ROAD TO JAPANESE CUP 1 BATAL DIGELAR


BREAKING NEWS: Road to Japanese Cup 1 di Muntilan Dibatalkan, Event Lain Bakal Menyusul?

Minggu 22 November 2020 besuk, rencananya akan digelar event regional yang cukup penting dan diyakini bakal meriah, Road to Japanese Cup 1. Panitia mengumumkan event ini dibatalkan terkait pandemi. Tampaknya, pembatalan juga akan terjadi di event-event lainnya.

Rabu 18 November, atau kurang beberapa hari menjelang pelaksanaan lomba, Agung Qpit atas nama panitia Road to Japanese Cup 1 memposting pengumuman yang cukup mengejutkan, event tersebut dibatalkan! Simak baik-baik, dibatalkan, bukan ditunda.

Alasannya, terkait situasi pandemi yang belum kondusif, serta mengikuti aturan yang ada. Padahal, segala persiapan sudah dilakukan dengan baik. Perijinan juga sudah diurus, sudah keluar semua, lengkap. Tinggal nunggu hari H saja.

 

PENGUMUMKAN PEMBATALAN EVENT ROAD TO JAPANESE CUP 1

 

Ternyata, ijin dimaksud ditarik atau dicabut. Tentu saja, tidak ada pilihan lain bagi Agung Qpit dan kawan-kawan lainnya, selain patuh. “Sebagai warga negara yang baik, kita selalu berusaha mematuhi aturan yang berlaku di masyarakat dan negara tercinta ini, baik yang tertulis maupun tidak,” ujar Agung kepada burungnews.com.

Sumber burungnews.com menyebutkan, ketatnya pihak kepolisian dalam menyeleksi ijin kegiatan terkait dengan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan, adalah imbas dari dicopotnya sejumlah pejabat tinggi seperti Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat, berikut para pejabat pemangku wilayah di bawahnya.

 

 

“Pesannya jelas dan keras, taruhannya kan jabatan, ini tidak main-main. Logika sederhana saja, ketimbang dicopot, ya pilih tidak mengeluarkan ijin, atau kalau sudah terlanjur dikeluarkan ya ditarik atau dicabut lagi. Maka kita bisa prediksi, Road to Japanese Cup di Muntilan yang sebenarnya hanya event regional, bukan satu-satunya yang akan dibatalkan. Event lain yang dianggap berpotensi menimbulkan kerumunan kalau tidak ada jaminan kepatuhan pada protokol kesehatan, paling realistis ya ijin tidak keluar atau dicabut kalau sudah terlanjur keluar. Kalau ngeyel, kan jelas itu ada ancaman pidananya terutama bagi penyelenggara. Dasarnya Undang-Undang Karantina Kesehatan, masih mau bertaruh?,” jelasnya sambil mengeluarkan pertanyaan retoris.

Sumber tersebut kemudian menambahkan, “Sekarang coba kita jujur. Adakah lomba burung yang sudah digelar di masa pandemi ini yang benar-benar bisa menerapkan protokol? DI level Latber/Latpres saja banyak kerumunan yang tidak bisa saling jaga jarak, banyak yang tidak pakai masker dengan benar, apalagi level regional dan nasional yang peserta bisa ribuan dan berasal dari berbagai daerah. Saya kira ini juga bagian buat kita semua, apakah panitia, apakah kicaumania yang jadi peserta, untuk introspeksi juga.”

 

GENDUT MUNTILAN UMUMKAN LATIHAN LIBUR SEMENTARA

 

Apa yang disampaikan oleh sumber burungnews.com, sepertinya mulai tampak nyata. Pada Rabu (18/11) malam sekitar jam 19.00, Panitia Kopdar PK2S Muntilan yang biasanya digelar tiap hari Kamis juga mengumumkan akan diliburkan sementara, untuk batas waktu yang belum disebutkan!

Apakah aturan ini hanya berlaku di Muntilan atau Kabupaten Magelang, atau Jawa Tengah saja? “Ya tidak. Perintah Kapolri itu berlaku secara nasional. Kapolri itu kan mewakili institusi negara. Memang ada panitia yang begitu kuat atau saktinya sampai bisa melawan dan mengalahkan negara?” imbuh sumber tersebut.

 

 

Dari penelusuran burungnews.com, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga sudah menerbitkan instruksi agar kepala daerah mentaati dan menjadi teladan protokol Kesehatan. Dalam berita yang dilansir koran.tempo.co edisi 19 November 2020 ini, disebutkan bila instruksi yang disertai ancaman pemberhentian kepala daerah itu dibuat atas arahan Jokowi.

Artinya, pemberhentian dari jabatan itu bukan hanya mengancam para pejabat pemangku wilayah di kepolisian, tetapi juga bisa menyasar para kepala daerah. Nah, makin “syahdu” saja kan? (BACA: Instruksi yang diiringi sanksi)

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Sementara itu, ada pula event nasional yang mengklaim tetap berjalan sesuai rencana. Tetapi pihak panitia telah meminta para calon peserta untuk tidak memposting rencana kehadirannya, atau apa pun terkait event tersebut di media sosial.

“Komunikasi dan koordinasi silakan dilakukan langsung person to person saja, jangan posting apa pun terkait event ini di media sosial atau grub diskusi. Tetap tenang, persiapkan diri dan burung dengan baik, lomba tetap berjalan sesuai rencana,” tulis pesan yang ditunjukkan oleh salah satu calon peserta kepada burungnews.com. Pesan tersebut juga dikirim secara japri atau person to person oleh salah satu panitia, langsung ke calon peserta.

 

 

Hal yang perlu diperhatikan pula, pelanggaran pada protokol juga banyak terjadi pada aktivitas bermasyarakat lainnya. Kerumuman di pasar tradisional dan pasar modern misalnya, hajatan, sudah jadi keseharian. Sebagian dari kita rupanya sudah kangen untuk kembali ke kebiasan lama, dan lupa bahwa saat ini seharusnya melakukan segala aktivitasnya sesuai dengan tatanan kebiasaan baru.

Semua itu sudah seharusnya juga menjadi bagian yang diperhatikan oleh pemerintah, mungkin yang terwakili dalam team Gugus Tugas Covid. Lomba burung hanya menjadi salah satu bagian kecilnya saja. Terpenting, bagaimana menjalankan kebijakan dengan konsisten, jangan hanya reaktif sesaat saja, sehingga terkesan "hangat-hangat tai ayam", tampak ketat di awal, tapi kemudian perlahan melonggar lagi.

Harapan kita semua, bila pihak panitia yang didukung para kicaumania benar-benar mau disiplin menerapkan protokol kesehatan, event-event yang sudah dijadwalkan bisa tetap berlangsung, lancar dan yang penting juga harus aman dari potensi penyebaran covid 19. Tidak perlu lagi ada pejabat-pejabat negara yang dicopot karena dianggap lalai. Sanggupkah? [maltimbus]

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

KATA KUNCI: road to japanese cup 1 japanese cup 1 agung qpit lomba dibatalkan pandemi covid 19

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp