOPSONG BREEDING, cocok untuk indukan maupun anakan. Aman untuk meloloh baby, karena halus tanpa butiran keras / kristal. Tersedia dalam kemasan 1 kg - 25 kg. HOTLINE 0813.2941.0510

 

Mr. Catur yang juga penggagas adanya MBC mengaku sangat mengapresiasi undangan dari BBKSDA. “Kami juga butuh belajar banyak mengenai perilisan untuk melestarikan satwa, khususnya di wilayah Madiun dan sekitarnya. Tadi kami juga sempat ngobrol banyak dengan Ibu Indra Exploitasia mengenai agenda ke depan di Madiun," tandasnya.

Drh. Indra Exploitasia, M.Si adalah Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati. Ia juga ikut hadir dalam acara seremonial yang berlangsung di  desa Pupus, Ngebel, Ponorogo.

Dengan pelepasliaran ini, populasi Elang Jawa akan meningkat. Dalam 5 tahun terakhir, tren jumlah Elang Jawa di side-side monitoringnya sudah semakin meningkat.

 

MR. TJATUR & PUNGGAWA BBKSDA

 

Harapan ini secara khusus juga disampaikan oleh Hendra Tandyo dari PBI Madiun. "Pertama, kami sangat berterima kasih kepada BBKSDA Jatim dan jajarannya, karena sudah diundang di acara ini. Harapan kami, satwa yang dilepasliarkan di alam akan survive, bisa berkembang biak, sehingga dapat menambah populasinya di alam,” ujarnya.

BBKSDA Jatim pada acara ini tidak sendirian, tapi juga bekerjasama dengan beberapa stakeholder lainnya. Seperti Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI), PT. Pertamina Fuel Terminal Madiun, juga komunitas peduli satwa yang ada di Madiun dan Ponorogo.

 

Sambut kehadiran TEAM PROMO    TWISTER  di event-event terpilih, termasuk Balekambang Kumandang Surakarta, 24 November dan BnR Award 15 Desember. Dapatkan sampelnya, coba dan buktikan kualitasnya, berikan respon melalui hotline    08112663908.

 

 

Tidak hanya Elang Jawa yang dilepasliarkan. Pada kesempatan itu BBKSDA Jatim juga melepasliarkan 5 ekor Merak Hijau (Pavo Muticus) di lokasi yang tak jauh dari pelepasliaran Elang Jawa.

Kelima ekor Merak tersebut berasal dari penangkaran Merak Hijau UD. Tawang Arum milik mbah Surat Wiyoto, Lembaga Konservasi Perusahaan Daerah Obyek Wisata Umbul Madiun, dan dari penyerahan masyarakat. [konfirmasi liputan, 08170251279]

 

SUDAH MULAI MENCOBA BREEDING, BELUM BERHASIL? Berikan Super Breeding dari Super Kicau Grup. Birahi bisa bersamaan, kawin lebih ngisi, telur bisa lebih banyak, piyik lebih kuat dan tidak mudah mati.

 

KATA KUNCI: pbi madiun

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp