HH MEMPERLIHATKAN PIYIKAN LOLOH, INZET BRANJANFGAN SRIKAYANGAN

HAHA KP, SUKSES BREEDING BRANJANGAN JAVA

Kisah Kembalinya Srikayangan ke Kampung Halaman + VIDIO

Srikayangan, begitu nama branjangan yang trending beberapa waktu terakhir ini, bukan semata nama burung. Nama ini sekaligus untuk menandai asalnya dari bulak atau padang persawahan Srikayangan di wilayah Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta.

Srikayangan memang nama tempat, menunjuk pada bulak atau padang persawahan yang dikelilingi perbukitan, berada di wilayah Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Para penggemar branjangan era 90 hingga 2000-an pasti mengenal sangat baik nama ini.

 

4 KANDANG MILIK HAHA. INDUKAN BISA BERGANTI-GANTI, TERMASUK PASANGANNYA

 

Srikayangan menjadi salah satu habitat branjangan yang dianggap memiliki keunggulan dibanding varian branjangan dari tempat lainnya. Branjangan yang benar-benar berasal dari Srikayangan, saat ini sudah langka, pun menjadi legend, sangat dicari, harganya jauh lebih tinggi ketimbang yang berasal dari  tempat lain. Itu pun kalau ada yang melapas.

Bulak Srikayangan sampai sekarang masih ada. Sayang, populasi branjangan dimaksud bisa dibilang sudah tiada lagi. Punah, begitulah gambaran untuk saat ini.

Beberapa branjangan asal Srikayangan memang disebutkan masih ada, tapi tidak di habitatnya, melainkan sudah dalam rawatan dan kepemilikan sejumlah kolektor. Masa pemeliharaannya pun sudah cukup lama, diperkirakan lebih dari 10 tahunan.

 

 

Itulah masa ketika masih ada pemburu / penjaring yang bisa menemukan dan menangkapnya. Burung yang sekarang langka itu begitu banyak dicari, tapi bisa dipastikan sulit keluar dari tangan sejumlah kolektor.

Salah satu kolektornya ada di Yogyakarta, Bapak Wisnu Jakas. Beliau dikenal sebagai salah satu sesepuh branjangan di Yogyakarta. Burung ini sempat dipercayakan kepada Vitri Vitrek untuk dilombakan. Masih mumpuni, diturunkan beberapa kali mau tampil dan merebut juara.

Lalu, bagaimana ceritanya burung yang diberi nama sesuai tempat asalnya, Srikayangan (SK), bisa berada di tangan Haha KP (Kulon Progo), si pemilik nama asli Hatman Fariadi?

 

BRANJANGAN ORI SRIKAYANGAN. ADA KECENDERUNGAN HOVER

 

Haha tinggal di sebuah dusun Gegulu di kecamatan Lendah, yang berbatasan langsung dengan Sentolo. Ia sudah suka dan memelihara branjangan sejak tahun 2005, yang kemudian diikuti dengan mengikuti lomba, hingga banyak mengenal dengan sesama penggamar branjangan lainnya.

“Dulu banyak tetangga yang memelihara branjangan, banyak pula penjaring di antara tetangga saya. Memang kebanyakan sekadar dipelihara untuk dinikmati di rumah, belum sampai level lomba. Dari situ saya ikut-ikutan memelihara, makin suka, kemudian tahu ada lombanya, terus mulai ikut-ikutan.”

Dari seringnya mengikuti lomba, pemahamannya terhadap branjangan tentu semakin baik, terutama untuk mengenali ragam branjangan, memahami kualitas branjangan yang layak buat lomba, bagaimana merawat yang baik apakah itu harian hingga setingan lomba, dan seterusnya.

“Banyak ilmu yang saya dapat dari teman-teman sesame lomba. Jaringan pertemanan juga semakin luas, termasuk dengan para penggemar branjangan senior. Dari teman-teman itu banyak mendapatkan pengetahuan baru. Saya jadi tahu bahwa dari dekat tempat tinggal saya ada habitat branjangan yang sangat legendaris, namanya bulak Srikayangan, hanya sekitar 2 kilometer dari rumah.”

Semua branjes punya keingian atau mimpi bisa memiliki branjangan asal Srikayangan. “Sayang, saat saya mengetahui hal ini, sudah sulit sekali mendapatkannya dari tempat itu, sudah langka, atau bahkan mungkin punah. Di sana masih bisa dijumpai branjangan, tapi kecil, bukan jenis SK.”

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

  

Akhir tahun 2017, Haha mulai mencoba ternak. Waktu itu, belum sebanyak sekarang yang ternak. “Jadi ketika ada kendala, belum banyak yang bisa saya tanya untuk bertukar pikiran. Harus coba-coba mencari sendiri jalan keluarnya.”

Produk pertama, telur 3 butir, netas 2 ekor. “Setelah itu, betina mabung. Betina pulih, gentian jantannya yang mabung. Setelah keduanya pulih, ternyata tidak serta merta produk lagi. Cukup lama menunggu sampai tidak sabar.”

Haha memutuskan menjual, lalu  beli lagi calon induk untuk mengganti materi. “Ini terjadi beberapa kali. Tahun kemarin atau 2021, baru mulai lancar ritme produksinya.”

Dari 4 kandang, materinya bisa diganti-ganti, terutama betinanya. “Saya ada catatan rapi, tiap anakan jelas siapa bapaknya, siapa ibunya. Biar materi kandang bisa saya ganti atau giliran, tetap trah tiap anakan jelas dan bisa dirunut.”

Kendala yang kemudian harus dicari solusinya beragam. Tiap ekor atau individu sering punya tabiat sendiri dan perlu solusi tersendiri juga. “Misalnya, masalah produksi yang lambat. Secara umum, branjangan punya sifat ngasin, kita tambahkan asinan yang membantu meningkatkan produktivitas, juga menguatkan cangkang telur,  dan seterusnya.”

 

PIYIK DI INKUBATOR. 2 JAM SEKALI DILOLOH JANGKRIK

 

Ada indukan yang memang mau mengerami, hingga meloloh. “Pada beberapa anakan yang dierami dan diloloh indukan, biasanya kita ambil sekitar umum 7 hari, lantas lanjut loloh tangan. Sebagian besar memang ambil telur, ditetaskan pakai mesin.”

Pada awalnya, Haha mengakui juga banyak anakan yang mati saat proses loloh. “Lumayan sih, kalau 20 ekor ya ada. Alhamdulillah, sekarang sudah tidak sering atau rutin lagi. Ya namanya mahluk hidup, sesekali ada yang mati, itu saya kira masih dalam batas wajar, tidak sesering di awal meloloh dulu.”

Haha meloloh piyik dengan jangkrik yang masih kecil setiap dua jam sekali. Burungnews yang menelusuri sekitar kandang, tempat menetaskan, tempat meloloh dan merawat anakan, menemukan kemasan Topgrit yang diproduksi Topsong, juga ada Super N yang diproduksi Super Kicau Grub / YBAS.

“Itu asinan sudah dalam bentuk butiran, kita tabur di kandang ternak. Harus diakui sangat membantu produktivitas,” jelas Haha. Di etiket kemasan tertulis bila asinan tersebut juga dilengkapi vitamin dan mineral, selain meningkatkan produktivitas, telur lebih ngisi, juga membantu menghindarkan piyik dari kaki pengkor.

“Super N secara berkala kita tambahkan atau oleskan ke jangkrik buat meloloh, utuk pencegahan dari sakit. Alhamdulillah, tingkat kematian juga menurun drastis. Buat indukan juga burung yang sudah dewasa buat lomba juga kita lakukan hal yang sama. Apalagi kalau sudah terlihat gejala awal sakit.”

 

ASINAN TOPGRIT DAN SUPER N, SEBAGIAN RAHASIA PRODUKSI LANCAR DAN AMAN DARI KEMATIAN 

 

Pada 17 Februari 2022 burungnews berkesempatan merapat ke tempat tinggal Haha, yang juga dijadikan tempat breeding. Ia menunjukkan 4 kandang breeding yang kini produksinya lancar,  puluhan anakan mulai yang baru netas, masih loloh basah, sudah loloh kering, sudah nangkring, hingga yang mulai belajar bunyi.

Sebagian besar anakan yang jantan disebutnya tinggal menunggu untuk dikirim ke sejumlah kota baik di blok barat, tengah, dan timur.

Beberapa anakan betina dipisah, disiapkan untuk jadi indukan baru trah sendiri. “Sementara, anakan betina memang tidak dijual. Ini kita tempatkan di sini,” ujarnya ambil menunjuk puluhan kandang kotak kecil susun bertingkat.

Haha juga menunjuk beberapa ekor koleksi Parva. “Tapi itu tidak kita breeding. Breeding khusus dari jenis Javanica,” tandasnya.

 

TWISTER BUBUR, cocok untuk meloloh piyik/baby burung pemakan bijian termasuk branjangan. Para breeder burung ocehan juga banyak yang cocok menggunakan TWISTER TROTOLAN. Selepas masa loloh/trotol, banyak yang mengaku cocok menggunakan Twister GoldSeaweed, atau Anti Stress.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon/voucher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER (burung berkicau, lovebird, perkutut, merpati) dan/atau NICE (anjing, kucing). Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda MOTOR, hingga MOBIL baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021. (Kupon yang baru diterima setelah 31 Desember, tetap berlaku, hadiah bisa diurus lewat kios/agen tempat membeli pakan tersebut)

 

Nah, salah satu bintang yang baru didatangkan pun ditunjukkan oleh Haha. Itulah Srikayangan atau SK. “Baru beberapa hari, atau tepatnya pekan ini saya bawa ke rumah sini,” ujarnya.

Bagaimana kolektor sekelas Wisnu Jakas melepas SK, burung langka yang sangat dicari-cari oleh semua branjes? Kenapa pula Haha yang beruntung bisa mendapatkannya?

“Kebetulan, secara pribadi saya memang sangat dekat dengan beliau. Mungkin memang lebih dekat ketimbang para branjes lainnya.  Pak Wisnu juga tahu breeding saya sudah berhasil.”

 

VITRI VITREK MENGAMATI BETINA TRAH HAHA KP

 

Soal nilai transaksi, Haha sejal awal kekeh tidak mau menyebutnya. Setelah coba dipancing-pancing, akhirnya memang mengkonfirmasi sejumlah nilai yang sungguh fantastis. Tapi, buru-buru Haha memberikan pesan, “Soal angka tadi, tolong itu hanya buat pengetahuan kita saja, sebenarnya itu jadi rahasia saya dan pak Wisna saja. Tadi sudah telanjur, ya diperluas, buat kita saja yang tahu, tidak usah dipublikasikan.”

“Berpindahnya” SK ke kandang Haha yang tinggal nun jauh di pedalaman Kulonprogo, belasan kilometer arah selatan dari Sentolo, Jalan Raya Wates, segera menjadi buah bibir di kalangan branjesmania.

SK diambil, tujuannya untuk untuk masuk kandang breeding, buat indukan. “Saya punya keinginan branjangan asal Srikayangan, yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari tempat saya ini, punya keturunan, punya generasi penerus. Mungkin karena punya kesamaan misi ini, pak Wisnu mau melepasnya ke saya.”

 

 

Baru beberapa hari, SK sudah mau kawin dengan betina yang sudah disiapkan Haha. Momen kawin itu juga terekam kamera. “Beberapa sudah pada inden, mungkin ada 5 orang. Tentu saya juga harus menyimpannya, mungkin tetasan pertamanya. Harga anakan juga cukup fantastis, di atas harga rata-rata piyik Java. Tapi maaf juga, soal harga inden anak SK juga tidak saya sebutkan dulu. Kan, saat ini anakannya juga belum keluar.”

Mengapa Srikayangan begitu banyak dicari, selain langka, benarkah memiliki keunggulan dibanding branjangan dari tempat lain? Bagaimana memastikan bila burung itu memang benar jenis (dari) lembah Srikayangan?

Vitri Vitrek, salah satu pengorbit dan “montir” branjangan asal Prambangan, mencoba menjelaskannya. Vitrek mengaku sudah dua kali memegang branjangan asal Srikayangan, terakhir tentu burung milik pak Wisnu yang kini berada dan menjadi milik Haha.

 

 

 

“Saya dua kali pegang branjangan asal Srikayangan, memang beda. Selain ciri fisik yang tentu om Haha lebih paham karena mempelajarinya lebih serius, materi lagu, cara membawakan, gaya, juga karakternya memang beda,” terang Vitrek yang ikut mendampingi burungnews ke tempat Haha.

Perbedaan yang paling mudah ditandai, kecenderungan untuk hover, atau terbang sambil bunyi laksana helicopter, yang jauh lebih tinggi ketimbang branjangan lainnya. Branjangan yang mau hover, hingga sekarang masih dinilai sebagai salah satu “puncak” pencapaian gaya branjangan.

“Branjangan lain paling ngleper sudah kita anggap bagus, kalau SK itu memang mau hover. Saya menduga, karakter ini dibentuk oleh tempat asal berupa bulak persawahan yang posisinya lebih rendah, dikepung oleh perbukitan yang lebih tinggi seakan menjadi pagar memutar,” imbuh Vitrex yang pernah datang dan melihat langsung bulak Srikayangan.

 

ANAKAN MULAI NANKRING DAN BUNYI. SIAP DIKIRIM

 

Haha memang mengaku, sebelum membeli SK, dirinya sudah banyak belajar seperti apa itu branjangan yang benar-benar berasal dari bulak Srikayangan. “Saya banyak belajar pada para senior yang paham dan pernah memelihara langsung branjangan jenis ini, juga kepada para penjaring di sekitar Srikayangan yang senior dan pernah menangkap langsung branjangan jenis Srikayangan.”

Dari para guru itu, Haha pun jadi sangat paham mulai ciri-ciri fisiknya seperti apa saja, hingga karakter, materi lagu, dan seterusnya. “Dari situ, saya pun merasa yakin bila SK memang benar-benar burung asal bulak Srikayangan. Umur saya perkirakan juga sudah lebih dari 10 tahun.”

Nah ingin ngobrol lebih dekat untuk berdiskusi, tukar pikiran, dengan Haha, silakan hubungi 0857.4114.3215.

Para kicaumania masih punya kesempatan besar mendapatkan MOBIL, MOTOR, dan puluhan hadir super manerik lainnya, tanpa harus ikut lomba dengan tiket mahal, langsung tanpa tanpa diundi. Caranya, beli terus TWISTER (untuk burung berkicau, lovebird, perkutut/anggungan lainnya, merpati) dan/atau NICE (kucing, anjing). Dapatkan kupon hadiah langsung tanpa diundi.

Kupon yang didapatkan setelah 31 Desember 2021 masih tetap berlaku. Hadiah bisa diurus melalui Kios/Toko/Agen tempat membeli pakan tersebut. Jangan menghubungi nomor tertentu yang mengklaim bisa membantu mengurus hadiah (kupon yang asli tidak disertai nomor telepon). [maltimbus, terimakasih vitrek, agung santosa, tobil bnr]

 

VIDIO BREEDING HAHA KP – BRANJANGAN SRIKAYANGAN:

 

 

 

GREBEK PENANGKARAN BRANJANGAN DI KULONPROGO:

 

KATA KUNCI: branjangan srikayangan haha kp wisnu jakas vitri vitrex branjangan java breeding branjangan super n

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp