LOMBA TANPA PAGAR, TANPA KEAMANAN, TERNYATA BISA KONDUSIF, CARANYA..


DATA JUARA MAGELANG VAGANZA

Lomba Tanpa Pagar, Tanpa Keamanan, Bagaimana Bisa Kondusif + VIDIO

Yoko, seorang penjual mie ayam yang biasa mangkal di depan gantangan selatan lapangan Rindam Magelang tampak terheran-heran. “Biasanya ramai sekali sorak sore, bersautan antara penonton dan MC, lebih heboh dari nonton bola. Kali ini kok nyep, sunyi senyap.”

Padahal, menurut pengamatan Yoko, orangnya jauh lebih banyak, lebih ramai. “Lihat, parkirnya mengular jauh ratusan meter ke utara sana. Alhamdulillah, dagangan juga lebih laris,” ujarnya sambil melayani konsumen dari para peserta lomba.

 

KRU DWI SAMPIT, LANJUT ALL OUT KOPASSUS, MASTERPIECE, WAWAN BRI CUP, HITAM PUTIH SOLO

 

Kalau mau jujur, bukan hanya Yoko, yang kebetulan tidak terlalu paham seluk beluk lomba burung, yang dibuat heran. Tak sedikit peserta juga heran, banyak yang awalnya pesimis dan tidak percaya ada lomba tanpa pagar, tapi peserta tetap bisa dikondisikan tertib.

Tertib di sini, mulai tidak saling tunggu saat menggantang, dan bagian paling penting, tidak berteriak-teriak seperti kebiasaan sebelumnya.

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

 

Apa panitia nekad? Bagaimana bila peserta ternyata susah dikendalikan, sementara pagar telanjur tidak dipasang? Bagaimana cara menyingkirkan peserta supaya sedikit menjauh dari gantangan, padahal di lapang tidak tampak ada team pengamanan khusus yang disiapkan oleh panitia.

“Sudah kita pertimbangkan masak-masak. Kemarin di Road to Piala Pasundan 5 di Salatiga sudah kita uji coba, berhasil. Di sana masih pakai pagar, tapi peserta kita ijinkan masuk. Makanya kita lanjutkan di sini. Seperti Anda lihat, sukses lagi kan. Jadi ini akan kita terapkan terus di event-event RGN selanjutnya, termasuk yang lebih besar,” jelas Asep DM, Sekjen RGN yang memprakarsasi dan mengelola sejumlah event akbar di RGN.

 

YURO PANTAU, AM RA UMUM MULAI TEBAR ANCAMAN, LANJUT KOPASSUS DAN WAWAN BRI CUP

 

Menurut Asep, kunci keberhasilan itu, pertama pada komunikasi dengan peserta, kedua pada penjurian.  “Selama penjuriannya bagus, bisa diterima oleh peserta, model lomba tanpa pagar bahkan tanpa team keamanan seperti ini Insya Allah akan aman. Tapi sekali hasil penjurian juri dianggap salah, tidak diterima, terus ada komplain serius, berikutnya pasti sulit dikendalikan. Bukan hanya teriak-teriak, peserta mungkin juga akan berani masuk ke arena penjurian sambil narik-narik juri buat mantau burungnya.”

Lomba yang dimulai mendekati jam 11.00 itu, akhirnya juga bisa kelar sebelum jam 17.00. Sempat diguyur hujan, tapi peserta tetap mengikuti jalannya lomba sampai rampung.

 

 

Secara kelancaran dan ketertiban lomba, event ini benar-benar patut mendapat acungan jempol. Selama jalannya lomba,  boleh dikata sangat kondusif. Bahwa kelancaran dan ketertiban ini sangat didukung karena penjuriannya juga bagus dan tepat sasaran dalam memilih juara, juga tidak berlebihan.

“Alhamdulillah, lomba Magelang Vaganza tanpa komplain,” ujar Benz Wira, Ketua DPW RGN Kedu-DIY dalam unggahan di akun facebook, beberapa saat setelah lomba rampung.

 

 

“Sempat ada kekawatiran juga kalau sampai jebol. Alhamdulillah semua berjalan baik. Tentu belum sempurna, tapi secara umum sudah bagus lah. Bukan berarti tidak ada evaluasi dan perbaikan lagi. Next di gelaran seperti Radja Murai Indonesia, 12 Juli, dengan tiket sampai 3,5 juta hadiah mobil dan tiket 5 juta, lomba dengan tiket termahal yang pernah di gelar di Yogyakarta, akan kita siapkan lebih baik lagi. Kita ingin suasana nyamannya setidaknya seperti di sini, tapi harus diupayakan lebih baik.”

Nuansa keabraban, khas silaturahami pasca lebaran, memang terasa sekali. Kicaumania dari semua kalangan kumpul di sini. Bukan hanya dari Magelang Raya atau blok Jawa Tengah dan DIY saja, datang juga sejumlah peserta dari Jawa Timur.

 

 

Ditekankan Asep, ada sejumlah gebrakan dan inovasi yang akan terus dikembangkan oleh RGN, dalam rangka supaya lomba semakin mengarah ke (mendekati) fair play. “Yang sudah mulai jalan, upaya membuat jarak peserta dan burung sedekat mungkin, tanpa mengganggu jalannya penjurian. Bila peserta dan juris ama-sama bisa memantau dan mendengar burung dengan baik, logikanya hasil akhirnya akan lebih bisa diterima bersama. Itulah yang kita lihat mulai jalan di Salatiga dan kali ini di Magelang Vaganza.”

RGN, tambah Asep, juga sedang menyiapkan sistem penjurian yang lebih terbuka. “Ini konsep sedang terus dimatangkan, nantinya akan diuji coba atau simulasi dulu di level-level Latber-Latpres, terus meningkat hingga level lomba yang makin besar dan penting. Ikuti terus saja gelaran kami, yakinlah Anda akan semakin kepincut dan setia. Insya Allah, Aamiin.”

 

MB ASSOKA MILIK MR D, JUARA KELAS TANTANGAN 500K

 

Magelang Vaganza juga menjadi ajang pemanasan bagi sejumlah jagoan. Sebut saja, salah satu jago yang sedang viral, kacer Dewa Ruci milik Dwi Sampit dan pelapisnya yang baru rampung mabung, Pelor Mas. Ada juga nama anis merah Ra Umum, juga sama-sama baru mencoba, bulu masih baru. Ra Kalap, murai batu yang baru dilepas dari kandang breeding dan baru ganti bulu, meraih runner up, disebut karena tampilnya sedikit terlambat.

Kelas tantangan 500K dimenangkan oleh Assoka, gaco milik Mr. D dari Marina Team Semarang. Sementara kelas Borobudur tiket 250K yang sedianya berhadiah motor, direbut oleh Respati milik Alex HK Kudus. Sayang, hadiah motor akhirnya batal bongkar.

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Baik Mr. D maupun Alex HK disebut akan terus mengikuti gelaran dengan sistem ajuan terbuka yang sedang terus dikembangkan SFF. Konsep penjurian ini akan kembali diterapkan di Wawan BRI Cup 2 Magetan dan Hitam Putih Solo.

Banyak jago yang akan kembali disiapkan turun di Piala Danjen Kopassus, 15 Mei, di Markas Grub 2 Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo Raya. Di sini pun, panitia menjanjikan akan nyeting lapangan supaya peserta dan burung bisa dekat. Meski berada di komplek militer, penjagaan atau pengamanan dipastikan akan dilakukan dengan penuh keramahan dan humanis. Jadi, tidak perlu kawatir, tidak akan ada situasi menegangkan di Piala Danjen Kopassus.

 

MB RESPATI HK MILIK ALEX KUDUS JUARA TIKET 250. DUH ...  MOTOR TIDAK JADI BONGKAR

 

Event berikut yang wajib didatangi, Wawan BRI Cup 2 Magetan pada 22 Mei. Selain soal jarak peserta atau penonton dengan burung sedekat mungkin, menyediakan kursi, sistem penjuriannya bahkan dengan ajuan koncer terbuka, menyempernukan dari sistem yang sudah berjalan di Solo Fair Factor (SFF).

Ajuan koncer juri tidak langsung ditancap, tapi lebih dulu difilter dengan rekap. Ajuan yang sendirian, akan tereliminasi atau terbuang. Jadi, tidak akan ada lagi koncer A atau B kok sendirian. 

Yuk buktikan keseruannya, pastikan hadir meramaikan Piala Danjen Kopassus bersama PBI, lanjut Wawan BRI Cup 2 Magetan, Piala Pangsar Soedirman di Prambanan BC bersama BnR (29/5), Hitam Putih di Taman Balekambang Solo (5/6), Semarang Vaganza (5/6), Gubernur Jabar Cup bersama BnR (12/6), Piala Pakualam Yogyakarta (19/6) bersama PBI, hingga Radja Murai Indonesia di Yogyakarta (12/7) bersama RGN. [maltimbus]

 

BROSUR DAN JADWAL PIALA DANJEN KOPASSUS, KLIK DI SINI

BROSUR DAN JADWAL WAWAN BRI CUP 2, KLIK DI SINI

BROSUR DAN JADWAL PIALA BUPATI JEPARA, KLIK DI SINI

BROSUR DAN JADWAL PIALA PANGSAR SOEDIRMAN, KLIK DI SINI

BROSUR DAN JADWAL SEMARANG VAGANZA, KLIK DI SINI

BROSUR DAN AGENDA LOMBA LAINNYA, KLIK DI SINI

 

DATA JUARA MAGELANG VAGANZA:

 

 

 

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

 

Gubernur Jabar Cup, 12 Juni 2022. Event yang bakal meledak, jangan sampai Anda tidak menjadi saksi sejarah besar ini. KLIK DI SINI selengkapnya. 

 

KACER RAJA KUTA, RUNNER UP, KALAH SATU BENDERA B DENGAN DEWA RUCI

 

TLEDEKAN RONGGENG MILIK SAPUTRO MAGELANG, SAPU BERSIH JUARA

 

VIDIO MAGELANG VAGANZA, TAMPA PAGAR TANPA KEAMANAN, TETAP KONDUSIF:

 

Khusus buat kicaumania yang tak mau juara tapi harus setor odengan, atau yang bosen kalah dari burung odengan... ke Wawan BRI Cup 2 tempat paling cocok, Minggu 22 Mei 2022. Segera Hubungi Mbah Cengoh, 0813.2923.8484.

G-24, Juri 4 orang, 4 blok, tanpa korlap, ajuan koncer A-B-C terbuka, difilter dengan rekap secara terbuka, ajuan sendirian dibuang, peserta dekat gantangan/burung, akses media bebas (ikut mengawasi lomba). Tak ada yang seberani di sini!

BROSUR LENGKAP DAN JADWAL TERBARU, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: magelang vaganza

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp