CH KEBO BULE DAN DENI

23th PIALA RAJA, #22

Naik Bus Umum dari Bali, Cucak Hijau Umur 19 Tahun Ini Naik Podium

Deni sungguh tak bisa menutupi rasa bangganya. Bawa dua burung naik bus umum jauh dari Denpasar, ternyata salah satunya bisa naik podium ke-2. Meski burung sudah cukup tua, ternyata perfomanya belum habis.

2 jago bersama 2 joki sudah berangkat lebih dahulu naik bus umum, pada hari Kamis 7 September 2023. Deni pun beralasan kenapa memilih transportasi umum. “Biar joki tidak terlalu lelah, kedua tentu saja naik kendaraan umum lebih efisien dari biaya. Dari Denpasar ke Jogja itu jauh, bisa 20 jam.”

 

DENI DAN JOKI, TAK SIA SIA NUMPANG BUS UMUM DR BALI

 

Deni mengaku sudah memesan tiket dan mendapatkannya sebelum berangkat, dapat 3 lembar tiket. “Kebo Bule kebetulan baru selesai mabung, sudah dicoba dan juara di Bupati Jembrana 2 pekan lalu, kemudian di Anniversary Oriq pekan lalu juga juara. Ini pekan ke-3 adalah kondisi terbaiknya, makanya saya nekad berangkat,” ujarnya memberi alasan.

Di Bupati Cup Jembrana, dinobatkan jadi Cucak Hijau Terbaik, setelah meraih juara 1, 2, 3, dan 3. Juara 1 juga kembali diraih di gelaran Oriq Jaya.

Benar saja, Kebo Bule penampilannya apik. “Di lapangan saya berusaha cari lagi tiket utama karena belum pesan tiket kelas ini. Coba hubungi lewat calo juga, tidak ketemu juga. Jadi memang luar biasa antusiasme peserta mengikuti Piala Raja tahun ini.”

 

 

Deni mengaku mendapatkan Kebo Bule dari Pak Kadek Gondrong, sekitar 1,5 tahun yang lalu. Kondisi memang sudah tua, waktu itu sudah lebih 17 tahun. “Tapi materi dan perfoma bagus, burung juga sangat stabil. Saya yakin masa depannya masih panjang,” imbuhnya.

Tak lama, dibawa nyeberang ke Jawa, langsung jadi yang terbaik di Bupati Cup Banyuwangi. Berikutnya, selama di tangan Deni, prestasi sudah tak terhitung lagi.

Meraih posisi ke dua (2), Deni mengaku sangat bersyukur. “Ya ini Piala Raja, orang menyebut Piala Dunia-nya lomba burung berkicau. Musuhnya kelas berat semua, taka da yang kaleng-kaleng. Membuktikan burung dai Bali bisa bersaing di level atas hingga akhirnya podium 2, sudah saya syukuri.”

 

 

Kemenangan itu, diraih saat PBI juga sedang berupaya menerapkan sejumlah perubahan, mulai sangkar yang diseragamkan dengan kriteria coklat natural, hingga penjurian dengan ajuan terbuka. “Jadi saya datang pada momen yang tepat. Burung tampil bagus, dan tak luput dari pantauan team juri yang kini tidak salaing komunikasi dan harus mendiri memutuskan pilihan dari bendera mentok hingga bendera koncer.”

Kebanggaan Deni lainnya, prestasi yang diraih oleh Kebu Bule, ikut membuat nama Bali tetap bisa berkibar dan deretan data burung prestasi. “Tentu bangga, bisa mewakili teman-teman Bali berangkat ke sini, sekaligus namanya juga nyantol di Data Juara.”

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Prestasi yang diraih jago milik Deni, mengingatkan pada legenda cucak hijau asal Bali, milik Agung Tatto yang selama beberapa tahun juga selalu menang di Piala Raja. Juga di berbagai event akbar nasional lintas blok.

“Secara pribadi, saya merasa senang dan puas bisa ikut Piala Raja 2023, apalagi pulang membawa tropi yang sangat prestis ini. Memang mungkin belum sempurna ya, saya lihaat ada juga yang masih mengeluh merasa mestinya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Tapi menurut saya itu hal yang wajar. Kekurangan yang masih ada, tentunya harus jadi bahan evaluasi supaya ke depannya event-event PBI bisa lebih baik, termasuk di event Khofifah Cup 2 pekan lagi.” [billal, maltimbus]

 

DATA JUARA PIALA RAJA 2023, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: 23th piala raja ch kebo bule deni

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp