KEPONAKAN SULIS (KANAN), SAAT JUARA 1 & 2 SOFT LAUCHING INDEPENDENT


ANIS MERAH TRAGEDI, SULIS GYPSUM

Dua Hari Berturut-Turut Juara 1, Antok Jombor Langsung Kepincut

Ini jago yang awalnya sama sekali tidak masuk hitungan para peserta lain. Namun setelah beberapa saat berada di gantangan, penampilannya langsung mengalihkan perhatian para anis mania yang hadir di Soft Launching Killer BC, Minggu 19 Juli 2020. Itulah Tragedi, jago anis merah milik Sulis Gypsum.

Penampilannya benar-benar mengkilap, sehingga berhasil membawa pulang juara 2 dan 1. Meski tidak digantang Sulis sendiri, tapi tetap tampil eksotik, teler kanan kiri dengan cepat dan lebar-lebar, nyaris mentok pingir sangkar.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Kelebihan lain dari Tragedi, pada saat teler kanan kirinya juga ngisi, dengan suara keras yang dibawakan neken-neken. Apalagi saat musuh di sampingnya memberikan perlawanan sengit, Tregedi juga terlihat makin kencang kerjanya.

Aksi mencolok Tragedi sebenarnya sudah terpantau satu hari sebelumnya, pada saat tampil di Kronggahan, Sabtu 18 Juli 2020. Waktu itu, Tragedi juga tampil memukau sehingga berhasil membawa pulang juara 1. Banyak kicau mania yang dibuat penasaran atas penampilannya, terutama para penggemar anis merah.

 

WASPADA dengan produk yang logonya MIRIP, dibaca/dilafalkan dengan cara yang SAMA, tetapi BUKAN produk yang dikeluarkan TOPSONG. Lihat selengkapnya DI SINI.

 

Salah satunya Antok Jombor. Sayang belum sempat ngobrol dengan anak muda yang menggantangnya , selesai kelas anis merah sudah tidak terlihat lagi di lapangan.

Satu hari berikutnya Tragedi ternyata kembali diturunkan di desa wisata Merapi, di kecamatan Turi. Gantangan Killer BC, bisa disebut gantangan yang letaknya paling tinggi di DIY. Seperti halnya di Kronggahan sehari sebelumnya, lagi-lagi Tragedi tampil mengejutkan.

 

KEPONAKAN SULIS GYPSUM ANTARKAN TRAGEDI JUARA

 

Padahal lawan yang dihadapi lebih tangguh, banyak burung bagus yang turun di sini. Pesertanya juga cukup ramai di atas 40, termasuk “penuh” untuk ukuran lomba lokal yang lokasinya cukup jauh di pedalaman. Ternyata, Tragedi mampu membuktikan kehebatannya dengan meraih juara 2 dan 1. Tentu saja, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Tragedi berkeringat.

Tak mau kehilangan jejak yang kedua kalinya, Antok Jombor yang juga turun di kelas anis merah, langsung mengejar dan merapat kepada pemuda yang menggantangnya. Saat ditanya tentang burungnya, ternyata pemiliknya Sulis Gypsum, omnya.

 

 

Sesudah mengetahui pemiliknya Sulis Gypsum, besuknya pagi-pagi langsung tancap gas ke rumahnya di jalan Parangtritis. Tak butuh waktu lama, kesepakan harga pun terjadi. Kini, Tragedi resmi menjadi milik Antok Jombor. ”Harga wajarlah, sesuai kualitas burungnya. Kebetulan Antok Jombor kan juga pemain anis merah lawas, tahu kualitas burung,” jelas Sulis Gypsum kepada burungnews melalui sambungan telepon.

Sulis Gysum mengaku sudah satu pekan tidak turun lomba, karena kakinya sedang sakit. Selama sakit itu, burung lomba dipercayakan pada keponakannya. Wajar kalau banyak anis merah mania yang tidak tahu. Maklum, keponakannya memang belum terlalu banyak dikenal, apalagi oleh para juri. Namun, karena burung memang kualitas dan tampilnya juga oke, tentu saja bukan penghalang bagi Tragedi untuk merebut juara. [busro, maltimbus].

 

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

KATA KUNCI: anis merah tragedi sulis gypsum antok jombor

BERITA LAINNYA

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp