AMONG KURNIA EBO SIAP MEMANDU TRAVELLER


JALAN-JALAN BERSAMA BURUNGNEWS

Belanda, Negeri Kincir Angin yang Bersahaja

Dunia burung adalah dunia hobi. Traveling juga dunia hobi. Bisa jadi, sebagian orang mempunyai hobi keduanya. Lomba burung dan jalan-jalan.

Mulai edisi September 2019 ini, Burungnews akan menghadirkan menu baru bagi pembaca Burungnews. Kisah perjalanan dan segala pernak pernik yang ditemui selama ngebolang. Dan kali ini cerita dati Belanda akan menjadi menu pembukanya.

Apa yang menarik dari Belanda? Negeri ini tentu tidak asing di telinga kita sejak kecil. Belanda disebut sebagai negeri penjajah. Menduduki nusantara lebih dari 300 tahun.

 

 

Ketika mendarat di bandara internasional Schipool Amsterdam, suasana khas Eropa langsung kita rasakan. Bandara yang sangat sibuk ini beroperasi 24 jam. Pesawat besar dan kecil naik dan turun di sini.

Dari Schipool ada dua tujuan yang bisa kita pilih kalau mau jalan-jalan. Pertama, keluar bandara dan langsung ke stasiun bus, ambil jalur yang ke Kekeunhoff. Bayar 14 Euro kita akan langsung mendarat di kebun bunga tulips. Yang dibuka setiap Maret hingga April, saat bunga tulips lagi mekrok-mekroknya. Kekeunhoff adalah kebun tulips seluas 40 hektar. Kita tidak akan bosan seharian di dalamnya.

Kedua, keluar bandara langsung ke stasiun kereta. Beli tiket yang menuju Amsterdam Central. Pusat kota. Perjalanan hanya sekitar setengah jam saja. Pemandangan sepanjang perjalanan juga asik dinikmati dari balik jendela.

 

BERKUNJUNG KE PABRIK BAKIAK DI BELANDA

 

Di Amsterdam Central inilah kita akan bertemu dengan banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. Mulai museum, gedung-gedung berarsitektur khas Eropa, mall, kanal-kanal yang berseliweran banyak perahu wisata, dan berbagai restoran kuliner.

Yang pasti, jika jalan-jalan di Amsterdam harus selalu waspada. Karena di sepanjang jalan banyak berseliweran orang naik sepeda. Jangan sampai ketabrak. Maklum, sepeda adalah salah satu kendaraan favorit di Belanda. Jumlah sepeda mencapai tiga kali lipat dari jumlah penduduknya.

Buat orang Indonesia, jika di Amsterdam tidak akan lupa jalan ke kawasan Damrak. Kawasan pelacuran terbesar di Eropa. Banyak rumah kaca yang pajangannya adalah puluhan PSK yang bisa diliat dari jalan. Kawasan ini mulai buka jam enam sore hingga dini hari. Hanya jalan-jalan saka di kawasan Damrak yang begitu luas sudah bisa membuat kaki jadi gempor. Balik ke hotel tingal tidur nyenyak.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Hari berikutnya bisa mengunjungi kampung tradisional Belanda di desa Zanshe Zaans. Desa kecil yang dipenuhi kincir angin raksasa yang masih beroperasi sampai sekarang. Padahal dibuat di tahun 1600-an untuk menghasilkan tenaga listrik yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk.

Yang menarik, ada pabrik klompen di desa ini. Masih beroperasi sampai sekarang. Baik membuat klompen ukuran kecil untuk souvenir maupun ukuran normal untuk dipakai sehari-hari. Jadi, kalau di negeri kita mengenal bakiak atau komplen, itu memang aslinya dari Belanda.

Mengunjungi Belanda, idealnya minimal satu bulan agar bisa mengunjungi semua kota propinsinya. Tapi dua tiga hari cukuplah untuk merasakan auranya. Sebuah negeri yang secara emosional dekat dengan kita. Sebuah negeri yang bersahaja dan relatif murah dari semua negara di Eropa. Tertarik traveling ke Belanda? * (Among Kurnia Ebo)

BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: jalan-jalan bersama burungnews belanda negeri kincir

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp