HARTONO SURDJA DENGAN SALAH SATU KOLEKSI SANGKAR CUNGKO


SURYA BF PURWOKERTO: Indukan dari Silangan Trah Papan Atas, Bandrol 8 Juta Laris Manis + Vidio

Harga anakan murai batu dari Surya BF Purwokerto cukup tinggi, dibandrol 8 juta rupiah. Toh, semua anakan ludes terjual, bahkan banyak yang harus rela antri. Bergabung dengan APBN, dirasakan benar manfaatnya.

“Saya tidak sempat menyimpan anakan, semua ludes terbeli dan banyak yang rela antri,” ujar Hartono Surdja, pemilik Surya BF dari Purwokerto. Pengusaha komputer yang masih aktif menjadi pengajar di Universitas Sudirman ini menyebut, kunci meraih sukses adalah disiplin.

 

 

Meski jumlah kandangnya belum banyak, Hartono sejak awal benar-benar ingin mencetak anakan berkualitas. Indukan pun diambil dari burung-burung jago miliknya yang sudah berprestasi seperti MB Tapak Sakti yang pernah juara 3 di Presiden Cup 2 (lihat data juara di OM Kicau).

“Ada harga, tentu ada rupa, semua sesuai dengan kualitasnya,” imbuhnya.

 

DATA JUARA TAPAK SAKTI PRESCUP 2 (dok. omkicau)

 

Hartono memulai mencoba breeding pada 2012. Bermula dari sekedar hobi karena kesibukannya sebagai dosen. “Saya ternak tidak semata mencari uang dari hasil breeding, tapi karena hobi saja, tiap pagi bisa lihat burung di kandang ternak, dinikmati sambil ngopi, santai, hehehe,” ujarnya.

Kini di Surya BF sudah ada 13 pasang indukan. “Jumlah indukan sampai saat ini ada 13 pasang tapi yang produk baru 6 pasang, sisanya sedang proses produksi, ada yang lagi mabung juga, untuk anakan betina tidak saya jual karena disiapkan untuk indukan lagi.”

 

 

Hartono mengakui, di saat-saat awal memulai ternaknya, ada banyak kesulitan yang mesti dilalui, apalagi kalau belum tahu tekniknya. Setelah kandang awal berhasil, kemudian nambah kandang baru, juga muncul kesulitan dari indukan yang baru.

Problemnya bisa sama dengan kandang sebelumnya, bisa pula benar-benar kasus baru. “Kuncinya harus sabar, disiplin, telaten, terutama saat penjodohan. Harus rajin mengamati dan tetap menyayangi burung, agar kita jadi lebih kenal dan tahu karakter masing-masing indukan.”

 

STEVE DI DEPAN KANDANG TERNAK MURAI BATU

 

Beberapa problem yang cukup sering dihadapi peternak, misalnya indukan buang telur atau anak. “Ini problem yang jamak, saya kira hamppir semua peternak pernah mengalaminya. Kita harus tahu karakter masing-masing indukan. Siapa yang nakal, si jantan atau betina. Kalau ketahuan yang jantan yang nakal, begitu nelur langsung dikurung dalam sangkar kecil, tapi tetap digantung di dalam kandang besar.”

Bagaimana kalau diketahui si betina yang nakal? Menurut pengalaman Hartono, bisa dicoba dengan mengurangi EF-nya seminim mungkin, sampai 2-3 kali teluran. “Kalau masih nakal juga, ya dicoba ganti pasangan.”

 

 

Tentu saja, itu hanya sebagian problem yang dihadapi para peternak. Masih banyak lagi, tapi tidak perlu khawatir, karena semua pasti ada solusinya, “There is a will, there is a way, di mana ada kemauan di situ ada jalan.”

Hartono Surdja sebelum ternak murai batu beliau adalah seorang penghobi lomba, “Dulu saya sering lomba di kelas burung hwamei, juga anis kembang, mungkin sekitar tahun 1997 kalau tidak salah, saya lupa sudah lama banget, hahaha.”

 

KOLEKSI SANGKAR CUNGKO OM HARTONO SURDJA

 

Bersama para penghobi burung di Purwokerto dan sekitarnya, Hartono ikut bergabung membidangi lahirnya Satria Paksi BC yang awalnya diketuai oleh Drs. Firmanudin dari Sokarja, pemilik murai batu Sadewa yang waktu itu juga begitu melegenda. Satria Paksi termasuk BC atau Team yang lahir paling awal bersama-sama team lain seperti Apita Ahass Cirebon, Join AB Yogyakarta, Aksi Solo, dan lainnya.

Ada salah satu kandang hwamei yang sering buat lomba pada masanya, terbuat dari gading gajah asli. “Sudah pernah ada yang nawar kandang cungko itu seharga 150 juta, tapi tidak saya jual, buat kenang kenangan.”

 

 

Saat ini, Surya bergabung dengan APBN. “Saya melihat ini organisasi para peternak yang serius ingin memajukan anggotanya. Anggotanya paling banyak, support dari pengurus terus menerus ada, dan akan semakin banyak lomba kelas khusus APBN dengan tiket terjangkau hadiah mewah. Ini akan jadi daya tarik tersendiri bagi para pemilik jago yang memakai ring APBN,” ujar Hartono.

Sejauh ini, Hartono Surdja benar-benar merasa terbantu dan mendapatkan manfaat dari APBN. “Saya membuat keputusan yang tepat. Benar-benar merasakan manfaatnya, seperti misalnya bantuan teknis atau konsultasi dengan para peternak senior bila kita ada problem yang belum terpecahkan.”

 

SERTIFIKAT RING APBN 

 

Dengan pengalaman ini, Hartono Surdja tak ragu mengajak para peternak atau calon peternak untuk mengikuti langkahnya bergabung dengan APBN. Anda yang pengin lebih dekat lagi dengan Hartono Surdja bisa langsung menghubunginya di nomor 0812.2951.175 atau bisa datang langsung ke tempat tinggalnya di jalan Martadireja 1 No. 71, Desa Purwokerto Wetan Kec. Purwokerto Timur, tentu dengan membuat janji terlebih dahulu. [maman, maltimbus]

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

OM HARTONO SURDJA BERSAMA PUTRA

 

BELI ANAKAN DI SURYA BF LANGSUNG JUARA

 

 

VIDIO BREEDING SURYA BF PURWOKERTO:

KATA KUNCI: surya bf hartono surdja apbn ring apbn breeding murai batu

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp