MR DARSONO, PUAS PESERTA RAMAI DAN PENILAIAN BAGUS


DATA JUARA KHANZA BF CUP FEAT BNR PURWOREJO, MINGGU 9 MEI 2021

Dalam masa pandemi ini, sungguh sulit mencari lomba yang benar-benar ramai peserta, materi dan perfomanya gaco yang bertarung bagus, tetapi ketertiban dan kedisiplinan baik secara prokes maupun non teriak bisa dijaga dan terkendali. Contoh yang baik adalah Khanza Cup Purworejo.

Lomba ini digagas dan diprakarsai oleh Mr. Darsono. Ia seorang kicaumania muda sekaligus penangkar murai batu Khanza BF, yang tinggal tak jauh dari  gantangan Jayakatwang di Ketawang, Kabupaten Purworejo. Gelaran ini sungguh bikin peserta luar kota dibuat terheran-heran.

 

 

 

Mereka yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di gantangan Jayakatwang, banyak yang awalnya ragu. Benarkah ini akan jadi tempat lomba yang secara kemasan sangat menantang dan banyak burung luar daerah siap merapat?

Lokasinya menyusup di pekarangan warga. Tidak ada tempat parkir yang khusus, bertebaran di pekarangan, di bawah pohon-pohon besar nan rimbun di belakang rumah warga.

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Sekitar jam 10.00, para peserta baru mulai berbondong-bondong. Ketika lomba dimulai jam 11.00, barulah aura lomba lokal rasa nasional ini benar-benar mulai terasa. Kelas-kelas favorit seperti murai batu, cucak hijau, kacer, hingga cendet, tampak menyesaki gantangan. Hanya beberapa gantangan saja yang tampak kosong, itu pun awalnya sudah terpesan hanya yang bersangkutan berhalangan hadir.

Yang bikin para tamu luar kota terkagum-kagum, adalah tradisi para peserta lokal yang begitu tertib dan sopan. Masuk gantangan, begitu MC mengintruksikan gantang, juga segera gantang.

 

KELAS-KELAS FAVORIT DIJUBELI PESERTA

 

Tidak ada saling tunggu yang bisa bikin jalannya lomba jadi molor-molor. Setelah itu minggir duduk manis dari jarak yang aman. Relatif senyap dari suara peserta, sehingga suara burung pun bisa terpantau dengan jelas, bahkan dari luar pagar.

“Gelaran di sini, memang sudah terbiasa tertib dan sopan. Semoga saja kedatangan tamu dari luar kota tidak bawa pengaruh negatif ya, semoga malah mereka yang dari luar kota ikut terbawa tertib, terus bisa kebawa tertibnya di kota  asal,” harap Darsono.

 

PENONTON DI LUAR PAGAR PUN TERTIB

 

Kekhawatiran peserta luar kota yang akan berteriak-teriak memang tidak terjadi. Sempat sekali dua kali akan teriak, tapi kemudian urung mungkin karena malu yang lain pada duduk tenang.

Petugas yang dimotori Yoga juga sigap bila ada gejala mau teriak mengingatkan bila perlu memberi bendera peringatan. “Hebatnya, peserta yang diberi bendera peringatan juga nurut, tidak protes. Coba kalau ditempat lain, ditancapi bendera peringatan biasanya langsung ngamuk tidak bisa terima,” ujar Tobil, pewarta dari mediabnr.com.

Alhasil, secara keseluruhan lomba sudah bisa rampung menjelang adzan magrib. Para peserta juga memuji penjurian yang secara umum dianggap baik.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Bagusnya penjurian, menurut Kotrek yang ditunjuk menjadi korlap, juga tak lepas dari para peserta yang tertib. Para juri bisa bertugas dengan lepas tanpa beban. Bisa menilai secara apa adanya, tanpa merasa  tertekan.

Padahal, event ini banyak memakai juri mudal lokal. Mr. Jombang, salah satu peserta dari Jogja awalnya mengaku sempat ragu begitu melihat team juri yang turun di lapangan. “Waduh kok jurinya banyak yang baru lihat ya. Padahal banyak burung bagus luar kota yang turun. Semoga mampu dan tidak salah dalam menilai.”

 

SUASANA TIKETING

 

Keraguan Mr. Jombang dan mungkin juga banyak peserta lainnya, dijawab oleh team juri dengan pembuktian. “Salut dengan team juri ini. Paling tidak penentuan juara 1, 2, 3 tidak meleset. Ternyata juri muda, belum banyak tugas luar kota, secara kemampuan dan keberanian mengambil keputusan oke juga. Malah menurut saya lebih baik dari beberapa event yang banyak diisi juri-juri senior dan sering malang melintang luar kota,” imbuh Mr. Jombang.

Beberapa kelas seperti kacer dan cendet, juara memang didominasi jago luar kota utamanya Jogja. Kacer Mandalika milik Dwi Sampit dari Kalimantan yang dikawal Mr. Jombang misalnya, memborong juara 1 tiga kali. Demikian pula dengan Kutang Hitam milik H. Suyuf dari Palangkaraya yang digantang Teddy Jogja, juga dua kali runner up.

 

PARA JUARA CENDET

 

Dengan 3 poin juara 1, Mandalika pun dinobatkan menjadi burung kacer  terbaik. Di kelas cendet, jago-jago Jogja yang dikawal Omesh, Pak Dayat, Jombang, Dewanda, saling berbagi juara.

Bukan berarti jago-jago tuan rumah melempem. Di kelas murai batu misalnya, Jibril milik Arjosengoro BF yang baru dua kali mbrodol dan burung dari hasil tangkaran sendiri, meraih dua kali juara 1 di kelas paling prestis.

Jibril mampu menahan gempuran jago-jago papan atas yang datang dari luar daerah. Hasil ini pun membuat Jibril dinobatkan sebagai murai batu terbaik.

Demikian juga di kelas cucak hijau, jago yang dikendalikan Febri Warkop juga mempu menjadi yang terbaik di kelas utama tiket 150 ribu ribu. Masih banyak jago-jago tuan rumah yang mencuri juara.

 

 

“Sebenarnya Purworejo banyak jago bagus, hanya sebagian memang jarang pergi jauh ke luar kota karena berbagai kendala, kadang juga kurang pede, terus ada yang beberapa kali mencoba tapi kemudian merasa kecewa merasa digoreng, padahal secara materi dan penampilan sebenarnya tidak kalah," jelas Benz Wira, salah satu tokoh kicaumania muda Purworejo.

Wira pun mengaku benar-benar respek dan beterimakasih dengan upaya pak Darsono menggelar lomba yang cukup besar dan prestis, sehingga bisa memberikan kesempatan jago-jago lokal bisa unjuk gigi tanpa harus pergi jauh-jauh.

"Semoga ke depan ada lagi event-event berkelas digelar di Purworejo,” imbuh Benz Wira, yang sebelumnya juga sukses menggelar event akbar Benz Wira Cup. Kini, kicaumania tanah air pun dibuat menunggu dengan penuh penasaran kapan Benz Wira Cup akan kembali digelar dan EO mana yang hendak digandeng.

Setelah lebaran, sejumlah event prestis juga sudah menanti para kicaumania. Di blok tengah, ada Halalbihalal Pradana BC Klaten dan Launching Puma Wonogiri (23/5), di blok timur ada Walikota Cup Malang (30/5), kemudian Piala Canting Pekalongan bersama NZR Indonesia (6/6), bergeser ke barat ada Murai Batu Bird Champion bersama BnR dan Ebod Jaya di Cibubur (6/6). [maltimbus]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

 

 

 

 

 

KATA KUNCI: khanza cup mr. darsono benz wira

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp