BANYAK PRODUK DIPALSUKAN SECARA MASIF

Kicaumania Paling Dirugikan

“Biasanya obat ini ampuh, tak lama bisa sembuh. Ini kok sudah lumayan lebih lama belum sembuh juga,” ujar Anto, salah satu kicaumania, sambil menunjukkan sebuah kemasan obat. Ia tidak tahu apa masalah pada obatnya tak manjur lagi, mungkin palsu, atau penyakitnya yang makin kebal pada obat.

Kebingungan Antok tentu wajar-wajar saja. Sudah beberapa tahun terakhir, pemalsuan pada produk-produk obat, vitamin, dan semacamnya terutama yang banyak dipercaya kicaumania, memang semakin masif. Dengan kemajuan teknologi, pembuatan label pada kemasan memang semakin mirip dan mendekati aslinya, hingga susah dibedakan dengan yang asli.

Dahulu, label kemasan masih mudah dibedakan bila dipalsukan. Gambar dam warna biasanya buram atau tak setajam aslinya. Saat ini, bila hanya memperhatikan label, sudah semakin sulit dibedakan.Hal ini dibenarkan oleh H. Faqin, mewakili YBAS. Salah satu produknya, Super N, termasuk yang banyak dipalsukan.

 

 

“Jangankan di tingkat konsumen, di tingkat agen atau penjual juga mengaku kesulitan. Modusnya, si sales menawarkan produk yang sama dengan harga yang lebih murah, mengaku mendapatkan langsung dari pabrikan atau produsen. Dengan iming-iming keutungan yang lebih besar, tentu pedagang mudah tergiur.”

Faqin mengakui, sebagai produsen, tentu ikut dirugikan dengan maraknya pemalsuan ini. “Tetapi yang paling dirugikan sebenarnya adalah para konsumen, kicaumania. Obat atau produk lain yang mereka dapatkan tidak lagi terjamin kualitasnya, bukan hanya soal khasiat yang tidak lagi manjur, bahkan malah bisa membahayakan burung kesayangannya. Korbannya saya yakin banyak.”

Upaya hanya mengganti label, menurut Faqin, selama ini kurang efektif. “Karena si pemalsu juga bisa cepat menyesuaikan, kami gati label, mereka juga bisa mengganti dengan cepat. Ini pemalsunya tampaknya memang serius, bukan pemain sembarangan.”

 

KATA KUNCI: super n kemasan baru super n asli kemasan baru super n super n anti palsu

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp