SUASANA SESI BRANJANGAN DI WALIKOTA BLITAR CUP, 3 KELAS NYARIS FULL


WALIKOTA BLITAR CUP, #2: Blitar Banjir Branjangan, dan Cerita Mr. Edu Jogja Pulihkan Ef-Yu dari Nyulam Bulu

Walikota Blitar Cup, Minggu 6 September 2020 di Yonif 511, punya cerita tersendiri khususnya bagi para branjangan mania alias branjes. Baru kali ini kota Blitar dibanjiri para branjes. Menggelar 3 kelas, nyaris full semuanya.

Selain para branjes Jawa Timur, hadir juga tamu dari jauh seperti dari Jawa Tengah dan DIY, terutama Sragen dan Jogja.

Edward SM Sianturi, atau biasa dipanggil mr. Edu dari EF Jogja, benar-benar menjadi “sultan” di sini. Dari 3 kelas yang dibuka panitia, semua juara 1 disapu bersih oleh tiga jago milik Mr. Edu, yaitu Ef-Yu (FU)di kelas PIPP, Red Devil di kelas Taman Pecut, dan Sonic di kelas Alon-Alon.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Dari ketiga jago milik Mr. Edu yang merebut juara 1, FU paling menjadi pusat perhatian. “Kalau FU prestasinya di laga nasional sudah tak terhitung. Seperti di Piala Ngapak juara 3, Komunitas Branjangan event Oriq Jaya di Tasik, Purwokerto even GWK di Batu Raden juara 3, di Klaten juga juara 3,” terang Edu pada burungnews.com mencoba merinci sebagian prestasinya.

Keunggulan FU pada volumenya yang keras, gaya keper, variasi isian juga ciamik seperti love bird, kunti, dan gereja tarung. Kalau sudah naik gantangan, langsung kerja full dengan jeda rapat.

FU punya cerita yang menarik. Sebelum di tangan Edu, bulunya sering brodol-brodol, “Saat event di Tegal dijual sama pemiliknya, Eko Wahyudi dari Purwokerto ke Tohari, lalu di jual lagi ke H. Ahmad, berlanjut  ke Hendra. Di tangan mereka itu, branjangan ini masih sering mabung,” kenang Edu.

 

BRANJANGAN FU DAN RED DEVIL MILIK MR EDU JOGJA

 

Hingga suatu saat, FU sampai di tangan Mr. Edu. “Saya beli melalui perantara Mr. Yudi Branjes, salah satu team DBF Purwokerto. Setelah 5 - 6 bulan di tempatku mabung, aku ambrolkan sekalian. Setelah dikondisikan jadi stabil, volume jadi kenceng lagi,” jelasnya.

Lalu, bagaimana Edu bisa membuat bulu ambrol total dan setelah pulih, tidak lagi sering brodol-brodol seperti sebelumnya?

”Kroto tambah madu klanceng. Caranya, air 1 cepuk ditambah 2 tetes madu klanceng asli dari hutan,” jelas Edu. Hanya sesederhana itu.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Yang jelas, setelah pulih dari mabung karena diasup , FU tak lagi bolak-balik mabung. Setelah kondisinya stabil, FU tancap gass, menggebrak event-event nasional, termasuk Walikota Blitar Cup ini.

“Saya bawa 7 branjangan. Palapa, Sonic, Galikidz, Red Devil, FU, Panter, dan Sapu Angin,” rinci Edu dengan penuh semangat.

Di kalangan branjangan mania, Edu memang dikenal sangat agresif dalam mengoleksi jago-jago mapan. Edu juga rajin mendatangi gelaran yang ada kelas branjangannya, dengan membawa beberapa gaco sekaligus. Jago-jago yang siap, selalu digantangnya.

 

MR EDU (5 DARI KIRI), SAPU BERSIH JUARA 1 BRANJANGAN

 

Sementara itu, Eko Wahyudi si pemilik awal dari FU, juga menambahkan kisah perjalan panjang bagaimana bisa mengukir prestasi seperti sekarang.

“Dulu aku beli dari tangan temen saya, dia kolektor branjangan lama. Sebelum lomba branjangan ramai seperti sekarang, aku sudah kenal beliau. Beliau adalah senior saya dalam merawat burung branjangan,” ujar Eko memulai.

Tahun 2016, Eko mengambil branjangan tersebut dengan mahar 9 juta. “Sudah cukup mahal saat itu, karena belum ramai seperti sekarang. Saya berani, karena memang punya keunggulan seperti suara yang kenceng. Karena pemilik pertama tinggal d perumahan Griya Satria, jadi aku kasih nama burung itu Satria FU,  aku ambil dari nama motor yang larinya kenceng.”

 

 

Sekitar 1 bulan di tangan Eko, dibawalah ke lapangan buat mengikuti lomba. “Hasilnya sangat mengejutkan, banyak burung burung jawara tumbang dengan hadirnya FU. Dia selalu masuk podium di setiap event.”

Akhirnya, eko membawanya ke lomba akbar Piala Borobudur Magelang. “Sesi 1 aku merasa digoreng. Sesi 2, alhamdulilah FU kepantau juri dan masuk juara 1. Itu hari terakhir aku lomba bareng FU,”

Setelah dari Borobudur, dibayar om Tohari dari Tegal seharga 53 juta. Setelah dirawat oleh pemilik baru, FU nggak pernah perform lagi. Burungnya malah jadi sering mabung tapi ngga pernah tuntas, atau sering disebut nyulam.

 

 

Akhirnya FU dijual rugi ke orang Tegal juga, namanya H. Ahmad, dengan nominal 30 juta rupiah.

Di tangan H. Ahmad, FU juga ngga bisa perform, akhirnya dijual lagi ke orang Pemalang. “Dia pemain merpati. Di Pemalang, FU juga ngga bisa perform, lantas dijual lagi ke Hendra dari Tegal,” jelas Eko lagi.

Di tangan Hendra, lagi-lagi tetap belum mau kembali ke perfoma bagusnya. “Akhirnya FU kembali balik ditawarin ke saya. Nah, barulah saya tawarkan ke om Edu. Dengan modal percaya sama omongan saya, om Edu pun ambil burung itu. Aku ambil burung itu di Tegal, terus langsung aku anter ke Jogja dengan kondisi burung yang rusak dan memprihatinkan. Alhamdulillah, di tangan om Edu, FU sekarang sudah bisa perform lagi seperti sedia kala.”

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Perhelatan Walikota Blitar Cup berlangsung sangat meriah. Peserta meledak hingga mencapai 2.046. Menggunakan satu lapang, event yang digelar di Lapangan Yonif 511/DY Blitar, dibuka langsung oleh Walikota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd.

Event ditutup dengan menobatkan Asha dari Solo sebagai Juara Umum SF setelah mengumpulkan poin 1200, dan Duta PBI Bersama sebagai Juara Umum BC dengan poin 1800.

“Terimakasih pada Yonif 511 yang telah memberi fasilitas tempat yang luas dan nyaman, pada rekan kicau mania yang hadir, kami juga mohon ma’af jika ada kesalahan dan kekurangan dalam even akbar ini,” kata Mr. sunyen, ketua panitia di akhir lomba. [ferry, maltimbus]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

DATA JUARA PIALA WALIKOTA BLITAR, KLIK DI SINI

 

 

 

KATA KUNCI: walikota blitar cup 1 mr. edu jogja branjangan fuyu

BERITA LAINNYA

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp