HARDOYO (TENGAH), ANTAR SISWA RAIH PRESTASI DI PIALA RAJA


UNIVERSITAS MURAI SOLO (UMS)

Pioner Sekolah Murai, Lulusannya Sudah Juara Nasional

Sekarang kicaumania sudah cukup familiar bila mendengar istilah sekolah atau pemasteran murai batu. Jumlahnya memang lumayan banyak. Bila mundur ke belakang sekitar 10 tahun yang lalu, tentu masih terasa aneh. Hardoyo lah yang memulai dengan mendirikan Universitas Murai Surakarta (UMS) pada tahun 2012.

Hardoyo melihat peluang itu, dari sejumlah keluhan rekan-rekannya saat merawat murai batu dari bakalan. Sementara itu, banyak murai yang memasuki usia lomba, kalau dilatih tampak seperti burung kaget, takut orang, bahkan juga takut melihat burung lain.

 

LOGO UMS DAN HARDOYO

 

Bahkan kalau ditelisik lebih dalam, banyak murai muda yang belum punya rawatan dasar. Misalnya, mandi keramba masih belum bisa, sehingga harus dipaksa dengan cara semprot. Hal yang tentu saja membuat burung tidak nyaman, dan dalam beberapa kasus malah membuatnya stres.

Pun dengan detil rawatan lainnya, apalagi sampai setingan lomba, masih mencari-cari. Lebih-lebih kalau melihat materi lagunya. Banyak pemain yang tidak sampai berpikir sejauh itu, entah karena soal waktu, koleksi burung master yang tidak punya, atau lokasi yang kurang memadai. Biasanya hanya pemain senior, serius, dan berpengalaman yang memikirkan sampai sedetil itu.

Kebanyakan lainnya, ibarat asal dikasih makan dan minum.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

“Saya berpikir, ini pasti karena tidak dibiasakan sejak usia dini. Maka saya pengin membantu mereka dengan mengajarinya sejak dini. Kita bantu cari karakter hingga rawatan dasar, hingga mengajarinya bisa menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan pakem yang dicari oleh para EO kekinian,” ujarnya menjelaskan latar belakang mendirikan UMS.

Begitulah. Pada 2012, Ia memulainya dengan menawarkan jasa kepada teman-teman dekatnya dulu. “Tentu sebelum memasukkan burung orang lain, saya sudah melakukan serangkaian uji coba pada burung milik saya dulu. Misalnya sistem perawatan untuk burung lebih dari satu seperti apa, bagaimana mengatur posisi burung master agar “mudah dipahami”, dan seterusnya.”

 

ANTRI MANDI

 

Nah, setelah teman-teman dekatnya merasa puas, mulailah nama UMS terdengar keluar. Dari mulut ke mulut terus meluas jangkauannya. Apalagi dengan keberadaan media sosial di jaman sekarang, lebih mudah untuk menyebarkan informasi terkait sekolah murai batu.

Ruang-ruang kelas di UMS pun cepat terisi. Dengan berjalannya waktu, Hardoyo pun terus berinovasi, untuk menemukan sistem yang benar-benar efisien dan efektif. “Karena jumlah siswa kemudian banyak, tentu kita harus punya sistem. Karena ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan pada waktu tertentu, seperti memandikan, menjemur, memberi makan. Lalu juga ada perbedaan perlakuan burung sesuai umur, juga sesuai waktu masuk. Perlakuan terhadap siswa yang baru masuk dengan yang sudah ada lebih dahulu tentu berbeda. Tapi kita harus bisa memastikan secara umum setelah rampung semua materi yang diterima itu sama sesuai dengan standar ‘kurikulum’ di UMS.”

 

PENJEMURAN, MULAI TROTOL HINGGA JELANG DEWASA

 

Dari pengalaman itulah UMS kini juga sudah membatasi usia yang bisa dimasukkan ke tempatnya. “Kami hanya menerima trotol usia 2 bulan atau sebelum mabung dewasa. Sekitar usia 3, 4, atau 5 bulanan bisa kami terima.”

Masa “belajar” di UMS adalah 7 bulan. “Kami berikan bonus free SPP 1 bulan. Jadi, di UMS selama 7 bulan, pembayaran SPP-nya hanya 6 bulan.”

Biaya SPP Perawatan per bulan yang berlaku saat ini adalah 500 ribu, dibayar per 3 bulan atau 1,5 di depan, setelah burung trotol dikirim UMS.

 

Produk ini logonya MIRIP, dibaca / dilafalkan dengan cara yang SAMA, tetapi ditegaskan BUKAN produk yang dikeluarkan TOPSONG. Lihat selengkapnya DI SINI.

 

Saat usia trotol, burung masih memakai sangkar kotak harian. Namun setelah ganti bulu dewasa dan mulai dorong ekor, perlu pindah ke sangkar standar murai batu. “Ada pilihan, bisa beli sangkar dan krodong UMS, atau dikirim sesuai selera wali siswa.”

Dalam perkembangannya, Hardoyo juga selektif dalam memilih master. “Selain jenis burung, dari tiap jenis itu juga kita cari yang benar-benar berkualitas. Namanya mau kita jadikan guru, yang mesti cari yang terbaik dong.”

 

KANDANG STANDAR UMS, UNTUK YANG JELANG DEWASA

 

Master yang dimaksud dipilih suara dari jenis burung yang sesuai dengan kriteria penjurian nasional. Jenis master yang saat ini dimiliki UMS antara lain cililin, kapas tembak, kenari, love bird, cucak jenggot, konin, sridit, dan dibantu mesin box masteran.

UMS juga menerapkan standar perawatan yang tinggi. EF seperti jangkrik dan kroto misalnya, selalu memakai yang masih segar dengan kualitas terjaga. Demikian pula dengan pemberian vitamin secara periodik atau bila dianggap perlu.

“Kami selalu berusaha menjaga para siswa tetap sehat sampai dikirim kembali ke walinya masing-masing, dan kelak bisa menjadi burung yang membanggakan.”

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

Bagaimana bila burung sakit? UMS juga akan merawat dan memberikan pengobatan yang terbaik. “Ikhtiar maksimal, seusai dengan pengalaman dan kemampuan kami. Pasti kami juga akan terus memberikan laporan secara periodik kepada wali tentang keadaan siswa.”

Bila mana ada yang mati, UMS akan mengembalikan semua biaya SPP dari awal masuk. “Tapi kami tidak mengganti trotolnya.”

Untuk kepentingan keamanan dan kontrol lainnya, UMS memasang CCTV di sejumlah titik. “Jadi ini untuk membantu agar semua situasi selalu bisa kami pantau dan kontrol kapan saja dan dari mana saja.”

 

SEBAGIAN TITIK PANTAU CCTV

 

Selama sekitar 8 tahun UMS mengabdi “mencerdaskan” murai batu Indonesia, sudah tak terhitung lagi berapa siswa yang masuk hingga dipulangkan setelah dinyatakan lulus. Mereka datang dari beragam daerah. “Kami dapat kiriman siswa itu mulai dari Sabang sampai Merukai pernah sampai ke sini,” tandasnya.

Belakangan, setelah ngetren sejumlah EO atau organisasi / asosiasi penangkar mengeluarkan ring, banyak juga yang masuk ke UMS. “Selain ring-ring mandiri atau dari Bird Farm saja, juga berdatangan yang memakai ring seperti PBI dan belakangan juga APBN.”

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Hardoyo merasa beruntung karena banyak peternak yang sudah punya nama, termasuk yang bergabung dengan EO / organisasi penangkar lainnya mempercayakan kepada dirinya untuk mengasuh anakan murai batunya.

“Kenapa semakin banyak dari mereka yang tergabung dengan organisasi, selain karena mengenal UMS mungkin dari searching di google atau medsos, juga karena ada rekomendasi dari sesama teman di organisasi tersebut yang supaya dikirim ke kami. Mereka yang puas dengan hasil di UMS, biasanya akan merekomendasikan pada yang lain, atau setidaknya bercerita secara spontan, tanpa kami minta.”

 

SUASANA KELAS DEWASA, SIANG HARI

 

Dua ruang kelas yang saat ini tersedia, masing-masing untuk trotolan dan yang sudah menjelang dewasa, berkapasitas 40-50 siswa, pun tak pernah kosong.

Dari pengalamannya selama ini, kualitas anakan yang diasuhnya cukup merata. “Dari penangkar kecil yang belum punya nama pun banyak yang bagus-bagus. Kalau dari penangkar senior atau yang sudah tergabung dengan organisasi, umumnya dari induknya saja sudah pilihan. Jadi wajar bila anakannya juga punya kualitas yang bagus.”

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Hardoyo juga menyebut, beberapa lulusan dari UMS ada yang sudah kerap menjuarai event-event akbar nasional hingga mendapat penawaran dengan harga yang cukup fantastis.

Pengin mengulik lebih jauh tentang UMS, Anda bisa mengunjunginya di akun facebook UMS Solo atau Hardoyo Solo, atau langsung ke kampusnya dengan alamat Hardoyo Irwansyah, Banaran, Pabelan, Kartasura, Solo Raya. HP / WA 0813-2901-3471. [maltimbus]

 

PENAMPILAN SISWA DI UNIVERSITAS MURAI BATU SOLO

KATA KUNCI: universitas murai solo ums hardoyo

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp