RENALDI HUSADA BERSAMA KRU RH TEAM BANDUNG

PIALA PAKUALAM 12, #1

Aura Prestis Begitu Tinggi, Kali Pertama Renaldi Merasa Deg-Degan

Pemain yang baru mulai come back dalam beberapa bulan terakhir, juga dikenal sebagai bos muda dari kota Bandung, adalah Renaldi Husada. Putra mahkota grub Kagum Hotel ini hadir langsung memantau jagoannya di Piala Pakualam 12.

“Kebetulan juga lagi mantau perkembangan proyek pembangunan hotel di depan Puro Pakualam, sekalian mampir ke sini. Kami RH Team Bandung menurunkan beberapa gaco cendet, ya ini mah burung kesukaan dari jaman lama,” ujarnya kepada burungnews.com.

Sampai setahun pasca covid, Renaldi terpantau masih mengikuti lomba. Namun kemudian memutuskan untuk menepi terlebih dahulu. “Ya, arena kesibukan. Cukup lama lah beberapa tahun tidak hadir ke lomba. Tapi sebenarnya tidak benar-benar ninggalin burung sih, hanya lombanya saja yang sementara berhenti.”

 

Awal tahun ini, Renaldi mulai tergugah lagi, hingga kembali mengumpulkan sejumlah jago. “Sananta misalnya, sudah saya ambil pada awal tahun, dari Banyuwangi. Burung dibawa ke Bandung. Ada juga jago yang di Pati, juga Solo, dan Jawa Timur. Kalau turun lombanya belum lama, mungkiin baru tiga bulan terakhir.”

Renaldi yang datang sudah cukup siang, berkesempatan menyaksikan jagoannya tampil di sesi terakhir, kelas Pariwisata B. “Turunin beberapa burung sekaligus, namun yang secara penampilan paling menonjol memang yang di nomor 15. Berita baiknya, akhirnya dapat 4 ajuan atau grade 1, dan terkonversi jadi 3 A, lebih dari cukup untuk jadi juara 1.”

Begitu fix juara, Renaldi tampak langsung berteriak sambil mengepalkan kedua tangannya. “Rasanya memang puas banget. Baru kali ini nyaksikan burung tampil merasa begitu deg-degan. Sebelumnya, kita turun di Kopdarnas Cendet, sama sekali saya tidak merasa deg-degan.”

 

CENDET SANANTA RAIH 3A

 

Selain karena peserta ful-ful, juga aura pertarungan begitu sengit hingga sangat prestis. “Harus diakui, event kolosal di PBI memang auranya beda. Mungkin karena historisnya, jadi memang prestisnya terasa banget. Dua lapangan secara umum meriah, setidaknya di kelas Cendet yang hanya buka 3, kami turun di dua kelas, semua bisa full. Ya turun dua kali, Sananta rebut juara 1 semua.”

Prestasi yang tentu saja membuat Renaldi kian semangat. Apalagi, lawan-lawan juga mengakui keunggulan Santana, memberikan selamat kepada Renaldi. “Kita puas sebab kemenangannya juga diakui oleh para lawan. Kita mah selalu ngandelin perfoma dan kualitas burung.”

Piala Pakualam 12, secara umum pesertanya memang lebih meriah dibanding gelaran seri berikutnya, termasuk untuk event Jogja Istimewa. Susana lomba dari awal sampai akhir juga kondusif, menunjukkan hasil kerja team juri bisa diterima oleh para peserta.

 

KELAS CENDET DI PIALA PAKUALAM 12. FULL, PRESTIS, KETAT PERSAINGANNYA

    

KATA KUNCI: renaldi husada cendet sananta rh team bandung

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp