
KERINDANGAN DAN KEINDAHAN MONJALI, DARI ERA 80AN MASIH TETAP TERJAGA
MENGAPA JOGJA BIRD ARENA BEDA DAN LEBIH ISTIMEWA DARI YANG LAIN + Vidio
Jogja Bird Arena (JBA), diklaim bukan hanya beda, tapi juga lebih istimewa dari gantangan yang lain yang ada lebih dulu. Bagaimana menjelaskan titik perbedaan dan yang menjadikannya lebih istimewa?
Sekadar megah, mewah, eksklusif, sudah banyak klaim yang sama dari gantangan-gantangan sebelumnya. “Sekadar kontruksi dan fisik, semua bisa bikin. Makin ke sini pasti lebih bagus dari yang sudah ada sebelumnya, karena pasti ingin lebih bagus atau sempurna dari yang sebelumnya,” ujar Inu, yang menjadi juru bicara.
Agung Seturan, salah satu owner, yang kebetulan kicaumania lawas, mengungkapkan sisi menarik lainnya. “Jadi nostalgia yang begitu mengesankan. Monumen Jogja Kembali, kebetulan di titik yang sama dengan gantangan sekarang dibangun, adalah salah satu gantangan tertua di Jogja, selain di Singosaren.”
Itu lah yang bisa menjelaskan, mengapa akan begitu banyak kicaumania lawas yang bakal hadir ke sini pad 5 April besok. Sebagian adalah juga bos besar, atau bolehlah disebut Sultan bila mengacu istilah jaman sekarang. Sebut saja nama seperti Agung Hehek, Sony Mata Roda, hingga Andy Donk. Dua nama yang pertama, sebenarnya juga masih seorang kicaumania.
Keunggulan lain Jogja Bird Arena dari gantangan lain yang mengklaim sebagai megah, adalah dari sisi lokasi. Monumen Jogja Kembali adalah destinasi wisata yang sudah menjadi salah satu ikon penting Jogja.
Meski secara pengunjung tak seramai ketika awal dibuka di akhir dekade 80-an hingga 2.000-an, namun hingga kini kondisi Monjali masih tetap sama bahkan lebih bagus: bersih dan terawat, indah dan tertata rapi, tentu saja lebih rindang dengan tegakan pohon yang besar dan kuat.”

“Lomba di Jogja Bird Arena, pasti merasa nyaman. Rindang, jadi ketika panas terik pun terasa teduh, bersih, rapih dan tertata indah, fasilitas pendukung juga sangat representatif. Mau ke toilet pasti bersih, juga mushola, atau keperluan makan minum,” imbuh Ungki, owner lainnya.
Area parkir juga luas, untuk lomba 24-G, dengan jumlah sesi kekinian (sekitar 20an sesi / kelas) bahkan sebenarnya di area dalam pun cukup. Parkir di dalam tentunya terasa lebih aman dan nyaman, ke gantangan lebih dekat. Banyak titik yang bisa digunakan sebagai pedok / istirahat burung.
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: jba jogja bird arena agung seturan ungki tri margono






