RENALDI. HOBI BURUNG JANGAN UNTUK ADU GENGSI DAN AMBISI SECARA BERLEBIHAN


RENALDI HUSADA TENTANG AMBISI JUARA

Mau Adu Duit, Saya Juga Mampu, Tapi Buat Apa?

Ingin juara, apalagi di event besar, konon modal burung bagus dan kerja saja belum cukup. Perlu pengkondisian dan “gizi” tambahan. Banyak kicaumania percaya dan mencoba melakukan hal ini. Bagaimana dengan Renaldi Husada?

Usianya masih muda, tapi Renaldi jelas salah satu tokoh kicaumania tanah air yang cukup dikenal. Remaja lulusan University of San Franciso Amerika Serikat itu sudah mengelola bisnis group yang besar, yang antara lain membidangi perhotelan, property, retail, hingga perbankan.

 

RENALDI DIAPIT ADRY, BANG BOY DAN H AGUNG. ADU DUIT JUGA MAMPU, TAPI BUAT APA?

 

Salah satu bidang usaha dari bisnis group ini sudah tidak lagi asing bagi kita. Kagum Hotels, sudah cukup menggurita. Saat ini tak kurang dari 30 hotel berbintang ada di berbagai kota di Indonesia. Beberapa di antaranya, Grand Serela Hotels, Gino Feruci Hotels, Golden Flower Hotels, dan masih banyak lagi.

Renaldi berasal dari keluarga penyayang hewan. “Tapi yang suka burung berkicau hanya saya. Saya senang burung sejak kecil. Tahun 2008 saat saya masih duduk di sekolah dasar untuk pertama kalinya beli burung pentet seharga 800 ribu.”

 

Cocok mengobati beragam penyakit kenari, mau nyekukruk, kurus, tidak mau bunyi, hingga snot. Formula + vitaminnya membuat burung selain sembuh juga segera pulih dan gacor lagi. Bisa didapatkan di Bukalapak dan/atau Tokopedia.

 

Sejak itulah Renaldi terus menekuni burung berkicau, hingga kemudian mulai mengenal lomba. “Menurut saya hobi kicauan itu sarana yang pas untuk menambah sahabat dan silaturahmi. Hobi burung berkicau itu kan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Nah itu yang membuat saya sangat menikmati dan ingin terus bergelut di sini.”

Renaldi menyadari, hobi itu memang kadang mahal. “Mau burung yang bagus misalnya, juga harganya mahal. Mau ikut kontes, apalagi jauh ke luar kota, juga butuh biaya yang tidak sedikit. Tapi kalau itu bikin kita happy dan enjoy, kenapa tidak.”

Ada beberapa hal yang menurut Renaldi bisa membuatnya merasa enjoy dan happy. “Kalau burung kita mau tampil bagus, itu rasanya senang sekali, apalagi kalau kemudian bisa juara, berapa pun rankingnya.”

 

 

Ada lagi hal yang benar-benar membuat Renaldi merasa semakin enjoy dan happy. “Ini yang rasanya sulit ditakar dengan uang. Di dunia perburungan ini saya punya kesempatan untuk bergaul dengan semua lapisan masyarakat. Jangan salah ya, saya orang yang senang bergaul tanpa pilih-pilih. Silaturahmi itu tak mengenal batas ekonomi, sosial, agama, dan ras. Saya sangat menikmati persahabatan apalagi bila itu dilandasi dengan hati yang ikhlas.”

Meski mengoleksi burung yang secara materi memiliki kualitas di atas rata-rata, kalau ikut kontes Renaldi mengaku santai. Tidak ada target harus juara misalnya. Kalah atau menang berusaha tetap enjoy.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

“Saya juga tidak mau memanfaatkan pengaruh untuk menekan juri misalnya. Apalagi dengan kekuatan uang. Kalau burung kita bisa juara dengan cara seperti itu, di mana nikmatnya, di mana seninya? Malah jadi bahan omongan orang lain kan. Saya sih pilih apa adanya saja. Menang sudah pernah, kalah biasa saja. Tidak ada baper-baperan.”

Ia mengaku, kalau lah mau, adu duit bukan hal yang sulit baginya. “Maaf ya, bukan bermaksud sombong, kalau mau adu duit, saya juga mampu. Tapi saya kira bukan di sini tempatnya. Saya beli burung kan juga sudah memilih yang menurut saya terbaik, tentu harga juga mengikutinya. Terus, di mana seninya hobi burung berkicau kalau sudah punya burung kualitas, juga mau kerja bagus, tapi buat juara mesti keluar lagi duit pelicin, besar lagi. Bagaimana ceritanya? Lebih baik buat menyantuni mereka yang membutuhkan.”

 

 

Kesimpulannya?

“Menurut saya, hobi burung itu jangan terlalu ambisi untuk menjadi juara. Kita harus mau belajar melihat burung orang lain juga, jangan hanya burung sendiri. Dengan cara begini, kita jadi disenangi orang dan banyak kawan. Sekali lagi, kalau mau adu duit, bukan di sini tempatnya.”

Di Piala Raja beberapa waktu yang lalu, salah satu jagoan Renaldi Cendet bernama Monster merebut juara 1. Di Bandung Lautan Api, Renaldi juga menurunkan jagoannya antara lain burung Cendet dan Cucak Hijau yang masih baru di pinangnya.

 

 

“Hanya masuk 5 besar, dan saya tetap enjoy. Kalau mau, di sini saya bisa bisik-bisik dengan leluasa kok, karena saya di dalam, pakai baju panitia, bisa masuk ruang juri. Tapi suer, saya sama sekali tidak melakukan itu semua.”

Renaldi menurunkan burung apa adanya. Dia tidak ikut mengawal, atau menunggu saat digantang misalnya. “Masuk 5 besar pun karena itu memang sesuai fakta di lapangan. Misal saya mau coba bisik-bisik, mungkin bisa sedikit dikatrol masuk ranking 2 atau 3. Tapi buat apa, karena itu mengingkari hati nurani, pasti nanti saya merasa bersalah, jadi tidak enjoy, pasti tidak happy.”

 

CENDET MONSTER JUARA 1 DI PIALA RAJA

 

Sebagian kicaumania mungkin salah dalam menilai Renaldi yang terkesan elite dan sombong. “Sebenarnya saya ini senang dengan pergaulan. Saya sangat senang bisa berbaur dengan semua lapisan masyarakat. Bisnis saya bisa maju dan berkembang juga karena ada dukungan dari semua lapisan masyarakat, secara langsung maupun tidak langsung. Jadi kalau ketemu saya di mana saja, jangan ragu untuk menyapa, mari kita ngobrol apa saja kalau memang sedang sama-sama sela.”

Akhirnya, inilah harapan Renaldi untuk para kicaumania. “Harapan saya, ke depan jangan jadikan kontes burung ini jadi sarana adu gengsi dan terlalu ambisi untuk menjadi juara. Jadikanlah sebagai ajang hobi untuk mempererat tali silaturahmi. Burung kan kalahnya sama burung. Kita-kita pemiliknya harusnya tetap bisa enjoy dan happy apa pun hasil lombanya.” [maltimbus]

 

BERSAMA MC FAJAR, JUARA 4 CUCAK HIJAU DI PIALA KOTA KEMBANG (6/10), TETAP ENJOY DAN HEPI

 

Sambut kehadiran TEAM PROMO TWISTER di event-event terpilih berikut ini. Terima sampelnya, coba dan buktikan, berikan respon melalui hotline  08112663908.

 

 

KATA KUNCI: renaldi husada

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp