BABAH DI DEPAN KANDANG SEDERHANA, INZET JUARA 3 TROTOL DI SENTUL


BABAH ABRAKADABRA, LAMPUNG

Ajak Penangkar Paham Lomba, Tahu Kualitas, Biar Breedingnya Naik Kelas

Para murai batu mania di Lampung dan sekitarnya mengenalnya sebagai Babah Abrakadabra. Selain dikenal sebagai bapaknya para penangkar murai, pria bernama asli Abdulrahman ini sudah menjadi juri sejak awal dekade 2000an.

“Awalnya Independen, terus ikut bergabung dengan PBI, lalu ikut diklat BnR, terus pindah ke Ronggolawe, dan terakhir bertugas di Piala Pasundan II bersama Radjawali Indonesia di stadion Jalak Harupat,” jelasnya kepada burungnews.com.

Namun, Babah sudah suka burung dan sudah mulai belajar memelihara burung, jauh semenjak tahun 1989. “Waktu itu di Metro, tempat lahir dan tempat tinggal saya sampai sekarang, harga kroto per kilo masih 1.000 (seribu) rupiah, harga trotol murai dari hutan masih 25 ribu, yang bahan sudah tua 6 ribu rupiah.”

 

 

IKUT DIKLAT JURI BNR

 

Babah mencoba menangkar murai batu akhir tahun 2012. Hal itu karena termotivasi oleh keadaan. “Waktu itu saya dalam posisi terjepit. Sempat punya rumah walet, merasakan harga lagi bagus-bagusnya, eh pada 2010 harga jatuh. Mencoba bersabar berharap naik lagi, masuk tahun 2012 malah sama sekali tidak laku itu sarang walet.”

Maka akhir tahun 2012, Babah mencoba peruntungan lain dengan ternak murai baktu. Waktu itu, Babah punya jago yang lumayan disegani, namanya Jambrong. “Pernah ditawar 25 juta, tapi tidak saya kasih. Saya pilih buat ternak. Saya buat kandang di sebelah rumah walet.”

Jambrong kemudian punya anak 2, jantan dan betina. Tapi setelah itu Jambrongnya mati. Anak yang jantan dibeli orang, di sana mati. Kemudian anak betina yang masih di rumah, juga mati.

“Mungkin karena saya belum tahu cara merawat indukan dan anakan yang baik, masih harus belajar.”

 

BERSAMA SOFYAN JUANDI DI DEKLARASI NASIONAL APBN

 

Namun semua itu tidak membuat Babah patah semangat. Ia memulai lagi lagi dengan 3 pasang, hingga kemudian berkembang menjadi 11 pasang.

Pada September 2014, bersamaan dengan Babah bergabung dengan Ronggolawe (waktu itu belum ada kata Nusantara-nya), hasil ternakan Babah mulai menggunakan ring Ebod Jaya. “Lebih tepatnya, awal 2015, anakan saya mulai pakai ring Ebod.”

Anakan yang memakai ring Ebod waktu itu ditampung dengan harga 3 juta rupiah oleh bapak Yahya, salah satu kepercayaan H. Ebod. Oleh pak Yahya kemudian banyak dikirim ke Jawa.

Sedang bagus-bagusnya “karir” sebagai breeder, hatinya merasa hancur saat keluar Permen 20 tahun 2018 yang memasukkan murai batu sebagai burung dilindungi.

“Burung terus saya jual-jual, karena prinsip saya tidak mau melawan Pemerintah. Saya tidak mau memelihara burung yang dilindungi, karena meskipun secara teknis bisa, tapi repot banget kan sedikit-sedikit mesti lapor.”

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

ALASAN BERGABUNG APBN DAN SEMANGATNYA YANG KEMBALI BERKOBAR

Merespon Permen 20, timbul gelombang protes dari para kicau mania atau pelaku hobi burung dan yang terkait di berbagai daerah. Sejumlah gerakan memang ditunda karena menjelang Pemilu.

“Muncullah bapak inisiator kita yang dikenal sebagai H. Ebod ke garis depan. Beliau terus mengumpulkan para penangkar, dan bernjanji akan menjembatani kepentingan para penangkar dengan pihak pemerintah,” jelas Babah lagi.

Singkat kata, setelah bersama-sama berjuang dengan semua element lain yang berkecimpung di dunia perburungan, murai batu dicabut dari kategori burung dilindungi.

 

BERSAMA BUDI INDO DAN CHRIST MURDOCH

 

“Saya kembali bersemangat. Lalu beliau menggagas berdirinya apa yang kemudian sekarang kita kenal sebagai APBN. Organsiasi yang disebut sebagai dari penangkar, oleh penangkar, untuk penangkar. Nantinya, semua pengurusnya juga diambilkan dari sesama para penangkar.”

Pada 30 Oktober 2018, Babah dapat amanah untuk mengelola korwil Lampung. “Kita deklarasi di hotel Sheraton Lampung waktu itu. Kenapa beliau pilih saya, mungkin karena sebelum itu kami sudah kenal, sejak bergabung dengan Roggolawe, lalu memakai ring Ebod.”

Sebelum berkumpul dan menggelar deklarasi, antusiasme para penangkar di Lampung sangat luar biasa. “Peternak yang mau bergabung dan ikut ke deklarasi lebih dari 160an. Masalahnya, mereka benar-benar pada mau datang apa tidak, saya ada kawatir juga, malu sama H. Ebod kalau yang datang tidak sesuai harapan. Maka saya lapornya yang siap ikut 100 orang.”

 

DEKLARASI APBN LAMPUNG

 

Acara deklarasi rencana akan digelar malam setelah Magrib, jam 19.30 undangannya. “Tapi sampai waktu Maghrib tiba, belum ada itu yang muncul ke lokasi deklarasi. Waduhh, deg-degan saya, rasa kawatir itu semakin membesar.”

Ternyata, para anggota itu rupanya orang-orang yang taat ibadah. “Mereka pada sembahyang maghrib dulu, baru pada berangkat. Selepas magrib, mereka baru berbondong-bondong. Panitia sampai kewalahan menerima pendaftarannya. Waduh lega sekali waktu itu. Tercatat ada 128 orang penangkar yang ikut serta deklarasi.”

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

ADA PRO KONTRA, BANYAK YANG NYINYIR

Awal APBN, ada ring yang ditawarkan kepada anggota untuk memakainya. Dijual 10 ribu rupiah. “Ada pro kontra juga. Banyak yang nyinyir, mahal lah kalau 10 ribu. Tapi saya percaya niat pak Hajji kan baik, jadi saya tetap semangat jalan terus, lebih dari semangat 45. Mungkin sakinng berlebihnya, semangatnya sampai empat puluh lima setengah, ha ha ha,” ujar Babah sambil tertawa.

Yang jelas, urusan menangkar burung, dalam hal ini murai batu, semangat Babah kembali membara dan berkobar setelah ada APBN.

Apakah setelah ada ring APBN Babah dan kawan-kawan di Lampung langsung bisa menjual anakan dengan lebih cepat dan harga lebih mahal?

 

BERSAMA DODY NAGA (dok. rnnews)

 

“Awal-awal muncul anakan yang pakai ring APBN, mulai Januari 2019, saya sendiri jual anakan malah murah. Tujuannya, biar orang pada tahu oh seperti ini ya anakan ring APBN. Ya, bahasa orang sekarang, buat promosi. Tapi sekarang setelah orang sudah banyak tahu, harga sudah naik lagi. Masa promosi sudah habis, ha ha ha.”

Meskipun begitu, sampai sekarang Babah mengaku tidak membandrol harga anakan. “Bagaimana ya, saya tidak pernah membandrol harga lah. Sulit ya, kadang yang beli kan teman, tentah itu teman anggota, atau teman dari luar grub APBN Lampung. Saya pernah jual anakan mulai 2,5 juta, 3 juta, 4,5 juta, 7,5 juta, sampai 10 juta. Tergantung burungnya juga ya, ada rupa ada harga, begitu kira-kira.”

Bahkan, yang banyak dicari malah yang harganya mahal, karena itu berasal dari indukan unggul yang berarti peluang untuk menjadi burung bagus lebih besar. Tentu saja, untuk mendapatkan anakan ring APBN baik dari kandang-kandang unggulan Babah maupun para peternak lainnya di Lampung, perlu bersabar, mesti mau indent dulu.

 

 

HARGA ANAKAN PENGIN BAGUS, HARUS MAU NAIK KELAS

Menurut Babah, pekerjaan rumah sekarang adalah mengajak para anggotanya untuk “naik kelas”, biar harga anakannya bisa naik. Seperti di tempat lain, di Lampung pun banyak penangkar murai yang awalnya sama sekali tidak mengenal apa itu lomba burung.

“Jadi juga tidak tahu murai batu yang bagus dan banyak dibutuhkan, sehingga harganya bisa mahal itu seperti apa. Maka saya mulai ajaklah mereka ke lomba biar tahu, seperti apa suasananya, belajar kenapa itu bisa menang, seperti apa profil calon pembelinya, dan seterusnya.”

Babah mengaku proses ini tidak mudah. “Namanya banyak orang, rupa-rupa ya. Sampai sekarang juga masih ada yang merasa tidak perlu datang ke lapang. Tapi kita insya Allah tidak pernah putus asa karena ini mengajak pada kebaikan.”

Salah satu yang sebenarnya memotivasi agar para penangkar mau meningkatkan kelasnya, antara lain adanya keluhan karena mesti bersaing dengan burung-burung impor selundupan.

 

AWAL MARET MASIH SEMPAT GELAR LOMBA (dok. rnnews)

 

“Sebagian anggota mengeluh, terutama dari para peternak kecil. Banyak burung impor yang diselundupkan lewat Batam. Entahlah apa itu dari Vietnam, Thailand, atau Malaysia. Di pasaran jualnya kan 1,5 jutaan. Saya bilang jual harga segitu masih bagus, orang biaya dan lain-lain dengan ternak kacer sama, sementara kacer dijual 400 ribuan juga masih bisa bertahan hidup, masa ini harga 1,5 juta tidak bisa bertahan.”

Babah pun coba kasih tahu, kalau jualnya secara recehan begitu, memang harus berhadapann-hadapan atau bersaing langsung dengan burung-burung impor. Kalau mau bisa jual lebih mahal, ya mesti naik kelas.

“Caranya, mesti kenal dengan lomba. Pelan-pelan perbaiki materi indukan. Siapkan sebagian anakan untuk lomba, biar orang pada tahu kita punya anakan bagus. Nah ini yang tanpa lelah terus coba kita edukasikan.”

 

 

ADA YANG BELI BEDOL KANDANG

Selama menjadi peternak murai, Babah mengaku belum pernah beli indukan secara bedol kandang. “Kalau sebaliknya, malah sering. Biasanya anggota baru yang masih belajar, beli indukan yang sudah jadi, sudah pernah beranak. Itu kan maksudnya bedol kandang?”

Namun kalau urusan materi indukan, Babah memastikan berani bersaing dengan para penangkar lain yang sudah punya nama besar, baik itu yang tergabung dengan APBN, maupun di luar. Apakah itu para penangkar besar di pulau Sumatera, bahkan yang di Jawa.

“Ya inilah untungnya jadi ketua ha ha ha. Anggota di sini kan banyak yang punya materi bagus-bagus. Kita biasa lah saling bertukar untuk sama-sama upgrade materi. Jadi saya pikir, ini lah yang kita sebut bila APBN itu juga menjadi pasar yang cukup besar. Apalagi kalau kita ngomong APBN secara nasional yang anggotanya sudah lebih dari 18 ribu, tentu itu pasar yang sangat besar juga. Sesama anggota di Lampung saja yang baru ratusan sudah sangat sering terjadi transaksi.”

 

APBN BERPARTISIPASI DI REKTOR MALAHAYATI CUP III

 

Kini, Babah sudah tidak aktif menjadi juri lagi, sehingga ke lapang lebih fokus dalam memantau dari luar. Terakhir di gelaran Luwes Cup Lampung selepas Piala Pasundan II. Babah memilih istirahat, sambil memberikan kesempatan pada yang lebih muda-muda, yang di Lampung juri semua EO itu jumlah antara 400-500 orang.

“Ke lapang itu sering, bahkan sampai ke Jawa seperti di event Cibubur belum lama. Saya sendiri tidak bawa burung, tapi buat nemani anggota yang mulai terpacu lomba. Ya, kalau ke Jawa, selama ini banyak kondangannya sih, ha ha ha.”

 

MENEMANI PETERNAK KE LOMBA

 

Selain mengedukasi para penangkar APBN di lampung agar breedingnya bisa naik kelas, sebagai Korwil Babah juga juga ikut membantu memasarkan anakan dari para anggotanya. Saat ini, seringin dengan semakin banyaknya event yang melombakan khusus kelas ring APBN, permintaan akan anakan murai batu ring APBN pun terus membubung.

“Mulai kategori trotol ada lombanya, hingga lomba ocehan meski levelnya masih junior ya. Apalagi tiketnya terjangkau hadiahnya menarik, juga mulai dibuat kelas-kelas prestis dengan hadiah mewah, seperti di Nanjung Open kemarin yang hadiahnya 30 juta. Itu kan seperti membuat harapan atau menggugah kita jadi punya mimpi besar. Gebrakan yang menurut saya bagus dan nyatanya memang sudah terbukti nyata meningkatkan permintaan.”

 

JUARA 3 BODY KONTES TROTOL DI PIALA PRESIDEN RI SENTUL (dok. rnnews)

 

Selain akan terus mengedukasi dan membangun kekompakan dari anggota yang sudah ada, Babah juga masih punya target untuk terus menambah anggota. “Sebenarnya banyak sekali yang pengin bergabung atau menyatakan sudah bergabung dengan APBN. Tapi yang saya anggap resmi bergabung ya yang sudah beli ring. Saat ini di Lampung jumlah penangkar secara keseluruhan sekitar 400an, sudah 160an atau hampir separuh sudah bergabugn dengan APBN. Seiring dengan nilai manfaat yang sudah mulai dirasakan, saya optimis akan semakin banyak yang pengin bergabung dan bangga ketika hasil ternaknya memakai ring APBN.”

Pada akhirnya, Babah mewakili para peternak APBN di Lampung bahkan juga kicaumania di Lampung pada umumnya, ingin banyak-banyak berterimakasih pada H. Ebod. “Bukan melebih-lebihkan, kalau di Lampung mah malah banyak kicaumania bilang, kalau H. Ebod itu malah ibarat Dewa-nya kicaumania. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, sukses, bahagia, dan berlimpah rejeki yang berkah, Aamien.”

 

Produk ini logonya MIRIP, dibaca / dilafalkan dengan cara yang SAMA, tetapi ditegaskan BUKAN produk yang dikeluarkan TOPSONG. Lihat selengkapnya DI SINI.

 

KANDANG SEDERHANA, LOLOH INDUKAN

Untuk menjadi penangkar yang sukses, kandang menjadi salah satu faktor penting, selain indukan. Kandang yang cocok dengan murai batu, tentu saja.

“Seperti apa sih yang cocok, apakah bahannya mesti bagus, mesti di luar ruang, mesti sepi, dan seterusnya, saya susah njawabnya. Karena kondisi tiap penangkar beda-beda. Yang jelas, kandang punya saya sendiri sangat sederhana, dan dibangun di dalam ruangan rumah.”

 

KANDANG SEDERHANA DI BELAKANG RUMAH

 

Bagi peternak yang punya lahan di luar rumah, punya modal cukup, tentunya bagus membangun kandang dengan perencanaan yang baik, termasuk menyiapkan lingkungan yang mendukung. Seperti sirkulasi udara, bagaimana mengatur kelembaban udara, mengatur posisi pintu dan jendela baik untuk memberikan pakan sampai mengambil anakan, juga memudahkan dalam membersihkan kandang tanpa membuat takut indukan.

Kandang di tempat Babah lantainya dibuat dari semen yang ditaburi pasir, ketebalan sekitar 15 centi meter. “Lebih mudah membersihkan kotoran, kandang juga kering, lebih sehat. Kalau tanah, sulit membersihkan. Kotoran burung, pakan yang tercecer, menjadi satu, cenderung basah atau lembab... kandang jadi kurang sehat.”

 

KANDANG SEDERHANA INDOOR

 

EF buat murai tidak hanya jangkrik dan kroto. Babah juga menambahkan ikan kecil Gupy. (Pemberian EF dengan ikan kecil juga dilakukan oleh penangkar APBN NPC Cilacap, bahkan juga ada kodok kecil)

Untuk anakan, di tempat Babah sepenuhnya dipercayakan kepada indukan untuk meloloh sampai dilepas, atau bisa makan sendiri. “Kecuali karena kecelakaan, beberapa indukan yang tidak mau meloloh, keburu birahi lagi, dan sebagainya, baru kita loloh tangan.”

 

BUAT NJEMUR BURUNG, MOBIL NGALAH...

 

Sebagai catatan, rekomendasi lantai kandang dari semen juga disampaikan oleh Mr. G, penangkar APBN yang sudah punya nama besar dari Kebumen, Jawa Tengah.

Pengin kenal lebih dekat, mau konsultasi atau bertukar pengalaman dengan Babah, silakan bisa menghubungi melalui WA di 0812-7936-810. Anda yang tinggal di Lampung dan pengin bergabung dengan APBN, juga bisa mendaftar lewat Babah. Untuk yang diluar Lampung, bisa menghubungi korwil masing-masing, bisa diakses melalui apbnendemik.com, atau dibantu melalui Koordinator Nasional Dody Naga di 813-9907-1971.

 

LOGO BABAH BF LAMPUNG

KATA KUNCI: babah abrakadabra breeding murai batu

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp