FERRY YONG TRENDINGKAN TOPIK LB NGRIWIK


HIKAYAT LOVE BIRD NGRIWIK

Bahan Murah Bisa Juara, Love Bird Trah Lomba Kurang Diminati

“ ... Jurine budeg!” (jurinya tuli, red.) teriak beberapa peserta di sebuah event latber yang sedang melombakan sesi love bird. Beberapa peserta itu, mengaku keki melihat juri hanya diam dan mengabaikan, padahal burungnya sedang ‘bunyi’.

Langit mendung tampak masih memayungi dunia love bird suara. Ini mungkin sebagian biangnya. Banyak yang menurunkan love bird ngriwik menuntut tetap dinilai hingga jadi juara, di sisi lain banyak pemilik love bird kelas “youtube”, juga ngotot pengin bisa main di level Latber-Latpres.

A, sebut saja begitu, seorang juri yang sebelumnya sering bertugas di gantangan khusus love bird di pinggiran sebuah kota kecil, mengaku sampai dibuat kapok. “Lha bagaimana tidak stres, jangankan ngriwik, bunyi kek sekali saja menuntut dinilai. Kalau diabaikan, diteriaki tuli, goblok, picek (buta, red.), bahkan isi kebun binatang juga tak jarang keluar dari mulut peserta. Pilih prei (libur) saja lah, daripada keloro-loro atine,” tandasnya.

 

Mau nyeting Paud / Balibu? Percayakan pada EGGMore, sudah banyak yang membuktikannya. Dapatkan dengan menghubungi nomor di baner di bawah ini, atau langsung melalui Bukalapak / Tokopedia.

 

Kutipan di atas sedikit menjelaskan awal mula banyak pemilik love bird menurunkan jagoan yang sebenarnya baru sebatas “ngriwik”, tetapi menuntut tetap dinilai. Banyak gantangan atau EO yang akhirnya “pasrah” pada tuntutan peserta. Biar gantangan miliknya menjadi ramai, begitu pertimbangannya. Faktanya, burung ngriwik pada akhirnya kerap menjadi juara.

Topik “ngriwik” kembali ramai menjadi bahan diskusi di media sosial saat pada 7 Agustus yang lalu dicuitkan oleh Ferry Yong Kurnia BF dalam status facebook-nya. Menurutnya, banyaknya EO atau gantangan yang begitu “ramah” pada burung ngriwik.

 

FERRY YONG, ISTRI & KRU. BREEDER & PENGORBIT LB JUARA

 

Mencetak love bird ngriwik itu cukup mudah, tinggal beli bahan dari ombyokan yang relatif murah lalu diseting sedemikan rupa. Hal seperti ini, membuat love bird trah lomba menjadi kurang peminat. Kecuali, bersedia menjual dengan harga obral agar bisa bersaing dengan burung ombyokan “sayur”.

“Saya pribadi memilih untuk TIDAK menjual anakan juara dengan harga murah,” tandasnya.

Cuitan Ferry Yong ini banyak sekali mendapat dukungan dari  warganet. Ada 76 komentar yang semuanya rata-rata mendukung, 519 suka, dan dibaikan lagi sebanyak 14 kali.

 

 

Ferry Yong dikenal sebagai breeder dan pengorbit burung love bird juara. Opium, nama jagoan yang melesatkan namanya, hingga kini selain masuk kandang ternak, juga masih sanggup tampil dan merebut juara di sejumlah event akbar dan bergensi.

Burungnews pun mencoba meminta pendapat kepada sejumlah pihak, mulai love bird mania, juri, hingga yang mewakili EO.

 

SADAM, BUNYI KURANG 5 DETI, TIDAK PERLU DINILAI

 

Sadam Wahyu Anggono, salah seorang love bird mania asal Klaten yang sekarang tinggal di Semarang mengungkapkan, love bird ngriwiik itu belum termasuk kategori bunyi atau ngekek. “Itu belum bunyi ngekek. Menurut saya, yang disebut ngekek bahkan kalau bunyinya lebih dari 5 seken. Kurang dari itu sebaiknya tidak perlu dinilai. Kalau sudah up di atas 5 seken, lagu sudah nata, barulah itu bisa disebut ngekek dan bisa dinilai atau dilanjut hitungan durasinya.”

Beberapa tahun silam, Sadam dikenal karena sering ikut mengawal Kusumo, salah satu gaco love bird legenda milik H. Sigit WMP Klaten.

Lilik, salah satu punggawa Posma Sembego, Yogyakarta, mengakui di gantangannya kadang masih dijumpai burung yang bunyi ngriwik. “Burung ngriwik kita anggap bunyi, diberi nilai, tetapi tetap dibandingkan dengan yang lain. Di Sembego, untuk menjadi juara  masih mengedepankan kualitas suara, tidak asal bunyi.”

 

LILIK SEMBEGO (KIRI). JUARA KARENA KUALITAS SUARA, BUKAN ASAL BUNYI

 

Untuk pakem penilaian love bird di Posma Sembego, menurut Lilik mengutamakan burung kerja. Ini pengertian kerja: kestabilan awal, tengah, dan akhir. Setelah itu dapat, baru pada lagu. “Lagu pada love bird, lebih pada panjang dan pendeknya, baru dibandingkan volumenya. Lepas dari plus minusnya tiap burung, baru kita putuskan mana yang layak jadi juara pada saat itu. Padahal, untuk love bird ngriwik cenderung tidak keluar volumenya. Jadi untuk bisa juara, love bird ngriwik peluangnya memang sangat kecil, kecuali memang tidak ada pilihan lain yang lebih bagus.”

Hal yang sama disampaikan oleh Danu Kusumo, yang kini mengelola gantangan di Kronggahan, Sleman. Meski selama ini jarang sekali menjumpai ada love bird ngriwik di gantangannya, namun pak Danu menyebut misalnya ada, akan tetap dinilai.

 

 

“Tetapi bobot nilainya jelas lebih rendah dari yang ngekek normal atau standar. Jadi selama ada yang ngekek normal atau standar sebagaimana yang kita pahami selama ini, ya yang ngriwik peluang menangnya menjadi kecil sekali.”

Cak Parno, salah satu juri senior yang kini bergabung dengan KHI dan mengelola gantangan di Wonosari, Gunung Kidul, secara prinsip juga mengaku sepakat. Bersama sejumlah kalangan yang peduli di Gunung Kidul, juga terus melakukan upaya agar nilai jual love bird kembali meningkat.

  “Mulai minggu kemarin, untuk mengangkat nilai jual love bird, kelas Pemula dihapus di seluruh gantangan di Gunung Kidul. Di kelas inilah, sering banyak dijumpai burung ngriwik. Karena namanya juga kelas pemula, bunyi ngriwik tetap dinilai. Karena ya baru sebatas itu yang bisa dilakukan love bird pemula. Sekarang sudah kita hapus setelah menyadari ini jadi salah satu biang anjlognya harga love bird.”

 

CAK PARNO BERSAMA KELUARGA BESAR HANDAYANI BC WONOSARI

 

Parno melanjutkan, mulai bulan   Agustus ini, sudah jarang menjumpai ada burung ngriwik turun, karena sudah ada kelas fighter. “Namun, bila di kelas umum masih menemukan ada burung ngriwik, tetap kita beri apresiasi, tapi hitungannya di perlambat. Atau secara konsep, dinilai tetapi dengan bobot yang lebih rendah. Misalnya, kalau hitungan normal itu seharusnya sudah sampai 20, burung ngriwik hanya kita hitung 18. Kalau yang bunyi normal itu dapat bendara merah poin 100, karena hanya ngriwik hitungan hanya sampai 18, benderanya hijau poin 40.”

Mungkin kita sepakat soal di atas. Masalahnya, apakah persepsi tentang pengertian ngriwik itu sudah sama atau paling tidak mendekati sama?

 

Sssttt... Anda sudah memiliki    LEMAN'S? Jangan sampai tidak. Ahlinya mengobati burung  cepat dan tuntas. Dilengkapi formula + vitamin, selain menyembuhkan juga membantu proses pemulihan biar cepat bugas dan vit. Bila di kios terdekat belum ada, hubungi nomor-nomor pada baner di bawah ini, atau langsung melalui Bukalapak atau Tokopedia.

 

Menurut Ferry Yong, ngriwik itu love bird yang bunyinya pelan tanpa power apa pun, diselingi oleh cuitan-cuitan pendek pendek. Lagunya belum nata, begitu kalau Sadam memberikan istilah. Lilik Sembego menyebutnya, cenderung tidak keluar volumenya.

“Ngriwik itu beda atau bukan ngekek, apalagi disebut ngekek panjang. Kalau bilang yang penting bunyi, ya betul ngriwik juga bunyi, tapi patah-patah bunyinya, tidak nyambung jadi satu alunan panjang.”

Berikut contoh love bird ngriwik:

 

KATA KUNCI: ferry yong love bird ngriwik kurnia bf love bird opium sadam wahyu anggono lilik posma sembego cak parno danu kusumo

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp