LB AMEL DI PIALA PRADANA


PIALA PRADANA, #10: Kerja Bagus di Kelas Love Bird Umum Kharisma A, LB Amel Gagal Naik Podium. Kok Bisa?

Kerja bagus di kelas Love Bird Umum Kharisma A, love bird Amel milik Pesut SF justru gagal naik podium karena tidak ada nilai sama sekali. Apa yang sebenarnya yang terjadi? Berikut ini klarifikasi dari Pesut SF, juri JIS dan Bintang Pradana selaku ketua panitia.

Dikenal sebagai salah satu love bird yang mempunyai durasi kereta, nama Amel mungkin sudah tak asing lagi di kalangan love bird lovers. Amunisi baru Pesut SF ini sering kali undang decak kagum ketika beraksi di lapangan. Terakhir di Piala Extravaganza Bandung, Amel tertangkap kamera ngekek sampai 4 menit 10 detik.

 

 

BIMA PESUT SF. BERSAMA PAMAN DICKO JOGJA

 

Di Piala Pradana, amunisi yang dikawal oleh Bima Pesut SF ini direncanakan akan turun di kelas Love Bird Umum dan Fighter. Selain silaturahmi sesuai instruksi Indra Andong, Bima optimis love bird seperti Amel akan diuntungkan dengan pakem penilaian love bird ala JIS yang mengutamakan durasi.

“Ini tadi bawa Amel sama Nadine, burung fighter. Belok arah sekarang. Sebetulnya sama-sama enak tapi juga sama-sama susah. Kalau susahnya, burung fighter maupun konslet itu sama-sama gampang trouble. Puasnya di burung fighter itu, jadi kalau kita lihat burung fighter itu lagi kerja bagus itu kan rasanya lebih senang, apalagi kalau menang, itu kepuasannya terasa. Apalagi kalau kita gantang burung fighter di kelas umum, kalau burung kerja bagus, bisa juara, wuih, itu rasanya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kalau hari ini burung kerja bagus, tapi belum hoki,” ungkap Bima.

 

SUASANA PENILAIAN KELAS LOVE BIRD DI PIALA PRADANA

 

Meski bertipe fighter Amel langsung diturunkan di kelas Love Bird Umum Kharisma A. “Fighter pertama tadi nggak main, Amel langsung main di kelas Umum yang pertama. Itu pas kugantang langsung ngekek, Aku kan di luar pagar, Aku lihat kok nggak ada juri yang lihat Amel, nggak ada yang nilai, itu blok e siapa kan Aku juga nggak tahu. Itu setengah penilaian, sudah masuk tiga menitlah, itu Aku yakin itu kok nggak ada juri yang menilai. Bukan nggak dinilai, tapi nggak ada juri yang menilai, mungkin ada miskomunikasi dari juri. Pas itu sudah ngekek tiga menit, habis itu ngekek lagi semenitan lah, habis itu penilaian selesai, memang bener perasaaanku nggak ada yang megang Amel buat menilai. Nggak ada yang menilai, bukan nggak dinilai, bener-bener kosong rekapannya,” paparnya.

“Aku masuk pedok, aku tanya jujur saja, benarkan Gantangan 35 nggak ada yang menilai dari juri kalian, dan mereka mengakui, ya sudah aku apresiasi juga karena mereka sudah mengaku, sudah terlanjur juga. Meskipun kecewa, Aku kecewa banget, soalnya burung kerja bagus, di kelas umum lagi. Aku sudah yakin juara karena pakemnya pakem durasi kan. Tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur nggak dinilai, ya wis Aku legowo lah. Kalau kecewa, ya kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, namanya manusia nggak bisa luput dari kesalahan,” lanjutnya.

 

 

Bima mengungkapkan apabila alasannya mengajukan protes adalah agar insiden Amel tidak terulang di sesi-sesi berikutnya. “Aku sebenarnya bukannya mau minta tiket balik, aku protes itu biar nggak terjadi di sesi berikutnya. Tapi, dari itu, aku sudah dikasih uang juga, dikasih ya aku terima, kalau nggak dikasih ya aku diam saja. Kecewa aja sih, nggak bermaksud protes, aku cuma mengingatkan biar nggak terulang lagi di peserta lain, apa besok-besok lagi di lomba lain gitu,”.

Di saat itu, Bima menganggap permasalahan sudah selesai di lapangan dan tak ingin mengungkitnya lagi. Ia mengapresiasi Bintang Pradana yang langsung bertindak cepat dalam menyelesaikan masalah saat itu juga. Ia berharap insiden ini bisa menjadi perhatian untuk even-even lain yang membuka kelas love bird. Meski kurang hoki di kelas Love Bird Umum, Amel akhirnya finish di podium 1, 2, dan 3 di kelas Love Bird Fighter.

 

ADAM JAMKIDZ. SUKSES BERSAMA LB WISANGGENI DAN OJEZ

 

Di kelas Love Bird Umum, gelar juara akhirnya diraih oleh Pasopati (ASR Solo), Kondang (Trisula), Arjosari (Kenzo), dan Ramayana (Dwi Jalu). Wisanggeni, amunisi milik Adam Jamkidz berhasil menduduki tiga kali podium kedua. Ojez, amunisi lain milik Adam juga berhasil menduduki tiga kali posisi ketiga di kelas Love Bird Fighter.

Topan JIS selaku perwakilan juri love bird di Piala Pradana mengakui adanya miskomunikasi juri sehingga love bird Amel tidak mendapat nilai di kelas Love Bird Umum Kharisma A. “Itu bukan nggak dinilai, tetapi memang nggak ada yang menilai. Kita akui kalau saat itu terjadi miskomunikasi di juri kita,” ungkapnya.

 

TOPAN JIS. SIAP EVALUASI SISTEM PENILAIAN LOVE BIRD JIS

 

Bahkan, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban, Topan sempat memantau langsung kerja Amel dan mengakui apabila kualitas amunisi baru Pesut SF itu memang istimewa dan bisa jadi akan mendapat poin terbanyak di sistem penilaian JIS yang lebih mengutamakan durasi dan kerajinan bila dalam kondisi top perform.

Selain faktor kelalaian juri sebagai manusia, Ia mengakui kalau dari 18 juri yang bertugas, 14 diantaranya merupakan juri JIS, sementara 4 lainnya merupakan juri tambahan. Ia menengarai hal seperti inilah yang menjadi penyebab insiden Amel di kelas Love Bird Umum A. “Mewakili juri yang bertugas, kami meminta maaf pada Bima, Indra Andong dan Bintang atas insiden ini. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk kami agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya saat dihubungi burungnews.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Ia juga memohon maaf apabila penilaian love bird di gelaran kali ini tidak bisa memuaskan banyak pihak. Jarak gantangan dan peserta yang terlalu jauh diakuinya memang membuat penilaian sistem teriak poin ala JIS menjadi kurang maksimal. Kedepan untuk even-even selevel cup mungkin akan diatur sedemikian rupa sehingga peserta bisa memantau langsung kinerja gacoannya dan juri yang bertugas. “Mungkin kita minta perwakilan peserta di dalam, jadi kita bisa saling tahu sama satu,” lanjutnya.

Meski di even kemarin sistem rekap nilai dilakukan di dalam pedok juri karena memang memakan waktu dan padatnya jadwal, Ia juga mempertimbangkan untuk memberikan koncer langsung di lapangan. “Kita akan evaluasi semua, mulai bloking, rekapan, koncer, kita cari solusi bagaimana baiknya. Untuk latberan, sistem kita diterima baik, nggak ada masalah, tapi pas even kemarin ternyata lain,” tutupnya.

 

BINTANG PRADANA. CASE CLOSED

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Bintang Pradana yang langsung menyelesaikan insiden love bird Amel saat itu juga di lapangan. “Tiket kita kembalikan karena itu kesalahan dari salah satu juri. Panitia mohon maaf karena Piala Pradana juga baru awal, ini buat pengalaman buat kedepan, kita masih toleransi. Biar teman teman juri bisa lebih tanggung jawab dan lebih memuaskan,” tegasnya. [asept, danu, maltimbus]

 

JUARA PIALA PRADANA, KLIK DI SINI

BROSUR VALENTINE ISTIMEWA JOGJA, KLIK DI SINI

BROSUR H. WIEBIE DWI ANDRIYAS CUP 2, KLIK DI SINI

 

 

 

 

 

KATA KUNCI: piala pradana amel pesut sf

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp