
PUNGGAWA DAN TEAM JURI SPM - FAIR BATTLE
FAIR BATTLE ROMADHON SPM – ALL STAR ARENA BOGOR
SPM Makin Matang dan Solid, Antusiasme Makin Membubung
Fair Battle, sudah lekat dengan SPM (Silaturahmi Pecinta Murai). Tajuk ini sudah jadi nama untuk gelaran rutin yang berlangsung di All Star Arena, Bogor.
Para kicaumania di Bogor Raya, bahkan Jabodetabek dan Jawa Barat lainnya juga sudah sangat mahfum dengan gelaran yang dipimpin oleh H. Iwan Sofyan ini. SPM yang berangkat dari ide H. Iwan, sudah cukup panjang jam terbangnya.
Untuk event Fair Battle sudah digelar sejak tahun 2022 di Jogja, setahun kemudian pada 2023 di Solo. Dengan jam terbang yang cukup panjang, tentu para Juri SPM sudah semakin matang dan solid, kemistri semakin nyambung, pemahaman pada kualitas burung yang layak juara juga mendekati sama.
Sebagai juri yang sangat senior sejak era PBI, kemudian sempat mengisi line up di BnR, lalu NZR, tentu H. Iwan sangat paham bagaimana perkembangan dan tren lomba, termasuk pada sistem dan teknis penjurian.
“Secara pakem pada prinsipnya ya sama, hanya secara teknis memang ada perkembangan sejak era di PBI dulu, terus BnR yang mulai menerapkan nominasi terbuka dan sangkar wajib. BnR juga mulai mengenalkan kelas dengan gantangan terbatas seperti 48G, 36G, hingga 24G. Perkembangan terakhir, era sekarang, penilaian yang secara teknis meminimalisir hingga menghilangkan fungsi korlap yang dulu kita kenal.”
Menurut H. Iwan, mau milih model apa pun, termasuk pakem dan teknis lama di PBI, bila penjuriannya benar, pada dasarnya akan mengerucut pada burung yang sama. “Penilaian sekarang dengan gantangan yang lebih terbatas, teknis yang lebih simpel dan tentunya rekap yang lebih cepat, durasi lomba tiap sesi juga bisa dilakukan dengan lebih cepat.”
Apa yang diterapkan di SPM pada gelaran Fait Battle Romadhon, 8 Maret 2026, juga event-event SPM sebelumnya, dipastikan juga masih selaras dengan pakem dan sistem klasik yang dipahami oleh H. Iwan sejak era di PBI pada dekade 90-an.
Selain soal pakem dan sistem penjurian, event sekarang juga mesti memikirkan kemasan yang menarik dan layanan yang maksimal. Dengan jumlah gantangan yang makin banyak dan event yang makin rapat, sering kali di waktu yang sama pada jarak yang dekat juga bisa berbarengan beberapa event sekaligus, mau tak mau memang harus bisa secara konsisten menunjukkan penjurian yang bagus, selain kemasan yang menarik.
“Kicaumania sekarang kan sudah pada pinter-pinter. Kalau salah satu, apakah itu penjuriannya, kemasannya, atau layananannya, dianggap kurang bagus, ya akan ditinggal. Kalau kita ingin tetap eksis dan tidak ditinggal kicaumania, mau tak mau harus bisa memberikan paket lengkap baik penyelenggaraan, kemasan, layanan, hingga penjurian yang harus bagus semua.”
Berita baiknya, SPM bukanlah EO kemarin sore. Sejak dirintis blok tengah (Jogja) pada 2022, dan kini di blok barat, masih tetap eksis dan kian berkembang. Itu sudah lebih dari cukup menunjukkan bila secara penyelenggaraan, kemasan, hingga penjurian dianggap bagus oleh para kicaumania.
“Kami selalu berusaha melakukan perbaikan terus menerus untuk semua hal, termasuk dari sisi penjurian yang merupakan jantung dari suatu event. Layanan dan kemasan juga tak luput dari perhatian kami. Insya Allah, SPM sudah semakin matang. Alhamdulillah, antusiasme kicaumania khususnya seputar Bogor Raya dan juga dari Jabodetabek lainnya banyak yang siap merapat.”

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: h iwan sofyan h iwan bogor h iwan spm h iwan nzr fair battle romadhon spm fair battle spm open fair fair battle spm














