DIDE NUGET MEDAN. PERJALANAN 2.500KM, KAHIYANG MASUK KEJUARAAN TIKET 5 JUTA

HITAM PUTIH CUP 5, #2

Kacer Kahiyang Super Nyali + Vidio, Perdana ke Jawa Lewati Perjalanan 2.500 KM, Masuk Kejuaraan Tiket 5 Juta

Tekadnya untuk memang luar biasa, tiada banding, tiada tanding. “Kalau ada rezeki, harus berangkat untuk mewakili Sumatera di Piala Dunia Kacer 2023, Hitam Putih Cup 5 Solo. Kalah menang itu urusan belakangan, yang penting harus berani tampil dulu. Bismillah,” ujar Dide Nuget yang bergabung dalam tim SATRIA SF Medan.

Dari Medan sampai ke lokasi lomba di Pradana Stadium Klaten, berjarak sekitar 2.500 KM. Perjalanan sejauh ini, hanya membawa satu gaco saja yang diberi nama Kahiyang.

Kacer mania di seantero Sumatera tak akan asing dengan nama Dodo Prasetyo, atau lebih sering disapa Dide Nuget. Hampir semua daerah di Sumatera sudah dijelajahi. Sampailah untuk pertama kalinya menyeberang jauh ke Jawa, mengikuti “Piala Dunia”nya kacer.

 

DIDE DAN KACER KAHIYANG. MASIH PENASARAN, SIAP BERLAGA KEMBALI DI JAWA

 

Cerita Dide bisa mengorbitkan sejumlah kacer handal, tak lepas dari campur tangan abangnya, Kris Harianto dan Anshori. Di tahun 2018 sampai 2021, kakak beradik ini sukses mengorbitkan kacer Satria Petir, Satria Dewa, Raja Tuak, Raja Teller, Cakar Setan, Kancil, dan beberapa lainnya yang masih berproses.

Mengetahui ada event Hitam Putih Cup 5 yang kemudian diberi jejuluk Piala Dunia-nya Kacer, Mas Kris Harianto dan Mas Anshori mengatakan, harus berangkat ke Solo untuk melihat sampai mana kualitas kacer Kahiyang. Mampu gak bersaing dengan kacer di Pulau Jawa?

Pertanyaan yang menjadi tantangan tersendiri, sekaligus semakin melecut semangat dan tekad Dide. Ia berangkat dari rumah 5 hari sebelum lomba. Tujuannya, untuk adaptasi cuaca sebelum menuju arena lomba di Pradana Stadium, Klaten.

 

Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

 

Dari 9 burung kacer yang ada di rumah, Kahiyang yang kondisi paling siap dan dianggap paling mampu bersaing.  Di Medan sendiri, Kahiyang sempat banyak diperbincangkan, dengan sebutan sebagai burung ranjau atau burung benang. Kahiyang juga menjadi “mentor” untuk mengasah ilmu dan mental bagi kacer milik Dide lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, Dide menurunkan Kahiyang di kelas utama KMN tiket 5,5 juta. Burung-burung terbaik dari seluruh penjuru tanah air turun. Kahiyang tampil dengan durasi penuh, volume tembus, materi lagunya pun bongkar, tanpa melakukan pelanggaran.

Kahiyang yang menempati gantangan 08, mendapatkan ajuan dari 2 juri. Poin yang terkumpul menempatkan Kahiyang di peringkat ke-5, dari 10 peringkat yang ditetapkan panitia. Dide merasa belum puas dengan penampilan jagoannya. “Harus diakui, ini belum sampai perfoma terbaiknya. Saya akan mencari kesempatan untuk main kembali ke Jawa dan membuat pembuktian.”

 

DIDE (DUA DARI KANAN), TERIMA TROPI KEJUARAAN UNTUK KAHYANG DI 1st ANNIVERSARY SKMN (21/5/2023)

 

Disebutkan, perawatan Kahiyang yang bermakna kesayangan, termasuk mudah. “Hariannya, pagi 5 jangkrik, setelah mandi sore diberikan 5 jangkrik lagi, kemudian ditambah kroto sebelum istirahat di kamar sendiri,” terang Dide.

Jelang lomba, H-1 atau Sabtu sore, kroto diberikan satu cepuk full sampai sekenyangnya. “Kalau sudah kenyang, burung istirahat. Ketika di lapangan, sebelum gantang dipastikan burung harus mandi,” imbuhnya.

Setelah mandi, cukup berikan 3 ulat bambu dan 3 jangkrik. Satu hal penting, karpet harus bersih, tidak ada kotoran sebelum gantang.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Menurut Dide, Kahiyang dulunya burung yang jarang masuk podium, bahkan di tingkat Latber – Latpres sekali pun. Padahal, penampilannya stabil. Merasa telah menemukan kunci perawatan, Dide lantas mencoba menanyakan kepada pemilik lama.

“Dia hanya minta dibalikkan modal beli burung ditambah ongkos beli jangkriknya. Sekitar 10 Juta lebihlah,” ujar Dide. Di tangan Dide dengan dibantu abangnya, Kahiyang menjadi salah satu burung terbaik yang disegani di bumi Sumatera.

Dari melihat jalannya pertarungan di Hitam Putih Cup, Dide merasa Kahiyang dan beberapa burung lainnya di rumah, masih mampu bersaing. “Tentu dengan catatan, bisa memberikan perfoma yang terbaik, tidak boleh kendor sedikit pun. Inilah tantangan kami ketika harus bertarung dengan melewati perjalanan ribuan kilometer terlebih dahulu.” [maltimbus, terimakasih dhani, brandy]

DATA JUARA HITAM PUTIH CUP 5, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: hitam putih cup 5 dide nuget dodo prasetyo kacer kahyang kacer kahiyang kmn skmn

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp