DIMAS PRADANA. SUKSES GELAR LATPRES AWAL BULAN MARET


KONTES PRESTASI PRADANA BC: Teriak Berlebihan, Jangan Harap Gacoanmu Masuk Tiga Besar

Komitmen Pradana BC untuk menghadirkan lomba non teriak benar-benar dibuktikan di kontes prestasi yang digelar pada Rabu, 3 Maret 2021. Ketika ada peserta yang teriak berlebihan, menyebut juri, ciri-ciri sangkar, dan nomor gantangan, sebagus apapun kinerja gacoan tersebut tidak akan masuk tiga besar.

Raut wajah Agam Saputra terlihat kesal ketika gacoannya yang berada di Gantangan 46 tidak mendapat bendera koncer sama sekali. Ia mengaku kaget dan terkejut saat juri-juri Pradana BC setega dan sesadis itu dalam menerapkan aturan. “Yo gelo to, Om. Manuk kerjo koyo ngunu, mung masalah mbengok e di kek i juara 7. Padahal bar keno peringatan, Aku wes nggak mbengok-mbengok banter. Nak mbengok ki kan spontan ngerti manuk e kerjo neng nduwur i, seneng,” ungkapnya.

 

 

AGAM SAPUTRA. MB GATOT KACA GAGAL KONCER KARENA TERIAKAN

 

Langsung tancap gas sejak awal digantangkan, kinerja Gatot Kaca yang berada di Gantangan 46 memang terlihat menonjol dan mencuri perhatian. Seabreg materi lagu rancak dan variatif yang dibawakan terus menerus (nrecel) membuat Gatot Kaca diunggulkan oleh sebagian besar penonton. “Nak sesi iki kudune nggak mlayu teko 38 ro 46,” celetuk Agus Jabrik.

 

 

Namun, Aturan tetaplah aturan, harus ditegakkan. Meski kerja bagus Gatot Kaca tak mendapat bendera koncer dan terbuang dari posisi tiga besar. Agus Warna Warni selaku korlap mengungkapkan apabila ini merupakan sebuah komitmen dari Pradana BC yang sudah tertulis jelas di dalam brosur. “Dilarang teriak berlebihan, menyebut nama juri, menyebut ciri-ciri sangkar, dan menyebut nomor gantangan. Kalau ada pemain yang nekat melanggar aturan tersebut, sebagus apapun kinerja gacoan tersebut tak akan masuk tiga besar,” tegasnya.

 

AGUS WARNA WARNI. KORLAP PRADANA BC

 

Bukan hanya Gatot Kaca yang mengalami nasib sial di gelaran kali ini, murai batu di Gantangan 45 kelas Murai Batu Pradana dan cucak hijau di Gantangan 28 kelas Cucak Hijau Bolali juga mengalami hal sama. Kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi kicaumania yang akan main di Pradana BC. Jangan diulangi!

 

 

Di gelaran kali ini, murai batu Meteor (Mr. Iwan Kajen) dan kacer Rawa Rontek (H. SWD) keluar sebagai bintang lapangan setelah memborong sejumlah gelar juara. Meteor menduduki podium puncak di kelas Murai Batu BOB dan Pradana. Sementara Rawa Rontek nyaris hatrik dengan meraih juara 1, 1, dan 2.

 

PAK BAYAN. KACER RAWA RONTEK NYARIS HATRIK

 

Saling mengalahkan di kelas cendet, Dewi Naja dan Subali berbagi gelar setelah sama-sama meraih juara 1 dan 2. Seru dan ketatnya persaingan tersaji di kelas cucak hijau dan kenari yang akhirnya dimenangkan oleh Tiranada, Panzer, Mbah Bejo, Sultan Hijau, dan Sambalado.

Di akhir gelaran, Dimas Pradana mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran kicaumania di latpres kali ini. Ia meminta maaf apabila ada kekurangan selama berlangsungnya latpres. Sampai jumpa di event event Pradana BC selanjutnya. [asept]

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

ADAM, DAVID, DAN TEDDY

 

JS PRO. KACER MATIC JUARA KELAS UTAMA

 

DIMAS PRADANA DAN KRU

 

 

KATA KUNCI: pradana bc gatot kaca non teriak

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp