HASAN TNT, GEN BETINA SANGAT PENTING


HASAN TNT, PETERNAK BRANJANGAN PURWOKERTO

Sudah Hasilkan Lebih 300 anakan, Harga Mulai 9 Juta Harus Rela Inden

Puluhan branjangan tampak digantang di depan komplek perumahan di kawasan Sumampir, Purwokerto. Ada yang masih muda, beberapa sudah bunyi bahkan termasuk sudah matang.

“Itu baru sekitar 5,5 bulan, sudah mau tampil juga gantangan. Itu ceritanya sudah dibeli orang, di sana dikira betina karena tidak mau bunyi. Terus dikembalikan ke sini. Uang juga sudah kami kembalikan ke yang bersangkutan. Kami rawat beberapa hari, ternyata rajin bunyi,” terang Hasan, pemilik breeding branjangan asal Purwokerto dengan ring Hasan TNT.

Menurut Hasan, branjangan sudah mau tampil kendati usia masih belia. Lepas trotol, bunyi, sudah mau ditampilkan. Salah satu anakan darinya bahkan sudah sering juara 1 ketika baru berumur 3,5 bulan.

 

BRANJANGAN BERAGAM USIA, LEPAS TROTOL SUDAH BISA BUAT LOMBA

 

“Jadi itu sudah milik orang di Bogor sana. Umur 3,5 bulan dapat laporan mulai sering juara 1. Suatu hari burung dijual lagi ke saya. Itulah yang kemudian menyapu bersih 2 kali juara 1 saat Piala Raja 2018 pertama kali membuka kelas branjangan ring. Tapi burung yang saya kasih nama Karto Jr. itu juga sudah pindah tangan lagi ke Jakarta,” ujarnya lebih lanjut.

Padahal, musuhnya banyak burung dewasa yang sudah sering juara. “Punya kita masih belia. Yang sesi pertama dapat gantangan tengah, tapi lagunya paling banyak variasi dan itu suaranya terdengar jelas sampai luar pagar. Mungkin karena keadilan dari Tuhan. Meski masih muda, dan burung kita punya ring asli, benar-benar burung tangkaran.”

Hasan menyukai dan memelihara branjangan sudah lama, sejak kecil saat usia SD. “Tahun 94-an usia SMP sudah mulai ikut lomba, di seputaran Kuningan, Cirebon, dan sekitarnya. Kebetulan asal saya di Kuningan. Ini memang daerah yang menjadi salah satu habitat branjangan yang menurut saya bagus-bagus, selain kualitas, burungnya gampang nampil.”

 

 

Januari 2015, Hasan mulai menangkar. Indukannya juga burung-burung asal Kuningan, Cirebon, dan sekitarnya.

“Di sana ada bukit dengan sebagian berupa lereng, namanya Beber. Itu terletak di sekitar perbatasan Cirebon dan Kuningan, di atas Ciperna kira-kira. Branjangan dari sana menurut saya punya karakter yang lebih baik ketimbang dari darah lain. Itu sebabnya hampir semua indukan branjangan yang saya ternak berasal dari sana. Mungkin ada subjektifnya ya, tapi nyatanya banyak yang puas dengan anakannya.”

Hasan bercerita, belum lama juga membeli burung yang sering juara 1 di Cirebon dan sekitarnya. “Buat nambah materi indukan lagi. Karena saya tahu asal habitatnya, itu burung dari situ memang bagus-bagus.”

 

 

GEN LEBIH KUAT, 3 TAHUN SELEKSI BETINA

Di luar pejantan yang berasal dari burung-burung bagus dan pernah juara, ternyata menurut Hasan gen betina lebih kuat dalam menurunkan karakter.

“Rawatan harian hingga setingan lomba itu penting. Tapi kalau bagaimana burung gampang tampil, terus kecerdasannya dalam mencerna suara dari master, suara dan cara bawa lagunya enak, itu faktor gen atau trah keturunan sangat penting. Yang paling kuat menurunkan itu dari gen betina.”

Mengetahui penjantan yang bagus bisa dari penampilan dan prestasinya di lapangan. Bagaimana kita bisa tahu bila induk betina kita itu bagus?

Hasan mengaku butuh seleksi yang cukup lama. “Tidak cukup hanya mencermati tongkrongan atau fisiknya saja, atau produktivitasnya. Kita juga perlu menguji pada anakannya. Apakah anakannya pada bagus, gampang nampil, dan seterusnya. Itu sebabnya perlu waktu yang cukup lama.”

 

SUSUH TEMPAT  BERTELUR, DARI RUMPUT KERING

 

Akhirnya, setelah melakukan seleksi selama kurang lebih 3 tahun, Hasan sudah memiliki hingga 35 betina terpilih. “Secara umum ada 2 spek indukan betina, itu yang kemudian membedakan harga anakan, antara 9 juta dan 10 juta, setelah bisa makan sendiri.”

Indukan Jantan jumlahnya lebih sedikit, karena Hasan menerapkan sistem poligami. “Satu pejantan bisa buat ngawin 5 betina. Kalau sudah nelur, tugas mengerami dan bila memungkinkan juga meloloh, adalah betina.”

Sekali nelur 3-4 butir. Menetas tidak selalu bareng berselisih rata-rata satu hari. “Piyik ada yang saya panen umur sehari lanjut loloh di luar, tapi juga ada yang saya biarkan diloloh indukannya sampai bisa makan sendiri. Tergantung juga karakternya nakal atau tidak. Karena diloloh indukan juga risiko, kalau birahi lagi, bisa ditelantarkan itu anaknya.”

Pada kondisi normal atau tidak sedang mabung atau masalah lainnya, branjangan akan bertelur dua pekan sekali.

 

PIYIK DILOLOH DI LUAR

 

GARANSI JANTAN

Hasan memberikan garansi jantan pada para pembelinya. Bila setelah usia seharusnya mau bunyi tapi masih membisu atau karena ciri-ciri lain sehingga diduga betina, burung bisa dikembalikan dan uang pembelian akan dikembalikan semuanya (100 %).

Hasan mengakui, membedakan jantan dan betina secara fisik memang tidak mudah. “Saya menandai dari ngriwiknya. Tapi itu kan juga bisa salah. Maka biar pembeli bisa tenang, saya berikan garansi.”

Sejauh ini, jarang Hasan salah dalam memilih jantan. “Tapi ya ada beberapa yang dikembalikan. Salah satunya ya burung itu, yang setelah kita rawat beberapa hari di sini ternyata mau bunyi. Karena uang sudah saya kembalikan, sebenarnya ini sudah milik saya. Tapi ya kita beritahu si pemilik, kita coba memberikan kesempatan misalnya mau diambil lagi.”

 

 

SUDAH HASILKAN 300 ANAKAN

Sejak 2015, dari kandang-kandang Hasan sudah menghasilkan paling tidak 300 anakan. Tak terhitung yang sudah tampil di lapangan dan meraih prestasi.

Anakan generasi awal dijual dengan harga mulai 3,5 juta. Seiring dengan waktu, juga setelah Hasan mulai bisa menyeleksi indukan baik jantan dan terutama dari sisi betina, harga terus beranjak naik hingga saat ini ia membandrol mulai 9 juta hingga 10 juta rupiah.

“Sebenarnya kalau tidak pada mati, anakan saya sudah 500 lebih. Tapi ya itu, kadang mati karena ditelantarkan bahkan diserang oleh indukannya. Lama-lama juga paham anakan yang harus secepatnya dipanen setelah menetas, mana yang perlu dipertahankan untuk diloloh indukan.”

Banyak branjangan mania yang rupanya puas dengan anakan dari Hasan, tak heran bila kemudian merekomendasikan ke teman-teman lainnya, selain juga memesan lagi untuk dipakai sendiri. Hasan pun hingga kini mengaku kewalahan memenuhi inden.

“Dari sekitar 35 kandang itu kan, sebagian juga kena siklus mabung. Normalnya, yang produksi itu 30 persennya, atau sekitar 10-15an betina. Makanya ini juga berusaha terus mencari calon indukan baru agar bisa nambah.”

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

SANGKAR BATERY LOVE BIRD

Kandang penangkaran milik Hasan tampak sederhana, sebagian besar memanfaatkan kandang batery yang biasa dipakai untuk love bird. Ada juga beberapa kandang yang ukurannya lebih besar, sekitar 80 cm persegi.

“Sebenarnya dengan kandang besar, induk menjadi lebih tenang. Tapi kan butuh ruang yang besar. Sementara ini kan ternaknya lebih banyak memanfaatkan ruangan yang sudah ada. Bahkan ada yang berbagi peruntukannya, semisal di itu sebagian sudut dapur juga ada yang dipakai.”

Ada dua ruang utama yang dipakai untuk kandang branjangan. Satu kamar di lantai dasar sekitar 3 x 4 meter, dan satu ruangan di lantai atas ukuran sekitar 3 x 8 meter. Tak hanya branjangan, beberapa juga ada yang terisi kenari dan love bird.

“Dulu sebelum ternak branjangan, awalnya saya ternak kenari,” ujar lulusan akuntansi FE Universitas Soedirman itu.

 

HASAN TNI, MANFAATKAN KANDANG BATERY LOVE BIRD

 

TAK BISA LAMA PEGANG JAGOAN

Hasan mengaku sedang tak memiliki jago handal untuk mengikuti sejumlah event penting tahun ini. “Valentine Jogja yang baru digelar misalnya, kan ada kelas branjangan ring, karena kalau PBI memang hanya membuka yang kelas ring saja. Saya absen karena lagi tak ada jago, tapi jago yang dari hasil ternak saya mungkin ya ada.”

Saat ini, begitu bisa mengorbitkan jago, biasanya tak butuh waktu lama segera pindah tangan lagi. “Sementara untuk beberapa jago yang baru saya beli untuk persiapan indukan, umumnya dari tangkapan alam, belum ada ring. Niatnya memang untuk indukan, kalau saya bawa lomba lagi ntar malah jadi dipinang orang lagi.”

Beberapa burung di depan rumahnya, disebutnya titipan dari beberapa teman untuk merawat dan nyeting lagi. “Itu contohnya, burung itu tampak bunyi karena gelisah. Dia tidak nyaman di sangkar. Sudah kita kasih tahu ke si pemilik supaya disiapkan sangkar lain yang akan membuat dia merasa nyaman, juga tangkringannya.”

 

TAMPAK ATAS KANDANG BESAR, INDUKAN LEBIH TENANG

 

UMUR BISA 40 TAHUN, ASAL...

Berapa sih usia branjangan dari kecil sampai dianggap tua dan mati. “Rata-rata bisa sampai 20-25 tahun. Bahkan branjangan yang sudah saya pelihara sejak kecil, sampai sekarang usia sekitar 40 tahun masih hidup. Burung sudah di tangan orang lain, tapi masih komunikasi saya dengan pemiliknya. Itu tidak untuk lomba memang, hanya buat didengarkan di rumah. Masih gacor dan bagus itu burung.”

Nah, kenapa bisa berusia begitu panjang sampai 40an tahun, salah satunya diperkirakan karena pakan yang serba alami dan tak pernah dikasih makanan-makanan racikan yang sudah ditambahkan “pemacu” agar mau gacor.

“Saran saya, pakai pakan yang beli curah atau kiloan. Untuk jangka panjang burung akan lebih sehat dan umur bisa lebih panjang. Untuk burung lomba pun begitu, penampilannya lebih lama dan stabil.”

Hasan dan beberapa teman branjes mengaku sudah cukup lama mengamati beberapa burung jawara yang pola rawatannya kerap diberi bahan pemacu dengan beragam pakan racikan atau tambahan asupan lainnya yang bersifat memacu.

“Mau dikasih nama multivitamin atau apa, biasanya tak lama kemudian ngedrop. Kalau sudah ngedrop, juga sulit mengembalikan lagi ke performa awal.” [maman, maltimbus]

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

KATA KUNCI: hasan tnt breeding branjangan

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp