GARA DAN JANNAH KUASAI PODIUM UTAMA KELAS LOVE BIRD FIGHTER.


KAJARI JOMBANG CUP 2019

Gara dan Jannah Dapat Sebutan Tertinggi, Lovers BC Bawa Pulang Doorprize Utama

Tim Batu SF moncer lewat LB Gara dan Jannah, sedangkan Lovers BC dari Surabaya berhasil membawa pulang banyak penghargaan plus doorprize utama di Kajari Jombang Cup, Minggu 14 Juli 2019.

Di Kajari Jombang Cup di gantangan Kebokicak BC di Lapangan SDN Kwaron II Diwek Jombang, Batu SF yang dikomandoi oleh H Dony bersama H Jaddab dan Heskia dari Jaddab BC Mojokerto tampil apik dengan membawa tiga amunisi andalannya, yaitu Gara, Jannah dan Monalisa yang mampu membawa pulang 4 trophy sebagai juara 1, 1, 2 dan 3.

 

 

Tampil bersama-sama pada sesi awal kelas love bird fighter A, tiga amunisi dari tim Batu SF langsung menunjukkan kehebatannya. Jannah mampu meraih posisi tertinggi dengan sebutan Bintang 4 diikuti oleh Monalisa sebagai juara tiga dengan sebutan Bintang 1. Sementara Gara yang biasa juara di gantangan ini, tampil tidak maksimal hingga tidak masuk 10 besar.                                                                         

Akhirnya Gara mengamuk pada sesi kedua kelas love bird fighter, mendapat sebutan bintang 10 burung yang berada di gantangan nomor 10 berhasil mengambil gelar yang kedua buat tim Batu SF. "Mungkin pada sesi awal kaget karena cuacanya terlalu panas hingga tidak tampil dalam top formnya," ujar H Jaddab kepada Burungnews.

 

LOVERS BC DARI SURABAYA BOYONG BEBERAPA GELAR PLUS DOORPRIZE UTAMA.

 

Sementara Lovers BC yang datang jauh-jauh dari Surabaya juga bisa membawa pulang beberapa penghargaan sekaligus bisa membawa pulang doorprize utama sepeda gunung. "Allhamdulillah hari ini bisa meraih beberapa piala plus doorprize utama," sambung Hendra kepada Burungnews.

Membawa banyak gaco andalannya: Sandra, Bintang, White Ice dan lain-lain, Lovers BC yang diketuai oleh Hendra bisa tersenyum karena Bintang menjadi satu-satunya amunisi yang bisa membanggakan tim ini dengan membawa pulang juara 1, 2 dan 4.

 

MUKIYI MASIH BISA PULANG DENGAN TERSENYUM KE LAMONGAN MESKI HANYA JUARA 2, 2, 3 DAN 3.

 

Bermain di kelas Love Bird L2, P2 dan Fighter, Bintang hanya mampu berada di posisi pertama pada sesi love bird L2 A. Kekean panjang berulang-ulang yang diperlihatkan membuat dewan juri yang bertugas langsung memberikan bendera merah mutlak. "Ya disyukuri saja hasil lomba kali ini, mungkin rejekinya hanya segini," bilang Hendra.

Sedangkan Mukiyi gaco Nendra dari Black Stone yang bermain banyak kelas masih belum beruntung pada event kali ini. Hanya berhasil menduduki juara dua pada kelas M2 B dan L2 B dan juara tiga di kelas Love Bird L2 A dan P2 A. "Ini penampilan perdana Mukiyi setelah dua minggu absen lomba karena lagi ngurak," bilang Andi sang pengawal burung kepada Burungnews.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Untuk kategori cucak hijau, juaranya diambil oleh tiga burung yang berbeda-beda. Scar gaco Zippo dari Candi SF dengan materi gaya jamtrok diiringi lagu kapas tembak dan love bird bisa memimpin posisi pertama di sesi awal kelas cucak hijau A.

Selanjutnya ada nama Sredex amunisi Pesek dari Losplos hanya bermain satu kelas mampu menyenangkan sang pemilik dengan gaya hyper nagen satu titik dengan lagu pelatuk dan cililin bisa mencuri gelar pada sesi kedua. "Ini penampilan perdana setelah nyulam selama tiga bulan," bilang Pesek kepada Burungnews.

 

NANDIRI (KIRI) BORONG SEMUA KELAS LOVE BIRD M2.

 

Begitu juga pada sesi ekor panjang, Bintang amunisi Rudy dari Kempleng hampir saja merebut dua kemenangan dari dua kelas yang diperlombakan. Bermateri gaya geser pangkringan sambil nembak iringan lagu komplit membuat gaco milik Rudy bisa menjadi jawara di sesi utama kelas murai batu A.

Kembali tampil pada sesi selanjutnya, namun penampilannya sedikit menurun, hingga hanya puas berada di posisi kedua kalah dari Hordog gaco milik Al Faisal dari Gedor SF yang bisa mengambil podium utama. "Sayang penampilan di kelas kedua sedikit kendor dan kurang mau tarung, karena di sebelanya ada yang nyetip-nyetip," ujar Rudy kepada Burungnews.

 

KENARI KENZYRO AMBIL DUA GELAR UNTUK BANGGAKAN TIM YKYB JOMBANG.

 

Penampilan cantik juga ditunjukkan oleh kenari Kenzyro amunisi Rere/Anto dari Jombang untuk bisa menyapu bersih semua kelas kenari. Dengan materi isian Blackthroat atau istilah anak kenari yaitu blenderan Blackthroat, bisa memikat hati dewan juri untuk memberikan koncer A sebanyak dua kali.

Pada akhir lomba, Karyanto selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru dan juri yang bertugas dengan baik, juga para kicaumania yang berpartisipasi meramaikan event ini hingga berjalan dengan aman dan kondusif. "Mudah-mudahan untuk gelaran tahun depan akan lebih meriah dari tahun ini," ujarnya.

AGENDA & BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

 

JOKER SAPU BERSIH KELAS BRANJANGAN.

 

BINTANG MILIK RUDY HAMPIR SAJA MEREBUT DUA KEMENANGAN.

 

 

SCAR KUASAI PODIUM UTAMA CUCAK HIJAU A.

 

SREDEX BERMAIN SEKALI LANGSUNG JUARA PADA SESI CUCAK HIJAU B.

 

 

KACER MESSY TENGAH NYARIS MEMBAWA PULANG DUA KEMENANGAN.

 

POP ICE (KIRI) AMANKAN PODIUM UTAMA SESI AWAL LOVE BIRD BABY A.

 

 

ANAK RANTAU (TENGAH) PIMPIN POSISI PERTAMA DI SESI KONIN.

 

DOORPRIZE UTAMA SEPEDA GUNUNG JATUH KE TANGAN HENDRA DARI LOVERS BC SURABAYA.

 

 

 

 

Pastikan JANGKRIK yang diberikan untuk burung Anda bersih, sehat, dan mengandung nutrisi terukur. Lihat video bagaimana sebaiknya memperlakukan jangkrik yang baru dibeli, dengan klik gambar di bawah ini.

 

KATA KUNCI: kajari jombang cup 2019 gara jannah lovers bc

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp