IHSAN BERSAMA ANIS MERAH HISTERIS. RAWAT SEJAK TROTOL


IHSAN ANISER JOGJA & AM HISTERIS

Rawatan Tanpa Jemur, 4 Pekan Berturut-Turut Nyeri Lintas EO

Anda mungkin termasuk yang penasaran, bagaimana seekor anis merah bisa selalu memborong juara selama 4 pekan berturut-turut dan sangat mungkin akan berlanjut. Itulah yang diraih oleh Histeris, jagoan milik Ihsan dari jogja.

Terakhir, Ihsan membawanya ke Karanganyar Vaganza (24/3), evennya Radja Garuda Nusantara (RGN), EO baru yang digagas oleh Mr. Prio Sutrisno, owner Radja Company – Bandung. Di sini, dua kelas anis merah pun disapu bersih oleh Histeris.

 

 

IHSAN TERIMA TROPI DARI BUPATI PACITAN

 

Mari kita lihat catatan sebelumnya. Mulai dari Gebyar Anis Merah Nusantara Klaten (BnR, 20/1) meraih juara 1, Piala Koalisi (RI dan Ronggolawe, 27/1) Denggung sekali juara 1, Raudi Akmal Cup 2 Turi – Sleman, (24/2) sekali juara 1.

Di even IBC Jogja bersama RI (3/3), Histeris kembali menang dua kali, lanjut ke even Bejo Cup Banjarnegara (PBI, 10/3) sapu bersih lagi 2 kelas, hingga ke HUT ke-274 Pacitan lagi-lagi memborong dua kali juara 1.

Catatan yang cukup fantastastis. Umurnya masih muda, 4,5 tahun. “Soal umur tidak bisa dicuri, saya paham betul karena merawat sejak usia trotol,” jelas Ihsan kepada burungnews.com.

 

 

Ditambahkannya, Histeris adalah tipikal burung tempur. “Di rumah gacor, tapi tidak pernah sampai teler. Tapi begitu kita gantang dan ada musuh, langsung teler. Kalau masalah perfoma dan kualitas materi, ya monggo bisa dinilai sendiri kalau pas turun.”

Rencananya, Minggu 31 Maret besuk Ihsan siap menurunkan Histeris di Gebyar Komuntas Semarang (BnR). Di sini, Ihsan bakal bergabung dengan rekan-rekannya dari Aniser lainnya seperti Iwan Platinum, Robert Pantau, Sapta KH, yang sekaligus mengibarkan bendera Duta Sleman City Hall Cup 1 (21/4).

Bagaimana dengan rawatannya? Kesehariannya Ihsan memberikan voer Topsong kuning dan air minum saja. Mandi cukup 2 hari sekali. Tanpa EF, tanpa buah, dan tanpa jemur. Sangat praktis, tanpa ribet.

 

 

Kalau mau lomba, H -2 barulah diberikan buah pisang sampai hari H. Jangkrik cukup 1 ekor diberikan Jumat – Sabtu – Minggu, pagi hari. Mandi terakhir hari Jumat saja, Sabtu dan Minggu tidak mandi. Setiap mau main lagi, diberikan 1 ekor jangkrik.

Untuk menetralkan, hari Senin dan Selasa diberikan pepaya. Selanjut kembali ke rawatan harian biasa, hanya diberikan voer Topsong Kuning dan air minum putih biasa. No EF, no buah, no jemur.

Hal yang perlu diperhatikan adalah soal jangkrik. Meskipun Ihsan hanya mmeberikan 1 ekor jangkrik menjelang lomba dan pas hari H menjelang digantang, namun tetaplah harus diberi jangkrik yang bersih dan sehat. Usahakan jangan berikan jangkrik yang baru dibeli tanpa treatmen pendahuluan. Mau tahu caranya membuat jangkrik sehat dan memberikan efek sehat untuk burung, silakan KLIK DI SINI.

Bila ada kesempatan, Ihsan juga mengaku ingin uji nyali ke even akbar luar kota. Karena kesibukan, selama ini memang lebih banyak turun di Jawa Tengah - DIY dan sekitarnya saja, yang bisa dijangkau langsung dari Jogja tanpa harus menginap. Even kolosal seperti Piala Pasundan jadi pertimbangan, sekaligus juga bisa rekreasi bersama keluarga.

 

 

KATA KUNCI: ihsan jogja aniser jogja anis merah histeris piala pasundan iii piala faster chiki 2 sleman city hall cup 1

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp