KAISAR EBOD HADIR DI PIALA PASUNDAN III


MENGENAL PENILAIAN SISTEM RESISTIAN

Inovasi Kaisar H. Ebod, Lebih Cepat & Akurat, Sore Sudah Kelar

Lomba yang dalam beberapa tahun terakhir sering sampai larut malam, membuat Kaisar H. Ebod penasaran. Apa iya tidak bisa dibuat lebih cepat, praktis, tetapi tetap objektif dan akurat. Lahirlah apa yang sekarang dikenal dengan Resistian, Reformasi Sistem Penjurian.

“Lomba peserta mungkin ramai, tapi penilaian menjadi lama, rampung sampai malam. Banyak teman-teman mengeluh, apa tidak bisa dibuat lebih cepat, tanpa mengurangi objektivitas. Kalau sudah malam, semua lelah. Burung lelah, pemilik, perawat, juga juri pun lelah. Pasti sudah tidak tidak maksimal. Jadi saya pun berpikir kenapa tidak kita cari solusinya, agar lebih cepat, tapi juga tetap akurat,” ujarnya kepada burungnews.com.

 

 

Bersama para juri-juri senior di Ronggolawe Nusantara, Ji Ebod pun mulai mendiskusikan hal ini. Hingga akhirnya merumuskan sistem baru yang jauh lebih praktis dan cepat. “Bisa dibilang sistem ini benar-benar baru, hasil inovasi kami sendiri, sepenuhnya merupakan proses menyempurnakan dari yang sudah kami jalani sendiri, bukan karena mengikuti yang lain,” imbuhnya.

Rumusan konsep baru itu, pada intinya adalah menilai burung tanpa perlu bendera nominasi dan rekap nominasi. “Setelah kita uji, ternyata cara ini bisa menghemat 8 menit satu sesinya. Kalau misalnya main 20 kelas, berarti menghemat 160 menit, atau hampir 3 jam. Lumayan, hemat itu kan pangkal kaya,” ujarnya sambil tertawa.

 

KAISAR EBOD DIAPIT DODI NAGA & BEWOK

 

Hanya itukah bedanya? Tidak ternyata. Pada sistem lama atau konvensional di Ronggolawe Nusantara, juri mengajukan koncer kemudian korlap yang menentukan. “Di sistem Resistian, korlap yang mengajukan koncer, juri yang kemudian menentukan.”

Sistem ini ternyata sudah dijalankan di beberapa even penting dan akbar, dan terbukti sukses. “Rata-rata even kami sudah rampung sebelum magrib, tanpa mengurangi akurasi dan objektivitas. Burung masih bisa maksimal, demikian juga para juri belum didera lelah. Semua jadi senang, bisa pulang lebih awal, tidak tergesa-gesa.”

 

Gunakan selalu PRODUK yang ASLI, terjamin KUALITAS dan KHASIATnya.

 

Beberapa event yang sudah menerapkan sistem ini antara lain gelaran APBN Award, Ebod Joss Bird Champion, Piala Walikota Bekasi, Piala Presiden Jokowi. Karena sudah terbukti, sistem ini pun akan kembali diterapkan di gelaran Ronggolawe Nusantara berikutnya, seperti Piala Canting 4 Pekaongan (16/6), hingga Ronggolawe Award di Taman Bunga Wiladatika Cibubur pada 23 Juni 2019.

Di Piala Canting 4, antuasiasme sangat besar sudah ditunjukkan para komunitas sejak awal brosur dipublish. “Teman-teman tledekan mania, atas undangan dari Tempe, teman-teman anis merah mania atas undangan dari Ampera, bahkan sudah melakukan aksi borong tiket,” ujar Egih, ketua panitia sekaligus juga ketua DPW Ronggolawe Nusantara Jateng IV. Tempe adalah Tledekan Mania Pekalongan, ada pun Ampera adalah Anis Merah Pekalongan Raya.

 

KAISAR EBOD & EGIH. DUKUNG PENUH PIALA CANTING DENGAN RESISTIAN

 

Ada pun untuk Ronggolawe Nusangara, baru saja menambah kelas Prenjak dan Murai Borneo, masing-masing 2 kelas di tiket 100 ribu. “Itu juga untuk memenuhi perimintaa ndari komunitas,” jelas Bewok Ronggo, ketua DPW Ronggolawe Nusantara - Jakarta Raya sekaligus juga ketua Panitia Ronggolawe Award.

BROSUR PIALA CANTING 4, KLIK DI SINI

BROSUR RONGGOLAWE AWARD, KLIK DI SINI

 

 

Resep yang selama bertahun-tahun dirahasiakan, akhirnya dibuka dan bisa dirasakan khasiatnya oleh semua kicaumania. Siimak video-nya dengan KLIK gambar di bawah ini.


 


 

KATA KUNCI: h ebod kaisar ebod bewok ronggo egih pekalongan piala canting 4 pekalongan ronggolawe award 2019

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp