EDU JOGJA, PELOMBA & BREEDER BRANJANGAN


EDU FARMILY’S JOGJA + VIDIO

Sukses Breeding Branjangan Java, Tetap Berburu Jago Prestasi

Nama Edu Farmily’s sudah cukup familiar di kalangan kicau mania pada umumnya, apalagi para branjangan mania / branjes. Edu sering mendominasi kejuaraan branjangan di berbagai kota. Ia juga seorang breeder.

Edu memulai breeding sejak 2017 yang lalu. "Waktu itu ternaknya masih di Purwokerto, dipegang om Daniel," jelas Edu.

Tak begitu banyak memang. Edu menyebut baru memiliki 6 indukan branjangan Java. Salah satunya Palapa yang sudah menjuarai di berbagai event nasional.

 

EDU DAN SEBAGIAN TROPI, PRESTASI TAK TERHITUNG

 

Palapa sebagai indukan yang diunggulkan di Edu Farmily’s, sudah mempunyai beberapa anakan. Di antaranya Captain Hook, Revolver, Hell Boy, dan Brojomusti Reborn. Semuanya menuruni sang induk, sudah menjadi juara di berbagai ajang.

"Palapa adalah nama baru setelah kami take over dan jadi milik kami. Nama sebelumnya di pemilik lama adalah KLX," imbuh Edu.

Berapa Edu membandrol anakan yang indukannya adalah burung-burung terpilih? “Untuk sementara anakan tidak di jual dulu. Tunggu sampai benar-benar sudah berprestasi baru kami jual,” ungkap om Edu.

Bukan berarti tidak pernah menemui kendala. “Ada indukan yang tak mau mengerami telur. Untunglah sekarang sudah ada solusi. Telur kita pindah dierami sama burung emprit.”

 

 

Dengan nada merendah, Edu mengaku belum apa-apa dibanding para breeder branjangan lainnya. "Saya masih harus banyak belajar dengan para senior. Apalagi kandang baru efektif pindah ke tempat tinggal saya yang baru di Potorono, Bantul, Yogyakarta, kan belum genap setengah tahun. Semoga tetap bisa mengatasi kalau ada kendala-kendala baru."

Edu tak hanya masih rajin mengikuti lomba, tetapi juga masih terus melakukan pembelian burung-burung juara. Yang terbaru adalah take over yang oleh kalangan branjangan mania disebut sebagai “mega transfer”.

Kalau disebut “mega” tentu angka nominalnya besar sekali. Toh kedua belah pihak enggan menyebutkan angka pastinya. “Rahasia mas, pokoknya fantastis, biar kami berdua saja yang tahu,” tandas Edu.

 

DATA LOMBA / GANTANGAN yang TUNDA / LIBUR untuk mengurangi dampak penyebaran virus COVID-19, KLIK DI SINI.

 

Edu mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan Jaya Badeg, dan berharap benar-benar bisa bisa menambah dan memperkuat amunisi untuk bersilaturahmi dengan branjes-branjes nusantara. “Prestasi itu memang penting, bisa buat kepuasan, bisa bikin bangga, tapi yang lebih penting dari itu semua adalah silaturahmi.”

Saat baru didapat, Jaya Badeg tak butuh penyesuaian yang lama. Begitu diturunkan di event akbar Sweet Valentine (6/2), langsung tampil dan menggondol juara 1 dan 6.

 

EDU DI DEPAN KANDANG & TROPI KEJUARAAN

 

Jaya Badeg sebelumnya memang sudah kerap menjuarai berbagai event bergensi nasional. “Saya tidak menyangka kalau Jaya Badeg akan menjadi bagian team kami,” tutur om edu.

Jaya badeg adalah jenis branjangan Parva tapi untuk kualitas sudah terbukti. Mulai durasi, vokal, irama lagu, hingga gaya, tidak kalah dengan branjangan Java.

 

 

Di pemilik sebelumnya, Wawan JNJ Purwokerto, Jaya Badeg juga sudah melanglang di berbagai event bergengsi. “Kami tinggal meneruskan setingan dari pemilik sebelumnya. Setingannya sangat mudah, harian ulat hongkong pagi 5 sore 5 , mandi semprot tipis tipis, jemur 1 jam, anginkan, krobong, kroto 1 minggu cukup 2 kali.

Untuk setingan lomba ada ritual khusus. “H-1 mandi malam pakai air hangat dicampur garam,” ujar Tatak Lambang, sang mekanik. Manfaat mandi malam memakai air hangat dicampur garam, agar burung lebih rilex, lebih fresh pagi harinya. [maman, maltimbus]

 


 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

KATA KUNCI: edu jogja branjes

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp