OBROLAN SANTAI-SERIUS TOTOK REBIN, WAWAN BRI, ITOK SOLO


WAWAN BRI CUP 2

Burung Odengan dan Kurang Layak Pasti Mental, Simak Sistemnya + VIDIO

Ingin menggelar lomba yang benar-benar apa adanya, amanah, (mendekati) fair play, Wawan BRI memilih konsep ajuan koncer terbuka, tapi difilter dengan rekap. Ajuan sendirian dibuang, hanya ajuan dari 3-4 orang juri (tanpa koordinasi) yang berhak masuk nominasi, bisa dapat koncer.

Itulah kesimpulan umum  dari beberapa kali pertemuan dan diskusi dengan sejumlah pihak. “Penjurian mengadopsi apa yang sebagian sudah diterapkan di Solo Fair Factor (SFF), tentu sudah dievaluasi dan dilakukan sejumlah pembenahan atau perbaikan, untuk menutup lubang-lubang kerawanan yang kemarin masih kita lihat.”

 

 

Bila di SFF ajuan koncer juri langsung ditancap, di Wawan BRI Cup akan difilter dulu. “Ajuan koncer ditambah tidak hanya dua (A dan B), tapi tiga yaitu A, B, dan C. Ajuan tetap ditulis terbuka di papan.”

Papan ajuan koncer juri ada 4, terpasang di 4 sisi. Setelah selesai, juri akan mengangkat papan, ditunjukkan ke semua peserta, lantas MC akan membacakan ajuan tiap juri. “Petugas rekap akan menulis ulang di papan rekap besar (papan ke-5), kemudian direkap secara terbuka,” lanjut Wawan.

 

BAGAN SISTEM PENJURIAN SFF UNTUK WAWAN BRI CUP

 

Dari hasil rekap itu, nantinya akan mengerucut, berapa (nomor gantangan) burung yang diajukan oleh 4 juri, 3 juri, 2 juri, hingga yang sendirian atau hanya diajukan oleh satu juri. “Burung atau nomor gantangan yang diajukan hanya oleh satu juri, otomatis akan tereliminasi atau dicoret. Sementara nominator adalah peraih ajuan 4 dan 3, berhak dapat koncer A atau B. Ajuan oleh dua juri sebagai cadangan untuk melengkapi kejuaraan. Koncer C tidak ditancapkan, hanya sebagai cadangan.”

Koncer yang ditancapkan oleh para juri harus sesuai dengan ajuan yang sebelumnya sudah ditulis di papan, selama masuk nominasi (diajukan 4 dan 3 juri). Bila salah satu ajuan tereliminasi, misalnya ajuan A, tapi ajuan B dan C masih masuk, maka pilihan A juri tersebut bergeser ke B, ajuan B geser ke C.

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Bila sampai semua ajuan dari salah satu juri tereliminasi, barulah juri tersebut memindahkan semua ajuan koncernya ke burung lain yang masuk nominasi. “Tentu bila ada kasus seperti ini, juri tersebut perlu kita istirahatkan, he he he.”

Menurut Wawan, mestinya ya tidak sampai terjadi ada juri yang sampai nge-blank atau mungkin faktor lain sehingga pilihannya bisa meleset semua dari pilihan juri lainnya. “Kan kita sudah berusaha memilih para juri independent terbaik, secara teknis, jam terbang, hingga rekap jejak. Tapi inilah gunanya sistem yang baik, ketika ada ajuan yang aneh-aneh, akan diketahui dan terfilter.”

 

 

Dari sisi pengaturan lapangan, Wawan akan mendekatkan peserta dengan burung. Sedekat mungkin, tapi tetap ada ruang yang cukup nyaman untuk juri ketika harus memantau dari sisi luar gantangan. Semua peserta yang duduk di kursi bisa memantau dan mendengar suara burung dengan baik, di mana pun posisi burungnya.

“Kami akan mengadopsi apa yang sudah dilakukan oleh Totok Rebin di Bali. Selain menyediakan kursi, juga memasang papan berisi nomor gantangan di depan kursi. Jadi lebih mudah dalam menjaga dan mengawasi peserta yang duduk untuk tetap tertib.”

 

 

Selama berlangsung penilaian, hanya team juri saja yang berada di bawah gantangan. Panitia, pengawas, MC, media, dan pihak lainnya, harus di luar area penilaian (ring nol).

Dengan peserta terbatas karena menerapkan format G-24, juri 4 orang tanpa korlap dan tanpa koordinasi/komunikasi satu sama lain, peserta dekat burung sehingga bisa mendengar dengan baik semua burung yang bertarung, ajuan koncer terbuka, difilter dengan rekap juga secara terbuka, burung-burung kualitas dan perfoma yang kurang layak pasti akan mental. Bahkan ketika burung tersebut (mungkin) sudah “dititipkan” dan dibekali dengan odengan yang besar.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

“Sistem ini saya yakini mampu menangkal burung-burung yang kurang layak tapi dipaksakan atau dikatrol masuk kejuaraan. Bisa karena faktor SDM juri yang kurang mumpuni, atau mohon maaf, nekad ngangkat burung tertentu karena faktor lainnya, mungkin titipan, odengan, padahal kurang layak. Pasti akan ketahuan karena jarak peserta dan burung dekat, kemungkinan besar juga akan jadi ajuan sendirian yang tereliminasi otomatis.”

Wawan sudah menerapkan sistem ini beberapa kali di gantangan yang ia kelola di Magetan. “Cukup mudah dipahami dan diterapkan dengan baik oleh team juri kami yang masih muda-muda, juga oleh para peserta. Padahal besuk kita memakai juri-juri yang sudah senior, jam terbang tinggi, rekam jejak baik, hasilnya pastinya akan lebih baik lagi.”

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

 

Nah, bagi Anda para kicaumania yang selama ini mungkin kerap juara tapi mesti keluar biaya ekstra untuk kasih odeng ke juri, atau sering sakit hati karena kerap kalah dengan burung kurang layak (tapi mungkin disumpal odengan), saatnya merapat ke sini, Wawan BRI Cup 2, Minggu 22 Mei.

Cukup datang modal burung yang disiapkan dengan baik dan bayar tiket saja, plus awak waras.  “Tidak perlu sibuk dan ribet mencari tahu siapa-siapa juri yang bakal bertugas, apalagi berusaha menghubungi untuk “mengawal” burung miliknya. Percuma, pengawasannya dobel-dobel, ya oleh sesama peserta, oleh media yang akan kita beri akses bebas, hingga sistem penilaian yang serba terbuka.”

Wawan melihat media juga punya fungsi strategis dalam mendukung lomba yang fairplay. “Tidak semata shoot burung yang sedang beraksi bagus, tapi juga ada shoot dinamis atau bergerak, bagaimana jalannya lomba secara umum, jalannya penjurian, bagaimana gerak dan langkah juri, apakah ada yang tampak kurang wajar, termasuk akan nge-shoot burung-burung yang dicurigai sebagai “kawalan”.

Sekali lagi, pengin lomba yang sudah kebal atau anti odeng, ya di Wawan BRI Cup. Segera pesan tiketnya sebelum kehabisan, hubungi Mbah Cengoh di 0813.2923.8484. Ohya, konsep lomba yang sama juga akan diterapkan di Hitam Putih di Taman Balekambang Solo, 5 Juni 2022. Info lomba / pemesanan tiket juga dengan Mbah Cengoh.

 

BROSUR DAN JADWAL TERBARU WAWAN BRI CUP 2, KLIK DI SINI

 

POSTINGAN, OBROLAN WAWAN BRI DENGAN ITOK SOLO DAN TOTOK REBIN:

 

VIDIO OBROLAN ITOK SOLO, WAWAN BRI, TOTOK REBIN BALI:

 

 

 

 

KATA KUNCI: wawan bri cup 2 itok solo totok rebin wawan bri gantangan kota asri

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp