SOLLI AKARATU DI KANDANG BREEDINGNYA


BREEDING MURAI BATU ALA SOLLI AKARATU

Ada Pancuran Air dalam Kandang, Anakannya Habis Dibeli Teman

Solli adalah salah satu penangkar lawas yang ada di Klaten. Sejumlah inovasi sederhana tapi efektif dijalankannya. Nyaris tak pernah berpromosi, anakannya selalu habis terserap teman-teman lama. 

Solli mulai menangkar murai batu sejak tahun 2006, sudah lebih dari cukup makan asam garam dunia penangkaran. Sejumlah inovasi atau terobosan sudah dilakukan, untuk memaksimalkan hasil kandang tangkarnya.

 

SOLLI AKARATU. BERSAMA ANGGOTA AKARATU

 

Sekretaris Akaratu Klaten ini membuat suasana alami di kandangnya dengan seting pancuran sederhana. Hal ini membuat burung merasa lebih nyaman karena menghadirkan suara gemericik air.  Serasa berada di alam bebas. 

“Bisa buat terapi, juga mengurangi gangguan karena distorsi suara dari luar,” jelas Solli.

 

 

 

Bagian pagar dalam atau dinding juga dibuat tonjolan-tonjolan kasar, sehingga burung bisa nangkring atau nempel di dinding. Kandang jadi terasa lebih luas. “Kalau dibuat mulus, kan saat burung terbang, nabrak dinding, terpeleset. Terasa sempit dan membelenggu. Kalau di kandang saya ini bisa nangkring di dinding.” 

Selain itu, Solli juga membiasakan burung di kandang breedingnya berinteraksi dengan banyak orang berbeda. Jadi kalau main ke kandangnya, semua boleh masuk dan melihat dari dekat. 

 

INDUKAN KANDANG BREEDING SOLLI AKARATU

 

“Kalau yang tidak biasa, kalau pas indukan mengerami atau sedang meloloh, bisa stres lantas tidak mau lanjut mengerami atau membuang telur atau anakannya.”

Bagi Solli, melakukan inovasi tak harus dengan cara yang mewah dan mahal. “Dua atau tiga hal di atas tampak sederhana, tapi hasilnya menurut saya cukup bagus.”

 

ANAKAN KANDANG BREEDING SOLLI AKARATU

 

Sejak awal menangkar, Solli telah menghasilkan ratusan anakan dari kandang breedingnya. Dalam satu bulan, dua sampai empat dari enam kandang selalu ada yang produksi. 

“Rata-rata dua sampai tiga, kalau lagi rejeki ya bisa empat bahkan 5 kandang. Meski jarang, kadang hanya satu kandang yang produk. Kadang karena hambatan rutin seperti indukan yang mabung. Berapa pun hasilnya, tetap disyukuri, namanya juga rejeki,” paparnya.

 

MEMILIH MENJUAL KE TEMAN LAMA

Di tahun-tahun awal, Solli selalu melepas anakannya dalam posisi abangan, atau trotol umur 5-7 hari. “Modelnya diborong satu sarang isi berapa pun, biasanya 2-3 ekor, kadang kalau lagi mujur bisa keluar 4. Dulu jual umur abangan satu juta.”

Solli mengaku tidak pernah menyimpan anakannya untuk indukan yang dimiliki di awal-awal menangkar. “Jadi indukan yang sekarang ini, bisa dikatakan generasi baru semua, karena saya tidak sempat menyimpan trah yang lama. Begitu tua dan mati, atau ada yang dibeli orang, ya habis generasinya di sini. Kalau yang sekarang, saya memang mulai menyimpan, terutama yang betina. Sebagian besar indukan yang sekarang dari trah ternaknya H. Suwadi.”

 

SOLLI AKARATU. MELOLOH ANAKAN KANDANG BREEDINGNYA

 

Selama ini, Ia memang memilih membatasi penjualan anak-anak hasil breedingnya ke orang-orang yang dikenal. Selain untuk menjaga harga, Ia tetap bisa memantau perkembangan anakan-anakan hasil breedingnya. 

“Kalau bukan teman sendiri, mereka mana berani beli dengan harga yang lumayan tinggi. Dari dulu kita tetap jaga harga agar tetap stabil. Kalau yang sudah kenal dan tahu materi kandang, bahkan sedari awal sudah memilih pengin anakan dari kandang yang mana, karena karakternya memang beda-beda,” lanjutnya.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Tiap kandang memang menghasilkan anak dengan ciri yang berbeda, sesuai karakter induknya juga. “Ada yang gaya sujud, nyangkul, atau mendongak ke atas. Lebih enak, karena sudah sama-sama tahu, termasuk bandrol harganya.”

Solly sudah cukup lama membandrol anakannya antara 2,5 – 3,5 juta. Teman-teman yang sudah pada ngerti materi indukannya, tidak pernah melakukan tawar menawar.

 

BELAJAR OTODIDAK

Sebelum sampai di posisi saat ini, berbagai eksperimen telah dilakukan oleh pria yang didapuk sebagai sekretaris Akaratu ini. “Zaman dulu, penangkar masih bisa dihitung pakai jari. Belum ada google, kalau ada masalah atau mau berguru mesti main ke tempat teman. Bisa dibilang otodidaklah,” kenangnya.

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

Dari indukan Medan X Medan hingga silangan Medan X Nias pernah dicobanya. Bahkan ada suatu momen dimana Ia menggunakan betina dari silangan Medan X Nias (balak). “Saat itu, Aku ada beberapa pejantan ekor putih ring SWD, betinanya kupakai balak, keluarnya sebagian besar ekor putih. Laris manis saat itu. Kan jadi komplit darahnya, ada Medan, Borneo, Nias,” 

Untuk kandang tangkar sendiri, berbagai eksperimen sudah dilakukan mulai dari pakan, pencahayaaan, tenggeran, sampai pembasmi hama. Terinspirasi dari aquarium, Ia membuat suasana alami di kandang breedingnya dengan setingan pancuran sederhana.

 

TEMPAT MINUM TERHUBUNG ANTAR KANDANG

 

Untuk menghadirkan suasana air mengalir, Ia menggunakan tempat air minum yang disusun bertingkat terhubung dengan paralon. Tempat minum kandang II lebih rendah dibanding tempat minum kandang I, tempat minum kandang III lebih rendah dibanding tempat minum kandang II, dan seterusnya hingga kandang terakhir, lalu dengan filter dan pompa aquarium, buangan yang terakhir kembali dipompa ke kandang I. 

“Tiga hari sekali air kita ganti baru.”

 

WASPADA MENGATASI GANGGUAN PREDATOR

Salah satu yang selama ini mengganggu produktivitas, adalah predator seperti kucing dan atau tikus. “Tidak sampai menyerang burung, tapi kalau melihat berlarian atau bahkan mendengar suaranya, burung sudah ketakutan dan merasa terancam. Kalau sedang mengeram atau meloloh, tidak mau melanjutkan atau dibuang.”

Pernah suatu ketika, Ia menggunakan racun tikus untuk membasmi hama predator tersebut namun justru berefek dari matinya indukan mati mendadak, padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit.

Kok bisa?

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Berdasar penelusurannya, indukan mati akibat murai batu memakan jangkrik yang sebelumnya telah mengkonsumsi racun tikus. 

“Awalnya juga bingung kenapa. Dimulai betinanya, lalu pasangan jantannya menyusul mati. Sampai akhirnya ada kawan dari Akaratu datang, terus Aku cerita masalah ini. Lalu dia langsung menebak, apa habis kasih racun tikus?”

Temannya itu kemudian cerita bila ternyata jangkrik itu kebal sama racun tikus, mereka nggak punya darah dan jantung, jadi kebal. Ya kalau jaman pagebluk sekarang ini ya semacam OTG begitu, orang tanpa gejala, tetap tampak sehat tapi jadi agen karier.”

 

 

Rupanya, racun tikus yang ditaruh di bawah tak jauh dari kandang burung dan jangkrik itulah biangnya. Ada jangkrik yang lepas merambat dari kotaknya, lalu makan racun, kemudian merambat masuk ke kandang murai. Begitu dimakan sama murai batu, racun langsung bekerja. KO burungnya,” jelasnya. 

Berbagai pengalaman yang dimiliki inilah yang biasanya Ia diskusikan bersama teman-teman penangkar yang tergabung dalam Akaratu Klaten. Anda para pembaca yang tertarik untuk berdiskusi tentang murai batu dan seluk beluk penangkarannya, Solli dengan senang hati juga siap melayaninya. 

 

 

Anda bisa menghubungi Solli di nomor 0895366105648, bisa pula mampir ke tempat tinggalnya di kampung Jombor, antara pertigaan Ngaran Mlese (arah Trucuk) dan Karangwuni (arah Pedan). [asept, maltimbus]

 

KATA KUNCI: solli akaratu breeding murai batu pancuran air di kandang breeding inovasi breeding murai batu breeding murai batu klaten apbn

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp